Gaji operator produksi di Indonesia bisa mencapai 6 juta per bulan. Profesi ini juga memiliki jenjang karir yang menjanjikan sehingga bisa menjadi tujuan karir Anda setelah lulus pendidikan. Selain itu tugas pekerjaannya juga mudah, mulai dari mengatur alat produksi hingga mengawasi pasca produksi.

Baca juga : Gaji Marketing

Mengenal Profesi dan Gaji Operator Produksi

Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui posisi pekerjaan operator produksi ini. Biasanya posisi operator produksi tersedia di pabrik, baik itu skala kecil, menengah, atau besar. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai posisi pekerjaan operator produksi.

Mengenal Profesi dan Gaji Operator Produksi

1. Apa Itu Operator Produksi

Operator produksi adalah seseorang yang bertugas untuk mengoperasikan alat atau mesin. Tentunya mereka bekerja guna membantu proses pemuatan, perakitan, dan langkah lainnya dalam ranah produksi. Posisi ini sangat penting karena bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan produksi.

Setiap perusahaan pasti membutuhkan operator produksi sehingga bisa menghasilkan produk yang sesuai. Melalui hasil produksi yang sesuai maka perusahaan juga akan bisa memenuhi permintaan pasar. Artinya hal itu juga berpengaruh pada tanggung jawab operator produksi yaitu harus memenuhi target.

2. Rentang Gaji Operator Produksi

Gaji seorang operator produksi biasanya berada di rentang 4 juta – 6 juta rupiah per bulan. Nominal itu bisa meningkat jika pekerja memberikan kinerja yang bagus dan naik jabatan. Untuk jenjang karirnya juga tersedia banyak dan menjanjikan di beberapa perusahaan.

Namun dengan adanya pendapatan sebesar itu maka seorang operator produksi juga harus memiliki beberapa kualifikasi. Adapun kualifikasi yang bisa Anda miliki adalah seperti mekanis, listrik, elektronik, dan kimia. Selain itu juga ada kualifikasi lainnya yang menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Tugas dan Kewajiban Untuk Gaji Operator Produksi

Selain melakukan berbagai tugas yang sudah perusahaan tetapkan, posisi operator produksi juga memiliki tugas atau tanggung jawab lainnya. Mulai dari memastikan kesesuaian proses kerja hingga membuat laporan pekerjaan. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai tugas seorang operator produksi.

Tugas dan Kewajiban Untuk Gaji Operator Produksi

1. Memastikan Proses Kerja Sesuai

Operator produksi harus bisa memastikan dan menjamin bahwa proses kerja sudah mereka lakukan sesuai dengan SOP atau arahan. Tentu pada setiap perusahaan atau pabrik sudah memiliki datar SOP atau briefingnya sendiri. Hal itu guna mendukung alur kerja yang baik dan sesuai serta aman untuk pekerja.

Tidak hanya memastikan proses kerja yang sesuai namun juga harus lancar. Mengingat pekerjaan ini memiliki target maka pekerjaan mereka harus dilakukan secara lancar dan cepat. Percuma saja bila pekerjaan cepat namun hasilnya tidak sesuai yang artinya harus mengulang kembali proses produksi.

2. Menyiapkan dan Mengoperasikan Alat Produksi

Operator produksi juga harus menyiapkan serta mengoperasikan alat produksi. Adapun maksud dari alat produksi itu mengacu pada mesin dan kebutuhan alat lainnya untuk menghasilkan produk perusahaan. Tentunya proses produksi tidak akan bisa berjalan jika alat belum siap atau bahkan tidak tersedia.

Tidak hanya menyiapkan namun pastinya operator produksi harus mengoperasikan alat itu. Proses mengoperasikan alat produksi ini wajib sesuai dengan standar SOP dan K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Melalui prosedur yang tepat maka proses produksi bisa aman untuk pekerja dan perusahaan.

3. Bertanggung Jawab dalam Target Produksi

Posisi operator produksi juga bertanggung jawab dalam memenuhi target produksi. Pasalnya target ini berhubungan dengan kewajiban perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar. Ketika target tidak tercapai maka akan menciptakan efek domino pada permintaan pasar dan pendapatan perusahaan.

Maka dari itu kinerja operator produksi harus stabil agar bisa memenuhi target dan tidak ada penumpukan target. Namun di sisi lain, perusahaan juga akan melakukan upaya dalam mendukung kinerja karyawan. Misalnya seperti memberikan fasilitas atau upgrade kemampuan mesin produksi.

4. Mengatur dan Memperbaiki Alur Produksi

Setiap produksi barang pasti memiliki alur produksi yang jelas. Alur produksi ini bisa sama dengan SOP perusahaan, namun ada pula badan usaha yang membedakannya. Operator produksi memiliki tugas membantu pengaturan alur yang baik sehingga pekerjaan jadi lebih lancar.

Selain itu ia juga perlu ikut andil dalam perbaikan sistem mesin produksi. Pasalnya ia akan berinteraksi langsung dengan mesinnya. Jika menemukan kejanggalan, operator produksi harus melaporkannya pada atasan, demikian juga ketika mengetahui potensi peningkatan proses produksi.

5. Menjaga Kebersihan, Kerapian, dan Keamanan Lingkungan Kerja

Setiap pekerjaan akan lebih baik jika tempat kerjanya dalam keadaan bersih, tertata, dan rapi. Maka dari itu operator produksi juga harus memastikan area kerja mereka memiliki suasana atau lingkungan yang nyaman. Biasanya hal ini terealisasikan dalam bentuk jadwal piket kebersihan.

Tidak hanya bersih, tingkat kerapihan area kerja juga harus terjaga. Ketika mesin dan bahan produksi tersusun rapi maka proses kerja juga akan lebih mudah. Tidak akan ada kendala atau kekeliruan bahan produksi. Selain itu suasana kerja juga jadi lebih nyaman dari biasanya. 

6. Briefing Rekan Kerja

Operator produksi memiliki tanggung jawab dalam melakukan dan menginformasikan briefing pada rekan kerja. Biasanya ini terjadi ketika pergantian shift dari yang pertama ke pekerja selanjutnya. Tujuan dari briefing ialah untuk meminimalisir miskomunikasi dan memberikan informasi tugas kerja.

Misalnya shift satu telah memproduksi 200 barang sehingga shift selanjutnya bisa melanjutkan hingga memenuhi target harian. Komunikasi atau briefing seperti ini cukup penting, di sisi lain juga bisa meningkatkan hubungan positif di antara rekan kerja.

7. Mengawasi Penggunaan Mesin dan Proses Pasca Produksi

Seorang operator produksi perlu mengawasi mesin yang sedang beroperasi, hal serupa juga berlaku untuk alat-alat yang pekerja gunakan. Tujuannya untuk memastikan proses produksi berjalan secara aman dan lancar. Selain itu operator produksi juga harus memperhatikan serta mengawasi proses pasca produksi.

Adapun maksud dari proses pasca produksi ialah seperti pengemasan, pengiriman, dan dokumentasi hasil produk. Selain itu juga harus memastikan setiap hasil produksi sudah sesuai standar dan lolos Quality Control. Kemudian juga melakukan pencatatan hasil produksi sebagai bukti pekerjaan berhasil.

8. Menyusun dan Menyampaikan Laporan Kerja

Tugas dan tanggung jawab terakhir adalah menyusun dan menyampaikan laporan pekerjaan ke atasan. Laporan pekerjaan ini mencakup banyak hal, mulai dari hasil produksi, keberlangsungan proses produksi, hingga macam-macam hasil produksi.

Selain itu beberapa perusahaan juga meminta penjelasan kendala yang terjadi selama produksi. Biasanya hal itu bertujuan sebagai bahan evaluasi sehingga perusahaan bisa memperbaiki kendala di produksi selanjutnya. Hal ini tentu juga akan berpengaruh pada hasil produksi yang tersebar di pasar.

Pembuatan Laporan Produksi dalam Gaji Operator Produksi

Untuk bisa mendapatkan gaji operator produksi secara penuh, seseorang harus bisa membuat laporan produksi. Laporan ini mencakup banyak hal namun secara garis besar terbagi menjadi 3 yaitu bagaimana kualitas hasil produksi, macam-macam hasil produksi, dan data waktu lembur para pekerja.

