Gaji Lulusan Agroteknologi dan Pilihan Karir

Seseorang bisa mendapatkan gaji lulusan agroteknologi dengan nominal besar. Sayangnya banyak orang tidak mengetahui hal ini, kebanyakan dari mereka hanya membayangkan petani. Jurusan agroteknologi ini sendiri memang tidak jauh dari membantu perkebunan atau pertanian Indonesia menjadi lebih maju.

Mengenal Apa Itu Agroteknologi

Agroteknologi merupakan salah satu pilihan bidang ilmu di lingkup pertanian. Fokus pembelajarannya ada pada pemanfaatan teknologi untuk bidang pertanian, hortikultura, dan budidaya perairan. Tentu tujuan untuk meningkatkan hasil pertanian atau hortikultura yang berkualitas dengan cara efisien.

Bacaan Lainnya

Mengenal Apa Itu Agroteknologi

Jurusan ini juga mengacu pada peningkatan teknologi guna produktivitas, hasil, dan kualitas di bidang pertanian. Bidang ini pun ikut berkembang karena ada kemajuan teknologi yang begitu pesat di setiap zamannya. Melalui agroteknologi maka sebagian besar proses, teknologi, dan teknik bisa meningkat.

Agroteknologi pun menjadi dasar praktik pertanian modern sehingga memungkinkan bidang pertanian juga berkembang. Melalui pemanfaatan efisiensi dan memberikan hasil pertanian yang meningkat signifikan ini maka tidak heran bila setiap tahunnya bisa memiliki banyak peminat.

Berapa Gaji Lulusan Agroteknologi

Seorang lulusan agroteknologi berpotensi mendapatkan gaji tinggi, sekitar 7 juta per bulan. Namun itu bisa berbeda tergantung profesi yang ingin Anda tekuni. Masing-masing profesi memiliki standar gaji yang berbeda, demikian pula dengan pengalaman serta kebutuhan skill nya.

Berdasarkan hal itu maka langkah pertama untuk mendapatkan gaji besar ialah dengan mengetahui niat karir. Maksudnya Anda lebih senang atau suka bekerja dalam bidang apa, apakah itu yang bersentuhan langsung dengan alam atau lewat penciptaan teknologi pertanian?

Berapa Gaji Lulusan Agroteknologi

Kemudian tidak lupa juga mengasah skill dan kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang pekerjaan itu. Lulusan agroteknologi juga bisa mengumpulkan berbagai sertifikasi keahlian guna memperkuat CV dalam mendapatkan pekerjaan. Melalui hal ini maka proses mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar akan lebih mudah.

Kompetensi Skill Untuk Gaji Lulusan Agroteknologi

Pada bagian di atas, penulis telah menjelaskan bahwa lulusan agroteknologi harus memiliki atau bahkan mengumpulkan berbagai sertifikat keahlian. Berbicara tentang keahlian, memangnya ada keahlian apa saja yang harus lulusan agroteknologi miliki? Simak jawaban lebih lengkap tentang skill agroteknologi di sini.

Baca juga : Gaji TKI Dubai

Kompetensi Skill Untuk Gaji Lulusan Agroteknologi

1. Pemahaman Tentang Biologi dan Kimia

Secara umum, agroteknologi mempelajari tentang tanaman, khususnya bidang hortikultura dan pertanian. Berdasarkan hal itu maka sudah pasti para lulusan atau mahasiswanya harus mengerti tentang biologi dan kimia. Biologi untuk pengetahuan mengenai tanamannya itu sendiri dan kimia sebagai pendamping.

Pengetahuan tentang kimia juga bisa membantu ilmu biologi menjadi teknologi baru. Misalnya seperti pemanfaatan padi sebagai pakan hewan tertentu. Pasti selama proses pembuatan produknya membutuhkan bantuan zat-zat kimia yang cocok sehingga tidak berubah menjadi racun atau bahaya,

2. Kemampuan Meneliti dan Analisis

Kemampuan selanjutnya yang harus seorang lulusan agroteknologi miliki ialah meneliti dan analisis. Keduanya akan sangat Anda butuhkan di dunia kerja karena akan banyak melakukan penelitian serta analisa. Selain itu pekerjaan agroteknologi juga lebih sering bertugas sebagai pemecah masalah pertanian atau perkebunan.

Misalnya seperti mengapa hasil tani di tanah An tidak berkualitas padahal proses tanamnya sudah benar. Masalah ini membutuhkan proses penelitian dan analisa sehingga bisa menemukan jawaban yang tepat. Selain itu kemampuan analisa juga berguna dalam pengambilan keputusan, baik secara mandiri atau kerja team.

