Pesona Wisata Pentas Reog Ponorogo

Ponorogo merupakan kabupaten yang mempunyai beragam wisata dan kebudayaan. Kebudayaan dan wisata juga dapat Anda nikmati secara bersamaan yakni pentas Reog. Keberadaan wisata ini mampu menarik perhatian wisma dan warga lokal lantaran hanya terdapat pada satu tahun sekali.

Sejarah Reog

Sejarah Reog
Source : https://asset.kompas.com/

Reyog Ponorogo berasal dari kisah pertarungan antara pasukan merak dan singa. Prabu Kelana Sewandana dulunya akan meminang Putri Sanggalangit. Niat meminang tersebut sempat mendapatkan halangan Singo Barong yang berasal dari Kediri. Keduanya bertarung hebat.

Bacaan Lainnya

Kemunculan Singo Barong beserta singa dan juga merak. Pasukan yang mengiringi perjalanan prabu Kelana yaitu bujang Anom. Pengawal raja juga turut berperan dalam pertarungan kedua pasukan tersebut. Pasukan dari pihak singo barong mempunyai kekuatan ilmu hitam.

Kedua pasukan akhirnya memutuskan untuk berdamai. Raja kelana juga dapat meminang Putri Sanggalangit. Pertarungan antara Singo barong dan Raja kelana akhirnya menjadi awal mula lahirnya pentas reog. Pentas reog itu akhirnya menjadi wisata dan pemerintah pentaskan satu tahun sekali.

Wisata Pentas Reog

Wisata Pentas Reog
Source : https://cdn.antaranews.com/

Pertunjukan reog selama satu tahun sekali biasanya terdapat pada saat bulan Muharam. Acara pemerintah selenggarakan secara besar-besaran sehingga mampu menarik perhatian dari wisatawan mancanegara. Pementasan juga menghadirkan berapa oknum pemerintah dan pejabat tinggi negara.

Antusiasme masyarakat juga turut menyertai wisata pentas reog. Mayoritas wisata setahun sekali tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar sebagai pertambahan pemasukan ekonomi. Beragam pernak-pernik wajib untuk pengunjung dapatkan saat menghadiri pertunjukan megah.

Baca Juga : Tempat Wisata di Ponorogo

Penampilan pria gagah dan berani yang berperan sebagai warok merupakan unsur pertama dalam pembukaan pentas. Kesenian meliputi banyak unsur dengan melibatkan beragam pelaku atau tokoh sehingga pertujukan terkesan ramai dan menarik.

Informasi Umum

Informasi Umum
Source : https://cdn.timesmedia.co.id/

Wisata terkait kesenian reog merupakan destinasi yang mampu menarik pusat perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Mayoritas pengunjung yang berasal dari luar Ponorogo akan memanfaatkan layanan kos untuk menunjang liburan. Berikut beberapa informasi terkait pentas reog:

  • Alamat: Jl. Alun-alun Timur Barat No. 7, Mangkujayan, Ponorogo
  • Jam buka: 24 Jam selama 1 Muharram
  • Harga tiket masuk: Gratis jika bukan VIP

Unsur-unsur Pentas Reog

Unsur-unsur Pentas Reog
Source : https://cdn.timesmedia.co.id/

Pembentukan kesenian tidak luput dari unsur tertentu. Keberadaan unsur menjadikan pertunjukan semakin kompleks dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Unsur-unsur Pentas Reog meliputi beberapa hal berikut ini:

1. Dadak Merak

Kesenian paling khas milik Ponorogo yaitu barongan atau dadak merak. Dadak merak terbuat dari kulit macan, bulu merak, dan rambut singa. Wajah dari dadak merak terlihat garang justru memikat hati wisatawan yang tengah berkunjung.

Baca Juga : Berwisata di Air Terjun Pletuk Ponorogo

2. Bujang Ganong

Sosok pemeran yang identik dengan gerakan lincah juga turut menyertai pementasan wisata reog Ponorogo. Bujang Ganong mayoritas berasal dari kaum laki-laki, seiring berjalannya waktu perempuan dapat memerankan tokoh tersebut.

3. Prajurit Berkuda atau Jathil

Perempuan dengan riasan wajah cantik dan anggun berperan sebagai prajurit peran. Tokoh jathil sendiri paling banyak mencuri perhatian lantaran pasukan terdiri atas banyak orang dengan gerakan lincah dan lentur. Tidak jarang banyak wisatawan mengajak jathil untuk berfoto bersama.

4. Warok

Penampilan tokoh ini biasanya terdapat pada pembukaan. Laki-laki berperan sebagai warok umumnya mempunyai bentuk tubuh gagah dan tinggi. Pakaian serba hitam dan riasan wajah sedikit seram merupakan hal melekat pada tokoh tersebut.

5. Sewandana

Unsur ini merupakan tokoh utama dalam pementasan wisata reog. Asal usul kesenian juga melekat pada sosok sewandaa . Tokoh Sewandana terkenal dengan ketampanan dan kegagahan. Pementasan hanya terdapat satu tokoh sewandana.

