Gaji Lulusan Kehutanan dan Prospek Karirnya

Gaji lulusan kehutanan terlihat menarik, tidak jauh beda dengan pekerja kantoran di Ibu kota. Namun jurusan ini menyimpan berbagai hal menarik, terutama bagi orang yang senang dengan alam itu sendiri. Melalui jurusan kehutanan, Anda bisa memilih berbagai pekerjaan menarik di dunia ini.

Gaji Lulusan Kehutanan : Apakah Menjanjikan?

Kehutanan adalah jurusan ilmu yang mempelajari fungsi dan penggunaan ekosistem hutan. Misalnya seperti keanekaragaman hayati, teknologi kehutanan, hukum penerbanan hutan, dan lain sebagainya. Mahasiswa jurusan kehutanan juga akan belajar tentang cara terbaik memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak.

Bacaan Lainnya

Gaji Lulusan Kehutanan : Apakah Menjanjikan?

Sebagaimana topik utamanya, jurusan ini sudah pasti akan sering pergi ke hutan untuk berbagai keperluan. Misalnya seperti praktek, observasi, dan penelitian untuk berbagai tugas kuliah. Melalui banyaknya kegiatan di hutan, maka mahasiswa akan semakin jatuh cinta serta ingin menjaganya.

Niat menjaga hutan itulah bisa menjadi motivasi awal untuk bekerja di ranah yang sama. Misalnya seperti membangun agensi konservasi alam yang melayani perbaikan hutan akibat tambang. Selain itu juga bisa menjadi konsultan kehutanan bagi bisnis besar yang tersebar di dunia.

Berapa Gaji Lulusan Kehutanan

Lulusan kehutanan terbagi menjadi bidang lagi tergantung jenis pekerjaan yang Anda pilih. Misalnya seperti bekerja di bidang NGO atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), perusahaan industri hasil hutan, dan lain sebagainya. Simak penjelasan lebih lengkap mengenai gaji lulusan jurusan kehutanan berikut.

Baca juga : Gaji Pegawai Puskesmas

Berapa Gaji Lulusan Kehutanan

1. NGO (LSM)

NGO (Non Governmental Organization) atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) merupakan sebuah organisasi yang berdiri atas perorangan atau kelompok. Organisasi ini bertujuan memberikan pelayanan pada masyarakat secara sukarela. Keuntungan yang LSM dapatkan berasal dari berbagai kegiatan mereka.

Gaji bekerja di NGO atau LSM ini sekitar 3.2 juta – 5.1 juta per bulan, tergantung LSM dan posisinya. Misalnya seperti bekerja di suatu lembaga yang memiliki reputasi baik dan posisinya juga baik maka akan mendapatkan gaji besar.

2. Perusahaan Industri Hasil Hutan

Industri kehutanan terbagi menjadi berbagai banyak cabang lainnya, misal seperti pengawetan kayu dan pengolahan rotan. Selain itu juga ada industri panel kayu, bahan bangunan dari kayu, serta bahan prefabrikasi dari kayu. Setiap perusahaan ini bisa menjadi ladang karir bagi lulusan kehutanan.

Gaji yang akan pekerja dapatkan apabila bekerja di bidang ini bisa dibilang cukup tinggi, kisaran 3.7 juta – 5.5 juta. Besaran gaji ini juga bergantung pada posisi serta perusahaan tempat bekerja. Hal menarik lainnya ialah biasanya mendapat berbagai benefit atau fasilitas penunjang dari perusahaan.

3. Pengembalian Fungsi Hutan pada Perusahaan Tambang

Pengembalian dan pemanfaat fungsi hutan adalah suatu pekerjaan yang bertugas untuk memanfaatkan kawasan hutan. Secara sederhana, pekerjaan ini menjadikan lulusan kehutanan sebagai jasa lingkungan. Ia bertugas untuk mengembalikan hutan sebagaimana fungsi aslinya setelah digunakan sebagai lahan tambang.

Bekerja di perusahaan tambang secara tidak langsung Anda juga berkecimpung di dunia pertambangan. Artinya berkesempatan mendapatkan gaji tinggi, mulai dari 6.5 juta per bulan. Itupun biasanya gaji seorang junior, jadi jika keahlian Anda bertambah maka berkesempatan naik jabatan dan gaji tinggi.

4. PNS di Kementerian

Gaji besar lainnya yang bisa lulusan kehutanan dapatkan ialah dengan bekerja sebagai tenaga pemerintah atau PNS di kementerian. Tentunya dalam Kementerian Kehutanan, baik itu skala daerah provinsi atau bahkan kementerian pusat. Untuk job descnya sendiri beragam karena terdapat berbagai divisi.