3. Kemampuan Berpikir Kritis dan Terstruktur

Sama seperti kemampuan meneliti dan analisa, skill berpikir kritis dan terstruktur ini merupakan keahlian dasar yang semua lulusan S1 harus miliki. Berpikir kritis itu sendiri merupakan keahlian untuk mempertanyakan setiap poin penting dalam suatu permasalahan.

Ada juga kemampuan berpikir terstruktur yaitu sebuah cara pemikiran untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur. Pemikiran sistematis ini biasanya sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah alam. Jadi tidak heran bila lulusan agroteknologi membutuhkan skill berpikir yang satu ini.

Prospek Karir Untuk Lulusan Agroteknologi

Prospek karir lulusan agroteknologi semakin cerah berkat adanya berbagai perkembangan teknologi di industri pertanian. Ada banyak perusahaan atau Lembaga Swadaya Masyarakat yang membutuhkan tenaga dari para lulusan agroteknologi ini. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai prospek karirnya.

Prospek Karir Untuk Lulusan Agroteknologi

1. Tenaga PNS

Seorang lulusan agroteknologi bisa mendaftarkan diri menjadi PNS, baik itu di pemerintahan pusat atau daerah. Tentunya bidang pekerjaan yang akan Anda geluti sebagai PNS ini tetap berada pada pertanian atau perkebunan. Setiap daerah pasti juga memiliki kantor lingkungannya masing-masing.

Namun untuk bisa menjadi seorang PNS di bidang pertanian atau perkebunan tentu tidak hanya bermodalkan gelar sarjana. Ada serangkaian tes yang harus Anda jalani dan ini pun membutuhkan latihan soal super serius. Namun itu juga akan sebanding dengan gaji serta tunjangan yang akan Anda dapatkan.

2. Surveyor Tanah

Surveyor tanah bertugas untuk melakukan pengukuran dan perencanaan sebelum terjadinya proyek konstruksi bangunan. Biasanya pekerjaan ini erat kaitannya dengan teknik sipil dan bahkan membutuhkan lulusan doktor atau S3. Namun lulusan agroteknologi juga bisa menjalani pekerjaan sebagai surveyor tanah.

Gaji lulusan agroteknologi sebagai surveyor tanah sendiri juga tidak main main, sekitar 5 – 8 juta per bulan. Tugasnya sendiri meliputi melihat bentuk dan ukuran bangunan, apakah sesuai dengan lapangan atau tidak. Kemudian bisa juga menganalisa apakah tanah itu cocok untuk kebutuhan pertanian atau tidak.

3. Petani

Petani adalah pekerjaan paling cocok yang bisa lulusan agroteknologi lakukan setelah lulus. Namun jangan pikirkan menjadi petani tradisional yang masih membajak sawah menggunakan cangkul atau sapi. Seorang sarjana perlu mengimplementasikan seluruh ilmu di perkuliahannya dalam pertanian ini.

Pada akhirnya akan menghasilkan kegiatan bertani yang modern, lebih maju, dan efisien. Melalui cara kerja efektif itu maka juga akan menghasilkan hasil panen yang berkualitas serta bernilai ekonomi tinggi. Lambat laun bisa mengajari banyak petani Nusantara lainnya untuk mengikuti jejak petani modern.

4. Ahli Bioteknologi

Secara umum, bioteknologi adalah gabungan antara ilmu biologi dengan kemajuan teknologi yang tersedia sekarang. Perpaduan dua hal itu akan menghasilkan teknologi atau benda baru yang dapat membantu kehidupan manusia. Gaji seorang bioteknologi itu sendiri pun juga tinggi, mulai dari 4 – 8 juta.

Beberapa contoh tugas kerjanya ialah memberikan enzim baik pada fungsi tertentu, misal seperti mikroba atau sel hewan. Kemudian juga menciptakan kondisi terbaik untuk proses katalis sehingga hasilnya pun juga sesuai tujuan. Selain itu masih ada banyak tugas pekerjaan lain yang sesuai dengan kebijakan perusahaan.

5. Wirausaha

Seorang agroteknologi memiliki peluang tinggi untuk menjadi seorang wirausaha atau pengusaha. Tentunya masih dalam bidang tanaman, perkebunan, atau pertanian. Misalnya seperti menjual pupuk berkualitas dengan harga terjangkau untuk para petani. 

Kemudian bisa juga membuat obat-obatan yang biasa petani butuhkan secara lebih terjangkau. Melalui karir wirausaha ini, Anda tidak hanya keuntungan sebagai gaji namun juga membantu sesama petani. Lambat laun bisnis juga akan semakin berkembang dan bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar.

6. Konsultan Pertanian

Konsultan pertanian bertugas memberikan berbagai saran atau nasehat mengenai industri pertanian. Seorang konsultan pertanian ini harus bisa membimbing manajemen sumber daya pertanian dan manusia. Biasanya bertugas dalam membuat program unggulan dalam bidang pertanian.

Ladang pekerjaannya sendiri beragam, isa bekerja di pemerintahan atau swasta seperti perusahaan yang bergerak di bidang pertanian atau perkebunan. Konsultan pertanian juga bisa melakukan praktik kerja melatih petani. Melalui jasanya maka pertanian di daerah bisa lebih maju dan hasil panennya berkualitas.

7. Manajer Pertanian

Manajer pertanian atau terkenal juga sebagai administrator pertanian memiliki tugas untuk merencanakan suatu kegiatan usaha pertanian. Tentunya lanjut dengan cara [pengelolaannya berdasarkan prinsip manajemen. Artinya Anda tidak hanya akan merencanakan namun juga harus bisa melakukannya.

Adapun beberapa kemampuan yang bisa Anda dapatkan ialah seperti kerja team, pengambilan keputusan cepat dan tepat, hingga bisa merumuskan berbagai masalah. Selain itu lulusan agroteknologi yang bekerja sebagai manajer pertanian juga harus bisa menganalisa suatu masalah secara sigap.

8. Peneliti

Kampus dan pemerintah mengharapkan seorang lulusan agroteknologi bisa merancang serta melakukan berbagai penelitian sesuai kaidah keilmuan. Selain itu juga diharapkan bisa mengkomunikasikan hasil penelitian menjadi bentuk publikasi. Bentuk publikasi itu sendiri bisa secara lisan maupun tulisan.

Hasil penelitian ini akan sangat berguna bagi masyarakat pertanian dan orang-orang yang berkecimpung di dalamnya. Perihal pendapatan atau gajinya sendiri biasanya datang dari pemerintah sebagai dana penelitian. Selain itu juga bisa mematenkan hasil penelitian sehingga akan mendapatkan royalti.

9. Sektor Industri Pertanian atau Pangan

Agroteknologi juga sudah jelas akan bekerja di sektor industri pertanian atau pangan. Ini bisa mengacu pada perusahaan manapun yang menjadi tujuan Anda meniti karir. Terlebih lagi jika mengingat sektor industri pertanian di Indonesia sangat ramai, mulai dari perusahaan kecil dan internasional.

Pendapatannya juga cukup menggiurkan yaitu mulai dari 5 juta per bulan. Untuk jabatannya sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari staf biasa, bagian administrasi, atau bahkan naik menjadi manager. Apabila berhasil meniti karir di dalam industri ini maka lambat laun bisa memiliki jabatan lebih tinggi.

10. Pengelola Perkebunan

Peluang karir lainnya yang bisa Anda pilih sebagai lulusan agroteknologi adalah menjadi pengelola perkebunan. Berbekal ilmu yang sudah Anda pelajari selama kuliah, pastinya pekerjaan ini akan terasa mudah. Terlebih lagi ketika bekerja bersama team dan anggota lainnya.

Contoh tugas pekerjaannya sendiri ialah seperti memastikan asupan nutrisi setiap tanaman tercukupi sehingga dapat menghasilkan panen yang berkualitas. Selain itu ada juga tugas lainnya seperti meningkatkan efektifitas perkebunan. Gajinya pun lumayan besar, mulai dari 5 – 7 juta per bulan.

11. Akademisi atau Dosen

Pilihan karir terakhir yang bisa Anda gekuti ialah menjadi akademisi, tenaga pengajar, atau dosen. Profesi ini akan menjadi jodoh bagi orang yang senang membagikan ilmunya ke orang lain.

Apabila Anda seorang sarjana maka bisa jadi tenaga pengajar di sekolah SMK. Namun jika sudah melanjutkan studi S2 atau S3 maka bisa menjadi dosen di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Gajinya sendiri juga lumayan besar, mulai dari 5 juta perbulan.

Itulah tentang gaji lulusan agroteknologi yang bisa Anda ketahui dan menjadi manfaat bersama. Semoga dapat menambah inspirasi karir atau pertimbangan pekerjaan selanjutnya. Jangan lupa untuk rajin mengasah skill, aik itu hard skill atau soft skill guna mendapatkan pekerjaan yang sarjana inginkan.