6. Putri Sanggalangit

Pentas reog berperan sebagai pariwisata turut menghadirkan sosok Sanggalangit.  Sosok ini merupakan pasangan dari Sewandana yang dulunya sempat terhalang saat akan menikah. Putri Songgalangit mempunyai kecantikan dan keanggunan.

7. Pengrawit

Pertunjukan pariwisata reog saat 1 Muharram akan menarik dengan iringan musik gamelan, gong, dan sebagainya. Orang yang berperan sebagai pengiring musik tersebut bernama pengrawit. Pemeran terdiri atas banyak orang dan campuran laki-laki ataupun perempuan.

Fakta Unik Reog Ponorogo

Fakta Unik
Source : https://awsimages.detik.net.id/

Ponorogo menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak kebudayaan. Reog menjadi salah satu ciri khas kota Ponorogo, bahkan kesenian membuat banyak masyarakat tertarik. Seni reog juga memiliki beberapa fakta unik, seperti:

1. Jathil

Jathil merupakan salah satu tokoh prajurit yang terdapat pada kesenian reog. Wanita biasanya berperan sebagai jathil, awalnya tokoh ini berisi laki-laki. Tokoh jathil awalnya bermula saat seorang wanita sekitar tahun 1980 menampilkan pertunjukan seni di Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Baca Juga : Wisata Bukit Teletubbies Ponorogo

Tokoh ini memiliki ciri khas yang unik, yaitu perempuan menaiki properti kuda sambil menari. Gerakan yang biasa terdapat pada jathil cukup unik dan tidak terdapat pada jenis tari lainnya. Pakaian yang biasa penari gunakan juga memiliki warna khas.

2. Go Internasional

Kebudayaan reog kota Ponorogo telah terkenal sampai ke berbagai penjuru dunia. Kesenian reog tidak hanya tampil di  Indonesia saja, melainkan ke berbagai negara. Keunikan gerakan reog membuat berbagai lapisan masyarakat kagum terhadap kesenian tersebut.

Gerakan jathil yang kompak dan serasi seringkali membuat penonton merasa kagum, bahkan tak jarang banyak orang ingin mencoba memperagakannya. Keunikan reog kota Ponorogo telah mendapat pengakuan dari berbagai belah pihak.

3. Berat Reog Mencapai 50 Kg

Keunikan reog kota Ponorogo juga bisa masyarakat lihat dari cara seseorang memainkan kesenian tersebut. Berat Reog Mencapai 50 Kg, untuk memainkannya seseorang hanya menggunakan gigi. Pentas kesenian reog biasanya mendapatkan antusias dari berbagai kalangan masyarakat.

Budaya reog sangat terjaga kelestariannya, sebab menjadi identitas kota Ponorogo. Pemerintah menerapkan pentas reog serentak pada tanggal 15 ke seluruh wilayah kab Ponorogo. Aturan ini bertujuan agar kelestarian reog Ponorogo tetap terjaga dengan baik.

4. Tokoh Raja Klono Sewandono

Fakta unik lainnya terdapat pada tokoh raja yaitu Klono Sewandono. Prabu Klono Sewandono merupakan raja yang sakti serta memiliki andalan pusaka yakni cemeti. Pusaka cemeti sangat ampuh serta mendapat julukan Kyai Pecut Samandiman.

Prabu Klono Sewandono selalu membawa pusakanya untuk melindungi diri. Raja Klono juga terkenal sakti dan gagah. Kegagahan raja Klono tergambarkan dengan gerakan tari yang lincah dan cepat, sehingga hal ini menjadi ciri khas kesenian reog kota Ponorogo.

Properti Tari Reog

Properti Tari Reog
Source : https://ponorogopedia.files.wordpress.com/

Kesenian reog memerlukan berbagai macam properti saat akan melakukan pertunjukan. Properti biasanya berguna sebagai pelengkap para pemain atau aksesoris semata. Keberadaan properti sangat penting untuk mendukung keberhasilan pentas seni.

Beragam properti yang pemain butuhkan yaitu dadak merak, binggel, eblek, cakep, srempang, kace, gulon ter, sampur dan juga jarit. Pertunjukan pentas seni biasanya menggunakan properti yang lengkap, sebab keunikan reog dapat terlihat dari perlengkapan tersebut.

Properti yang terdapat pemain gunakan memiliki sejarah yang beragam, hal ini tentu menambah keunikan reog kota Ponorogo. Keunikan dari kesenian reog mampu menarik perhatian dari wisatawan luar negeri.

Sejarah dan properti hubungannya sangat erat, bahkan masyarakat sekitar menjaga kesenian reog dengan benar. Tujuan menjaga kesenian ini adalah, agar kebudayaan tetap terlesarikan. Negara-negara dari berbagai belahan dunia juga mengakui keunikan reog Ponorogo.