Bagi sebagian orang, mungkin saja mereka lebih tertarik untuk mendatangi tempat-tempat bersejarah karena selalu menyimpan cerita di baliknya. Begitupun Bukit Cemenung di Tulungagung. Salah satu peninggalan kolonial di Jawa Timur dan saat ini sudah menjadi tempat wisata oleh warga setempat.

Mengenal Bukit Cemenung Tulungagung

Bukit Cemenung
Source: https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1515395304/vqjcnqhfd9ldijokiqtq.jpg

Bagi pengunjung dari luar Tulungagung, mungkin hanya mengenal Waduk Wonorejo dan Pantai Kedung Tumpang saja. Padahal ada banyak wisata menarik lainnya termasuk Bukit Cemenung. Tempat wisata ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi pengunjung dari kalangan milenial.

Di kaki bukit Cemenung, Anda bisa melihat sebanyak 4 menara tua yang sebenarnya tidak terlalu tinggi. Dilihat dari arsitekturnya saja, terlihat bangunan tersebut sudah berumur selama ratusan tahun. Hal ini karena menara ini memang merupakan peninggalan dari kolonial sehingga sudah dibangun di masa Belanda.

Menara yang ada di Bukit Cemenung ini dulunya adalah pabrik pembakaran gamping oleh pengusaha Tiongkok. Bangunan tersebut masih berdiri kokoh meski tidak dipugar sampai saat ini. Dari sekilas saja, tampilannya memang hampir mirip seperti menara kincir angin yang banyak dijumpai di Belanda.

Baca juga :  Bukit Jodho: Wisata Anti Jomblo di Tulungagung

Informasi Umum Bukit Cemenung

Source: https://radartulungagung.jawapos.com/wp-content/uploads/2021/04/18-area-diusulkan-masuk-warisan-geologi-nasional_m_253013.jpg

Wisata Bukit Cemenung akan terasa sedikit berbeda jika Anda berkunjung kesini. Pasalnya menyimpan cerita sejarah di baliknya. Keindahan pada bukit ini terlihat pada beberapa menara tua yang terlihat berjejer sebagai ikon utamanya. Apabila tertarik untuk berkunjung, perhatikan dulu informasi berikut:

1. Lokasi Wisata

Bukit Cemenung
Source: https://www.google.com/maps/search/bukit+Cemenung/@-8.163352,112.0109155,14z?hl=en

Bukit Cemenung berada di Desa Tenggong Kec. Rejo Tangan Kab. Tulungagung. Anda pun bisa berangkat dari pusat kota Tulungagung. Nantinya bisa langsung mengikuti petunjuk arah sesuai arahan dari Google Maps. Bahkan solusi lainnya apabila tersesat adalah cukup bertanya kepada warga setempat.

Pasalnya lokasi dari Bukit Cemenung memang sudah memiliki akses jalan yang cukup baik. Dengan begitu, tidak akan membuat pengunjung merasa kebingungan selama berada di perjalanan. Anda bisa berangkat baik menggunakan kendaraan roda dua atau empat karena medan jalannya sudah bagus.

2. Daya Tarik Wisata

Wisata Bukit Cemenung menjadi destinasi yang wajib Anda kunjungi saat berada di Rejotangan, Tulungagung. Kali ni pengunjung bisa berfoto di menara tua dan cerobong di bagian atasnya. Adanya bangunan tersebut dikarenakan dulunya difungsikan sebagai kawasan tambang kapur dan batu manan.

Selain itu, bangunan tersebut juga beroperasi untuk tambang kapur yang sampai saat ini masih menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian besar warga Tulungagung. Anda pun juga bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Mengingat bahwa lokasi wisata ini memang berada di daerah perbukitan.

3. Transportasi untuk Menuju ke Lokasi Wisata

Pengunjung asli Tulungagung bisa datang langsung ke Bukit Cemenung dengan kendaraan roda dua atau empat. Sementara wisatawan luar daerah, pastinya akan merasa kebingungan mengenai rute perjalanan karena takut tersesat. Anda bisa meminta arahan sesuai Google Maps untuk menuju ke wisata tersebut.

Apabila Anda menggunakan kendaraan umum seperti bis dan angkot, maka bisa turun di pusat pemberhentian seperti terminal. Nantinya pengunjung dapat melanjutkan perjalanan memakai layanan ojek setempat atau online menuju ke Wisata Bukit Cemenung di Kabupaten Tulungagung tersebut.

Aktivitas yang Bisa Anda Lakukan di Wisata Bukit Cemenung 

Source: https://1.bp.blogspot.com/-C_gjIrMcLSU/WB5fu1svw2I/AAAAAAAAGK0/BYbzBIqHznA_-wyphLUtkbrARW1IsW06ACLcB/s1600/bukit1.jpg

Bagi beberapa pengunjung, tentu akan kebingungan mengenai aktivitas apa saja yang bisa Anda lakukan. Apabila belum pernah berkunjung sebelumnya, hal ini memang wajar. Namun ternyata cukup banyak kegiatan dapat dilakukan. Terlebih jika berlibur ke sini bersama keluarga dan teman-teman lain.

1. Hunting Foto

Berfoto bersama teman-teman, keluarga atau rombongan lainnya akan menjadi pengalaman super menyenangkan ketika Anda sedang berlibur ke suatu wisata. Tidak terkecuali di Bukit Cemenung ini. Ada spot menarik di kawasan perbukitan tersebut yakni menara tua yang memiliki cerobong asap di atasnya.

Tentu saja sangat jarang sekali apabila Anda ingin menemukan bangunan menara tua seperti di Bukit Cemenung tersebut. Bentuknya pun hampir mirip seperti menara kincir angin di negara Belanda. Sesuai seperti cerita sejarahnya, pembangunannya memang masih erat kaitannya di zaman kolonial.

2. Bersepeda

Banyak pesepeda menjadikan Bukit Cemenung ini menjadi rute gowes mereka. Hal ini karena tempat wisata tersebut memiliki pemandangan gunung dan udara sejuk. Tentunya akan memberikan kesegaran setelah lelah bersepeda.

Meskipun jalan menuju ke lokasi belum begitu maksimal, namun Anda pun masih bisa menikmati pemandangan sekitar. Khususnya jika berkunjung menggunakan kendaraan roda empat. Jalanan masih dapat dilewati meski kontur jalannya cenderung labil karena aspal sudah mulai terkelupas.

3. Bersantai Menikmati Pemandangan

Mungkin kegiatan ini menjadi tujuan utama bagi kebanyakan pengunjung. Mereka hanya ingin sekedar bersantai menikmati pemandangan sekitar. Ada banyak spot menarik di wisata ini seperti area perbukitan hijau, angin sepoi-sepoi dan tidak kalah menariknya adalah empat bangunan menara tinggi.

Menara tinggi tersebut memiliki cerobong asap yang ada di bagian atasnya. Bangunan ini memang sudah ada sejak zaman Belanda sehingga memiliki struktur kokoh dan masih berdiri sampai sekarang. Tidak heran apabila bentuk arsitekturnya hampir mirip seperti menara kincir angin di Belanda.

Sejarah Bukit Cemenung dengan Industri Tambang di Masa Belanda

Bukit Cemenung
Source: https://tempatwisataindonesia.id/wp-content/uploads/2016/12/Bukit-Cemenung.jpg

Adanya bangunan menara dan cerobong asap yang ada di Bukit Cemenung memang tidak lepas dari perkembangan industri tambang selama di masa penjajahan Belanda. Anda pun bisa berlibur sekaligus belajar sejarah mengenai hal tersebut. Berikut beberapa penjelasannya:

1. Tulungagung sebagai Penghasil Marmer 30 – 60 Juta Tahun yang Lalu

Tulungagung menjadi penghasil marmet paling tua di Indonesia. Banyaknya tambang di daerah tersebut tentu tidak lepas dari penemuan oleh Belanda selama masa penjajahan dan berhasil berkembang saat ini. Hal ini juga didukung oleh sejarah pengrajin marmer pertama kali di tahun 1934.

Pada saat itu, penjajah Hindia Belanda adalah penemunya di Desa Besole. Tentu hal ini berhubungan dengan adanya bangunan menara dan cerobong di Bukit Cemenung. Marmer sendiri sudah dikenal dalam sejarah perkembangan Eropa. Hal ini pun ikut menjadi alasan bangsa Eropa menjajah Indonesia.

2. Marmer sebagai Material Utama dalam Pembangunan

Sesuai ulasan sebelumnya, marmer menjadi material utama selama di zaman Yunani Kuno, Persia, Romawi dan India. Dengan melihat potensi batuan yang ada di Indonesia khususnya di Tulungagung membuat mereka akhirnya tertarik untuk melakukan penambangan di daerah sekitarnya.

Dengan harapan untuk mendapatkan  marmer sebagai material utama pembangunan di kala itu. Tidak lepas juga dari tujuan memperoleh keuntungan. Meskipun sebenarnya penemuan pengrajin marmer di Desa Besole baru saja Belanda temukan di tahun 1934.

Baca juga :  Mempelajari Peninggalan Prasejarah di Wisata Selo BonangJember

Bagi Anda yang tertarik dengan salah satu peninggalan sejarah di Tulungagung, maka bisa memilih berkunjung ke Bukit Cemenung. Tempat wisata ini memang masih sepi pengunjung karena justru ramai oleh wisatawan lokal. Tidak ada salahnya untuk sekedar bersantai dan menikmati pemandangan alam sekitar.

Bagikan: