Pengertian Siber: Keamanan, Serangan, dan Cara Menghindarinya

Ketika menjelajahi internet pengguna pasti tak asing dengan kata siber atau kejahatan siber. Kata ini sangat berhubungan erat dengan internet. Jadi banyak yang akhirnya penasaran apa pengertian siber yang sebenarnya dan bagaimana pula bentuk siber itu sendiri.

Meski terlihat sederhana namun sebetulnya dunia siber itu amatlah kompleks. Bahkan banyak kejahatan atau serangan yang terdapat di dalamnya dan dapat menimpa pengguna internet. Lebih jelasnya simak informasi berikut ini.

Apa Itu Siber?

Siber atau Cyber adalah suatu hal yang berkaitan dengan sistem informasi atau komputer. Siber juga sangat identik dengan internet. Di sisi lain pengertian siber juga bisa sangat kompleks yakni berhubungan dengan penyimpanan, akses, perlindungan, pemrosesan, transmisi dan penghubungan data.

Dalam bahasa Indonesia sendiri istilah siber berasal dari bahasa Inggris yaitu Cyber. Kata Cyber adalah singkatan dari cybernetics. Artinya yaitu ilmu komunikasi dan sistem kontrol kontrol di mesin dan makhluk hidup atau sibernetika.

Pengertian Keamanan Siber

Seperti halnya pada dunia nyata, keamanan siber dalam hal ini berfungsi untuk melindungi atau menjaga pengguna serta sistem komputer. Penipu di dunia maya dapat menggunakan banyak cara untuk menipu pengguna internet. Bahkan dengan mudah pengguna dapat menyerahkan data pribadinya sendiri.

Banyaknya tipu muslihat yang dilakukan oleh penipu membuat pengguna gampang terhasut. Internet dapat menjadi tempat yang menyeramkan bagi sebagian orang karena ada banyak serangan yang kejahatan yang dapat terjadi. Maka dari itu, keamanan siber akhirnya dibentuk agar pengguna lebih terlindungi.

Tipe Serangan Siber

Meski pengertian siber atau internet terlihat menyenangkan untuk dijelajahi, namun sebenarnya banyak serangan yang bisa menimpa pengguna. Meski demikian, serangan-serangan tersebut terkadang justru tak disadari dan dianggap sepele. Agar lebih jelas, berikut penjelasan mengenai tipe-tipe serangan siber:

1. Malware

Ialah perangkat lunak berbahaya yang dapat dipasang oleh penyerang ke perangkat milik pengguna. Caranya malware sering disusupkan ke komputer lewat lampiran email biasa atau berupa tombol palsu yang biasa ditemukan di situs website. Sehingga keamanan siber tidak bisa mendeteksinya.

Serangan malware dapat mencuri data pribadi pengguna (spyware), memasang perangkat lunak berbahaya. Hingga mematikan sistem operasi perangkat yang dipakai pengguna. Oleh karena itu, pengguna harus membuka atau mengunduh berkas yang sudah benar-benar aman dan pasti saja.

2. Ransomware

Berbentuk malware yang mengenkripsi semua berkas yang dimiliki pengguna. Sayangnya pengguna memang sering tak sadar bahwa sedang mengunduh ransomware. Sebab ransomware dapat masuk melalui email yang tampak aman-aman saja dan dari pengirim yang tidak mencurigakan.

Setelah pengguna membukanya maka berkas tidak bisa diakses. Serangan ransomware ini dapat mengendalikan komputer pengguna dan untuk menghentikannya pengguna harus membayar tebusan. Itulah yang terjadi apabila pengguna mendapati serangan ransomware dan terperangkap di dalamnya.

3. Phising

Serangan siber yang ini mungkin sudah familiar, karena phising biasa bertindak menjadi sumber yang terpercaya. Phising bisa dalam bentuk email, pesan di media sosial, atau bahkan panggilan telepon. Pelaku phising bisa mengaku sebagai pihak bank, kepolisian, atau marketplace.

Dengan tujuan menipu pengguna agar mendapatkan keuntungan finansial. Serangan phising bahkan bisa dibuat seolah-olah pesan atau tautan itu aman untuk diakses. Sehingga banyak pengguna yang akhirnya tertipu dan terkuras uangnya.

Jadi jangan pernah membuka atau klik tautan apapun jika sumbernya tidak benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Keamanan informasi pengguna adalah prioritas perusahaan jadi tidak mungkin bila perusahaan menyebarkannya atau justru memintanya pada pengguna.

4. Denial of Service (DDoS)

DDos ini biasa terjadi ketika jaringan siber pengguna sedang kewalahan dan lalu lintas internet yang membanjir. Sehingga lalu lintas yang banyak menggunakan bandwidth ini membuat jaringan tidak bisa dipakai untuk keperluan sah. Serangan DDoS sering menyasar pelaku bisnis atau organisasi.

Tujuan utama dari serangan DDoS bukanlah uang tapi agar orang-orang tidak bisa mengakses website tersebut. Biasanya DDoS justru dikenal untuk maksud demi kebaikan. Misalnya untuk mengontrol kelompok pembenci melemparkan opini kebencian di website tersebut dengan memblokir aksesnya ke situs.

5. Serangan Pelaku Perantara

Serangan yang satu ini akan membuat penyerang berada di antara pihak pengguna dan orang lain. Contohnya bila salah seorang pengguna berhutang kepada seseorang maka pengguna pasti akan memberikan nomor rekening kepada orang tersebut. Sehingga orang tersebut dapat melakukan transfer uang.

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah pelaku sedang menyamar sebagai pengguna atau pun lawan bicaranya. Tidak ada yang benar-benar sadar karena pelaku seolah-olah tahu betul cara untuk menjadi korban. Inilah yang akhirnya membuat para korbannya menguras sendiri isi dompetnya secara sadar.

Cara Menghindari Serangan Siber

Semakin hari penjahat siber semakin canggih dan pandai menyusun strateginya. Untuk itu, pengguna tidak cukup bila hanya memahami pengertian siber tetapi juga harus mengerti cara menghindari serangan tersebut. Berikut beberapa cara untuk menghindarinya, yaitu:

1. Selektif Memilih Aplikasi atau Perangkat Lunak

Langkah pertama untuk melindungi perangkat dari serangan siber adalah dengan selektif memilih perangkat lunak yang digunakan. Pastikan untuk mengunduh aplikasi yang berasal dari sumber-sumber terpercaya. Seperti pada App Store atau Play Store.

Jangan sampai tergiur aplikasi gratis yang menawarkan banyak fitur keren namun sumbernya meragukan. Hal tersebut dapat mengancam komputer atau ponsel pengguna. Sebab bisa saja aplikasi atau perangkat lunak tersebut sudah disisipi malware atau spyware.

2. Hindari Membagikan Informasi Pribadi

Jangan pernah membagikan informasi pribadi kepada sumber-sumber yang tidak bertanggung jawab atau bahkan di media sosial. Informasi pribadi ini bila diketahui oleh para penipu bisa dimanfaatkan sebagai serangan siber. Sehingga aksi ini justru menjadi bumerang bagi pengguna internet.

3. Ganti Kata Sandi dan Cadangkan Data

Lakukan cara ini secara rutin atau berkala, karena serangan bisa terjadi kapan saja. Buatlah kata sandi yang amat rumit dengan mengkombinasikan angka, huruf, dan simbol serta simpan rapat-rapat. Jangan lupa juga untuk selalu mengaktifkan autentikasi 2 faktor agar lebih aman.

4. Perbarui Setiap Aplikasi dan Sistem yang Digunakan

Setiap pengembang dari sebuah aplikasi, perangkat lunak, hingga sistem operasi pasti terus melakukan pembaruan. Termasuk dalam memperbarui sistem keamanan siber agar tidak mudah mendapatkan serangan. Untuk itu, segeralah lakukan perubahan untuk mendapatkan layanan terbaru yang pastinya memuaskan dan semakin aman.

5. Cek Keaslian Informasi

Pelaku serangan siber umumnya akan mengelabui pengguna dengan cara menyamar menjadi pihak-pihak terpercaya. Oleh sebab itu, agar terhindar dari penipuan pengguna harus terlebih dahulu mengecek informasi yang diberikan. Lakukan pengecekan tersebut ke sumber-sumber yang resmi.

Misalnya, saat mendapatkan informasi memenangkan undian bank cek apakah betul bank tersebut sedang mengadakan undian ke banknya langsung. Bila pengguna diberikan informasi mengenai perusahaan mencurigakan, periksalah apakah perusahaan tersebut memang benar adanya atau hanya karangan.

6. Selalu Waspada

Pengguna harus selalu meningkatkan kewaspadaan kapan saja dan dimana saja. Jangan mudah mempercayai sembarang informasi yang didapatkan terlebih dari sumber yang tidak terpercaya. Baik melalui email, SMS, telepon, Whatsapp, dan lain sebagainya.

Apalagi jika penipu mengiming-imingi hadiah yang berlimpah dengan syarat pengguna harus memberitahu kode OTP yang dikirimkan perusahaan. Kode OTP adalah kode yang sangat rahasia jadi jangan pernah berpikir untuk menyebarkannya bahkan ke siapa saja. Jadi pikirkan matang-matang sebelum melakukan tindakan.

Baca Juga: Pengertian Profesionalitas dan Tips Menerapkan Dalam Lingkungan Kerja

Itu dia informasi mulai dari pengertian siber, keamanan siber, serangan siber, hingga cara menghindarinya serangan tersebut. Setiap mendapatkan informasi pastikan untuk selalu cek keaslian informasi tersebut agar terhindar dari penipuan dan kerugian. Jangan segan-segan untuk melapor bila serangan tersebut menimpa. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.