Gaji yang akan Anda dapatkan sebagai pekerja PNS pun menarik, mulai 3 – 5 juta. Biasanya tanggung jawab dalam pekerjaan ini pun beragam. Ada yang harus pergi ke lokasi untuk survei dan lain sebagainya, ada juga yang bekerja di balik komputer dan mengurus berbagai dokumen.

5. Peneliti

Pekerjaan yang tepat untuk para pecinta alam dan ingin membudidayakannya ialah sebagai peneliti. Peneliti ini sendiri bisa bekerja di bawah naungan perusahaan atau sendiri. Namun biasanya peneliti yang bekerja sendiri akan melalui prospek karir kerja lebih sulit daripada ikut bersama perusahaan.

Estimasi gaji lulusan kehutanan sebagai peneliti ini biasanya mulai dari 5 – 7 juta per bulan. Di samping itu, ada peneliti yang mendapatkan gajinya setelah hasil penelitian keluar atau ketika memulainya. Kemudian dari hasil penelitian itu bisa Anda patenkan untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Prospek Kerja dan Pilihan Karir untuk Lulusan Kehutanan

Lulusan kehutanan tentu memiliki prospek kerja di lingkungan industri hasil hutan. Biasanya menjadi teknik hasil kehutanan, atau bisa juga dengan posisi lainnya. Industri ini sendiri beroperasi mulai dari hulu hingga proses pembibitan tanaman hutan. Selain itu ada berbagai pilihan kerja yang menarik untuk Anda pilih.

Prospek Kerja dan Pilihan Karir untuk Lulusan Kehutanan

1. Kesempatan Karir bagi Lulusan Kehutanan

Indonesia sendiri memiliki peluang tinggi untung berkarir di industri hutan. Ada banyak perusahaan tambang atau perhutanan yang membutuhkan kemampuan para sarjana baru. Misalnya seperti perusahaan di industri hasil hutan, Anda dapat bekerja sebagai manajer suatu bidang pengelolaan.

Lulusan kehutanan Indonesia juga bisa bekerja di kancah internasional atau luar negeri. Tentu tugasnya sama dan keuntungannya bisa mendapatkan gaji serta fasilitas lebih baik. Sarjana kehutanan juga bisa mendapatkan gaji tinggi melalui berbagai sertifikasi keahlian sehingga skill nya pun juga bertambah.

2. SIG Analisis

SIG adalah Sistem Informasi Geografis dan lulusan kehutanan memiliki kemampuan ini. Anda bisa memanfaatkan kemampuan ini lebih dalam untuk mendapatkan pekerjaan. Contoh tugas pekerjaannya adalah seperti mengelola, memfasilitasi, dan meneliti berbagai kompilasi, sinkronisasi pada berbagai data geospasial.

Tentunya seorang SIG Analyst juga bertugas mengumpulkan serta mengolah data geospasial menjadi sistem manajemen data. Ada pula jobdesc lainnya yaitu menyusun catatan teknis, memo, presentasi, dan berbagai dokumen yang berhubungan dengan kebutuhan perusahaan.

3. Pengembang Teknologi Hasil Hutan

Pada dasarnya pengembang teknologi hasil hutan ini memiliki jurusan atau fokus ilmunya sendiri. Namun industri teknologi hasil hutan juga bisa menjadi tujuan karir bagi lulusan kehutanan. Biasanya akan bekerja di lingkup industri pengolahannya dan kertas.

Selain itu juga bisa di departemen kehutanan atau bahan konstruksi pada perusahaan ternama. Selain bekerja untuk perusahaan, para sarjana kehutanan juga bisa berkarir di pemerintahan. Tentu pada bagian departemen atau kementerian kehutanan. Keuntungan bekerja di lembaga pemerintah sendiri sudah pasti memiliki prospek karir yang cerah.

4. Pengelola Kawasan Ekowisata

Indonesia memiliki banyak wilayah hutan, baik itu untuk komersial, ekowisata, atau habitat alami. Bagian ekowisata inilah yang membutuhkan tenaga ahli dari sarjana kehutanan. Para lulusan bisa menjadi pengelola kawasan ekowisata menjadi lebih baik dan menguntungkan dua belah pihak, pengunjung dan pemilik.

Ketika ekowisata di Indonesia sudah sangat membaik atau bahkan setara dengan taraf internasional maka bisa menguntungkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat di sekitar, hutan itu sendiri, dan hewan-hewan yang tinggai di dalamnya.

5. Konsultan Kehutanan

Konsultan kehutanan adalah pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh lulusan senior atau sudah berpengalaman dengan berbagai perusahaan. Tugas seorang konsultan kehutanan itu sendiri terbilang banyak sehingga tidak heran bila banyak ditemui dalam bentuk agensi.

Adapun tugasnya ialah seperti pembentukan AMDAL, pembuatan UKL/UPL, kemudian juga melakukan pemantauan lingkungan, studi kelayakan, audit lingkungan, dan masih banyak lagi. Namun tentunya tidak semua tugas Anda kerjakan sekaligus, tergantung dengan permintaan dari klien.

6. Silvikultur

Silvikultur adalah kegiatan untuk mengendalikan proses penanaman, pertumbuhan, komposisi, kesehatan, serta kualitas suatu hutan. Tujuannya adalah untuk mencapai aspek ekologi dan ekonomi yang perusahaan atau pemerintah inginkan. Biasanya posisi ini bekerja di bawah naungan suatu perusahaan.

Silvikultur juga bisa bekerja di ranah pemerintahan, seperti kelembagaan atau bahkan dalam kementerian itu sendiri. Adapun beberapa contoh program silvikultur yang sudah terkenal di Indonesia ialah seperti Tebang Pilih Tanam Indonesia, Tebang Pilih Tanam Jalur, dan Tebang Rumpang.

Kualifikasi Pengetahuan dan Skill untuk Lulusan Kehutanan

Bekerja di bidang kehutanan sebagai lulusan jurusan kehutanan tentu harus memiliki beberapa keahlian. Misalnya seperti observasi, penelitian, analisis, berpikir terstruktur, dan masih banyak lagi yang lainnya. Setiap keahlian ini akan mempengaruhi keberhasilan pekerjaan Anda di masa mendatang.

Kualifikasi Pengetahuan dan Skill untuk Lulusan Kehutanan

1. Observasi dan Meneliti

Observasi adalah kegiatan mengamati dan menelusuri objek penelitian dan di dalamya terbagi menjadi 3 kategori. Ketiga kategori itu adalah partisipan, observasi sistem, dan observasi eksperimen. Kemampuan observasi ini akan Anda butuhkan mulai dari masa kuliah hingga bekerja.

Demikian pula dengan kemampuan meneliti yang mana bukan hanya sembarang mengamati hutan. Kegiatan meneliti akan sangat sering Anda lakukan terlebih lagi ini berhubungan dengan hutan atau alam. Penelitian itu tentu bertujuan untuk mengetahui bagaimana atau mana cara terbaik untuk menjaga hutan.

2. Melakukan Analysis

Setiap penelitian pasti akan ada analisis data sehingga seorang lulusan kehutanan membutuhkan kemampuan analisis data yang baik. Analisis data ini sendiri biasanya akan berpaku pada penelitian sebelumnya, baik itu yang Anda lakukan atau penelitian orang lain.

Melalui analisis data maka akan menghasilkan hasil penelitian yang diinginkan. Misalnya melakukan penelitian mengapa hutan di Kalimantan memiliki struktur yang berbeda dan tidak bisa menjadi tempat ekowisata sementara memiliki potensi yang bagus. Seorang ahli hutan harus bisa menjawab pertanyaan itu.

3. Berpikir Terstruktur

Berpikir terstruktur merupakan salah satu cara atau metode problem solving. Pola pikir ini adalah teknik kerangka berpikir yang digunakan untuk memecahkan masalah tidak terstruktur. Terkadang hutan memiliki berbagai masalah alam yang tidak masuk akal atau belum manusia ketahui.

Tentu masalah itu bisa terjadi secara tiba tiba sehingga seorang lulusan kehutanan harus bisa menemukan penyebabnya melalui pola pikir ini. Ketika masalah selesai maka kondisi hutan akan kembali menjadi baik. Dengan kata lain hutan berhasil terselamatkan atau sesuai dengan tujuan klien.

4. Pemahaman Tentang Biologi dan Kimia

Pengetahuan tentang biologi dan kimia adalah hal penting karena berguna untuk perkembangan hutan. Biologi itu sendiri berhubungan dengan makhluk hidup dan ekosistem yang ada di dalam hutan itu sendiri. Kemudian berpadu dengan ilmu kimia yang dapat menghasilkan teknologi kehutanan.

Pemahaman tentang biologi dan kimia ini meliputi pengetahuan tentang tumbuhan serta sel sel di dalamnya. Sama dengan kimia yang membahas berbagai dasar zat tertentu.

Demikian tentang gaji lulusan kehutanan dan berbagai prospek kerja yang menarik. Semoga bisa menjadi tambahan informasi dan bahan pertinbangan bagi orang yang mashih bibyung dengan jurusan atau masa depan karir mereka.