Pembuatan Laporan Produksi

1. Kualitas Hasil Produksi

Hasil produksi tidak akan selamanya bagus atau sempurna, terkadang ada yang cacat. Kecacatan produk ini sendiri bisa berasal dari banyak penyebab, mulai dari kinerja mesin hingga human error. Setiap hasil produksi, biak sempurna maupun catat harus berada dalam laporan produksi.

Informasi kualitas hasil produksi ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perusahaan. Namun operator produksi juga harus menjelaskan berbagai penyebab dari kecacatan produk itu. Ketika perusahaan sudah mengetahui penyebabnya maka akan lebih mudah menemukan solusi yang tepat.

2. Macam-macam Hasil Produksi

Dalam satu perusahaan sudah pasti memiliki jenis produk yang beragam. Operator produksi harus menjelaskan macam-macam hasil produksi yang terjadi pada hari itu atau periode tertentu. Jadi perusahaan akan memiliki data mengenai hasil produksi di setiap produk yang mereka miliki.

Di sisi lain, bagian ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk menghasilkan inovasi baru di kemudian hari. Bisa saja inovasi itu muncul dari berbagai proses produksi yang sama di setiap harinya. Jadi seorang operator produksi harus bisa membuat dokumentasi tentang macam-macam hasil produksi.

3. Data Waktu Lembur Pekerja

Akan ada masanya pekerja operator produksi mengalami overtime atau lembur. Ketika hal ini terjadi maka mereka harus memiliki data waktu lembur dalam laporan kerja. Fungsinya adalah untuk menjadi acuan dalam memberikan upah lembur, tentunya para pekerja tidak ingin mendapatkan upah yang kurang bukan?

Walaupun data lebur ini bisa perusahaan dapatkan dari jadwal absen namun tetap membutuhkan data pendukung yaitu catatan dari pekerja itu sendiri. Jadi penting bagi mereka untuk mencatat setiap jadwal lembur yang terjadi. Jangan sampai terjadi kekeliruan yang kelak juga akan merugikan diri sendiri.

Kualifikasi Operator Produksi

Jika ingin menjadi karyawan operator produksi maka harus mengetahui beberapa kualifikasinya lebih dulu. Mulai dari standar pendidikan, pengalaman kerja kesehatan fisik, dan lain sebagainya. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai kualifikasi kerja pada posisi operator produksi.

Kualifikasi Operator Produksi

1. Standar Pendidikan

Posisi operator produksi memiliki syarat pendidikan minimal S1 atau sederajat. Perihal jurusan atau ilmu pendidikannya bisa dari beberapa cabang. Misalnya seperti juruan kimia, teknik mesin, teknik elektro, teknik industri, teknik kimia, dan teknik elektronika.

6 jurusan itu memiliki bekal pengetahuan yang cukup dan berhubungan dengan tugas kerja oprator mesin. Selain itu terkadang ada perusahaan yang membutuhkan pekerja dengan latar pendidikan tertentu atau tambahan. Misalnya seperti kursus mengoperasikan mesin tertentu yang biasa digunakan oleh sebagian besar perusahaan.

2. Pengalaman Kerja

Setiap lowongan pekerjaan sudah pasti membutuhkan pekerja baru yang berpengalaman. Rentang waktu pengalaman itu tergantung dengan kebutuhan perusahaan. Secara umum biasanya perusahaan akan mencari pekerja dengan pengalaman minimal 1 – 2 tahun di bidang yang sama.

Berdasarkan hal itu maka bagaimana sarjana baru dapat bekerja padahal tidak memiliki pengalaman? Jawabannya ialah dengan memperbanyak masa magang di suatu perusahaan. Selain itu Anda juga bisa mengambil kursus atau menambah keahlian baru yang sejalan dengan bidang pekerjaan.

3. Kesehatan Fisik dan Mental

Seseorang harus senantiasa dalam keadaan fisik yang sehat dan kondisi mental yang baik. Aspek kesehatan ini sangat penting dan tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Kesehatan fisik itu sendiri dapat pekerja buktikan melalui tes kesehatan dengan hasil surat keterangan dokter.

Sementara itu untuk kesehatan mental, calon pekerja harus memastikan dengan baik bahwa tidak ada hal yang mengganggu. Pekerja juga harus memiliki kemampuan mengontrol emosi dengan baik seperti mampu mengendalikan emosinya dengan cara yang tepat.

4. Mampu Bekerja Sesuai Target

Mengingat pekerjaan ini akan terus mendapatkan target produksi dari perusahaan maka karyawan harus bisa bekerja sesuai target. Selain itu juga dapat bekerja di bawah tekanan dengan baik. Ketika seseorang tidak bisa bekerja di bawah tekanan maka ia akan mudah stress dan berdampak pada kinerjanya.

Stress itu sendiri dapat berdampak pada banyak aspek, terutama kinerja perusahaan. Artinya perusahaan akan mengalami kerugian ketika karyawan stress, tidak bisa bekerja dengan baik dan tidak memenuhi target. Di samping itu karyawan juga akan mendapat banyak teguran atau bahkan terancam PHK.

5. Kemampuan Kerja Tim

Setiap divisi pekerjaan sudah pasti memiliki tim agar pekerjaan bisa selesai dengan cepat. Berdasarkan hal itu maka setiap pekerja harus bisa memiliki kemampuan kerja tim. Saling membagi tugas, membantu teman, dan mendukung teman dalam pekerjaanya adalah bentuk kerja tim yang baik. 

Seseorang dengan skill kerja tim yang bagus maka akan membuat tim itu maju. Selain itu ia juga akan lebih mudah mendapatkan promosi naik jabatan. Kemampuan ini juga akan membuat satu tim menjadi lebih kompak. Pada akhirnya juga berdampak pada kesuksesan perusahaan itu sendiri.

Jenjang Kerja dan Gaji Operator Produksi

Profesi operator produksi ini memiliki jenjang kerja yang menjanjikan dengan tingkatan paling atas adalah manager. Setiap pekerja tentu berkesempatan naik jabatan selama ia memiliki kinerja yang bagus. Berikut tahapan jenjang karir yang dapat menjadi acuan Anda dalam bekerja sebagai operator produksi.

Jenjang Kerja

1. Staff dan Officer

Staff dan officer operator produksi merupakan 2 jabatan tahap pertama. Biasanya fresh graduate akan mendapatkan penempatan kerja di dua posisi ini, antara staff dan officer. Indikator penempatannya adalah dari kemampuan dan keahlian yang mereka miliki.

Untuk staf operator produksi memiliki rentang gaji sekitar 4 – 5 juta perbulan sedangkan posisi officer sekitar 5 – 6 juta per bulan. Namun nominal pendapatan itu bisa berbeda di setiap perusahaan dan daerah tempat Anda bekerja. Selain itu bisa juga lebih tinggi jika memiliki kemampuan lebih baik.

2. Supervisor dan Assistant Manager

Supervisor berlaku sebagai ketua atau pengendali staff operator produksi. Tugas seorang supervisor adalah memastikan bawahannya menjalani pekerjaan dengan baik. Selain itu juga memberikan motivasi pada tim sehingga bisa menghasilkan kinerja yang baik dari waktu ke waktu.

Assistant manager bertugas untuk membantu manajer dalam mengatur jalannya pekerjaan di divisi operator produksi. Tentu gaji seorang assistant manager akan lebih tinggi yaitu mulai dari 7 – 10 jutaan. Walaupun demikian ia memilik tanggung jawab yang besar seperti memberikan pengarahan pada bawahan.

3. Manager

Posisi jenjang karir paling atas adalah manager yang mana bertugas mengarahkan usaha atau divisi dalam mencapai target. Ia juga bertanggung jawab dalam merencanakan produksi, mengorganisasikan pekerja, serta memimpin jalannya pekerjaan di divisi operator produksi.

Gaji seorang manager sangatlah tinggi, bisa mulai dari 15 jutaan per bulan. Untuk bisa menjadi manager, seseorang harus memiliki keahlian serta kemampuan yang lebih baik dari bawahannya. 

Demikian tentang gaji operator produksi yang bisa Anda ketahui dengan baik. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk banyak orang yang sedang bingung dengan rencana karir mereka. Jangan lupa untuk mempersiapkan berbagai keahlian atau kualifikasi kerja jika ingin berkarir sebagai operator produksi.

Bagikan: