Inilah Daftar Sarjana Jurusan Non Teknik dengan Karir Cemerlang

Ada banyak pekerjaan menjanjikan untuk sarjana jurusan teknik di berbagai bidang. Bahkan pendapatan sarjana teknik dikatakan cukup tinggi mengingat keahlian dan ilmu yang dimiliki. Akan tetapi, tahukah jika ada banyak sarjana jurusan non teknik yang juga memiliki karir cemerlang? Bahkan pendapatan dan jenjang karir yang didapatkan juga sangat menarik.

sarjana jurusan non teknik

Tidak selamanya anak jurusan IPA di sekolah menengah atas harus melanjutkan studi ke jurusan teknik. Ada banyak pilihan jurusan non teknik yang menarik sekaligus menjanjikan jika dilihat dari segi karirnya. Berikut ini adalah daftar sarjana jurusan non teknik dengan prospek kerja yang menarik dan cukup menjanjikan. Kira-kira mana yang sesuai? Simak ulasannya berikut:

1. Farmasi

Pada urutan pertama ada jurusan Farmasi. Pelajar yang memiliki kegemaran mempelajari pelajaran kimia, biologi, maupun fisika dapat melanjutkan pendidikannya ke jurusan farmasi. Sebenarnya, jurusan farmasi bukanlah hanya soal meracik obat-obatan saja. Pada dasarnya, mahasiswa farmasi berfokus pada formulasi senyawa baik pada obat, makanan, maupun minuman.

Di jurusan ini, pembaca akan diajarkan bagaimana cara mengenali struktur senyawa serta cara sintesisnya. Selain itu, membaca juga akan diajarkan cara pengolahannya hingga menjadi obat atau produk lain yang layak konsumsi. Lulusan farmasi memiliki peluang kerja yang luas. Mulai dari menjadi apoteker, product developer, quality control, dan masih banyak lainnya.

2. Kedokteran

Pendidikan tentang kesehatan tubuh manusia memang sangatlah penting, terlebih lagi baru-baru ini sejak pandemi melanda. Tenaga kedokteran sangat dibutuhkan terlebih lagi dengan kondisi negara Indonesia yang sangat luas. Lulusan jurusan ini memiliki prospek kerja yang menjanjikan mengingat kebutuhan tenaga kesehatan yang terus bertambah.

Fokus jurusan ini adalah mempelajari sistem tubuh manusia, penyakit, serta pengobatannya. Setidaknya mahasiswa kedokteran harus menempuh 7 tahun pendidikan yang mencakup kuliah, koas, dan magang. Seseorang baru bisa dikatakan resmi menjadi seorang dokter jika sudah mengantongi izin praktek yang disebut STR. Tertarik untuk menjadi sarjana jurusan non teknik satu ini?

3. Kedokteran Gigi

Kesehatan mulut tentu sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Bahkan banyak gangguan kesehatan yang bermula dari masalah pada mulut, lho. Gusi yang bengkak atau gigi yang tumbuh tidak sesuai arah akan menyebabkan efek samping berupa pusing, demam, dan lain sebagainya. Inilah yang membuat peran seorang dokter gigi sangat penting.

Mahasiswa kedokteran gigi akan diajarkan mengenai anatomi bagian mulut serta cara mengobati penyakitnya. Selain itu, mahasiswa kedokteran gigi juga mempelajari operasi bedah, pembuatan serta pemasangan gigi palsu. Untuk waktu pendidikannya kurang lebih sama seperti jurusan kedokteran umum. Mahasiswa setidaknya perlu menempuh 7 tahun sampai mendapatkan izin praktik.

4. Kedokteran Hewan

Anatomi tubuh manusia dengan hewan tentu sangat berbeda. Kini memiliki hewan peliharaan merupakan hal yang wajar. Bahkan kini sudah ada sebutan anabul untuk piaraan kesayangan. Pendidikan kedokteran hewan memiliki peran penting untuk menjaga dan menangani penyakit yang terjadi pada berbagai satwa.

Jika pada pendidikan kedokteran umum diperlukan 7 tahun pendidikan, pada pendidikan kedokteran hewan diperlukan 6 tahun masa belajar. 6 tahun ini termasuk dengan pendidikan preklinik dan profesi. Mahasiswa kedokteran hewan bisa membuka klinik sendiri, bekerja di kebun binatang, atau lembaga konservasi satwa. Tertarik untuk mencoba?

5. Ilmu Gizi

Terdengar sederhana namun penting ialah jurusan ilmu gizi. Jurusan ini pada dasarnya mempelajari mengenai pola makan dan pengaruhnya pada kesehatan, produktivitas, pertumbuhan, dan kualitas manusia. Lulusan jurusan ini memiliki peluang kerja di berbagai bidang lantaran lingkup pendidikannya yang cukup luas. Peluang kerja jurusan ini bisa menjadi staf di BPOM, quality control, dan ahli gizi.

6. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Untuk pembaca yang ingin bekerja di bidang industri namun menghindari jurusan teknik bisa mendaftarkan diri di jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Seperti yang terlihat dari namanya, jurusan ini mempelajari mengenai bahaya atau risiko serta cara memanajemennya di lingkungan kerja. Mahasiswa jurusan ini diharapkan bisa menganalisa bahaya yang ada di lingkungan kerja/proyek.

Selain itu, mahasiswa juga perlu menganalisa langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan atau risiko untuk terjadi. Singkatnya, mahasiswa diharapkan bisa menjaga keamanan lingkungan kerja tetap terjamin. Lulusan pendidikan ini memiliki peluang bekerja sebagai engineering, safety manager, dan environment specialist.

7. Teknologi Pangan

Jurusan teknologi pangan mempelajari tentang cara produksi pangan untuk mendapatkan kualitas pangan yang aman dikonsumsi dan sesuai dengan kebutuhan gizi. Mahasiswa sarjana jurusan non teknik satu ini mempelajari lingkup yang lebih luas dari ilmu gizi. Mengapa demikian? Sebab selain mempelajari tahapan produksi pangan, di jurusan ini juga mempelajari efek sosial dari makanan yang dikonsumsi.

8. Rekayasa Pertanian

Semakin berkembangnya jaman, jumlah lahan pertanian semakin sedikit. Di masa mendatang diperkirakan akan memerlukan banyak tenaga ahli rekayasa pertanian untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan. Pembaca yang menyukai pelajaran kimia dan biologi sangat direkomendasikan untuk masuk dalam jurusan ini.

Dalam pendidikannya, mahasiswa mempelajari sistem pembangunan dan pengelolaan pertanian. Namun, mahasiswa juga akan mengkombinasikan sistem konvensional pertanian tersebut dengan prinsip-prinsip rekayasa biosistem. Lulusan sarjana jurusan non teknik ini memiliki prospek kerja di bidang ahli pertanian, manager pertanian dan peternakan, dan masih banyak lainnya.

9. Agribisnis

Pembaca yang ingin mempelajari pembuatan produk pangan baru, teknologi pengolahan pertanian, hingga distribusi pangan bisa masuk ke jurusan Agribisnis. Terbukti dengan semakin berkembangnya teknologi di masa kini, akan ada lebih banyak orang yang memilih berbelanja sayur dan produk pertanian secara praktis dan instan kedepannya.

Dengan kenyataan demikian, tentu saja jurusan ini terdengar lebih menjanjikan. Peluang kerjanya pun luas, sarjana jurusan non teknik ini bisa bekerja di pemerintahan maupun mendirikan perusahaan pengelolaan produk pertanian yang berbasis teknologi. Salah satu PTN yang menyediakan jurusan ini dengan akreditas baik ialah IPB.

10. Kehutanan

Bukan hanya lahan pertanian saja yang semakin sedikit, hutan di Indonesia pun juga semakin sedikit. Kondisi demikian berarti bahwa sektor kehutanan memerlukan banyak sumber daya manusia untuk mengelola dan melestarikannya. Mahasiswa jurusan kehutanan mempelajari ekologi, fisiologi, ilmu tanah, pengolahan dan manajemen hasi, satwa, dan tumbuhan hutan.

11. Astronomi

Selain ilmu alam di bumi, pembaca juga bisa mempelajari mengenai benda-benda langit melalui jurusan Astronomi. Di jurusan ini, mahasiswanya akan diajarkan mengenai struktur, sifat fisik evolusi, kosmologi, dan ilmu-ilmu lainnya terkait dengan tata surya. Lulusan sarjana jurusan non teknik ini berpeluang untuk menjadi astronom, pengajar, dan peneliti.

12. Bioteknologi

Cabang lain dari ilmu biologi yang tidak kalah menarik ialah Bioteknologi. Fokus dari jurusan ini adalah mempelajari pemanfaatan makhluk hidup dalam skala yang besar guna menghasilkan produk dengan nilai atau manfaat untuk manusia. Hal-hal yang dipelajari contohnya adalah seperti teknologi enzim dan fermentasi, analisa DNA, rekayasa genetika, dan masih banyak lainnya.

Kira-kira dari daftar sarjana jurusan non teknik di atas, mana yang menarik pembaca? Sesuaikan jurusan yang akan dipilih dengan minat, bakat, dan tentunya juga keahlian. Semoga informasi di atas bermanfaat.

 

Rate this post

Tinggalkan komentar