Wisata Candi Panataran Blitar Dekat Kampung Inggris

Wisata Candi Panataran Blitar Dekat Kampung Inggris. Yaa, inilah salah satu obyek wisata sekitar Pare Kediri yang biasa dikunjungi oleh teman-teman yang sedang kursus di kampung inggris kediri. Satu rangkaian rute, Candi Panataran – Makam Bung Karno – Pantai Blitar.

Sabtu-Minggu adalah hari libur kursusan di Kampung Inggris. Biasanya siswa-siswa kursusan meluangkan waktunya untuk berlibur sekedar refreshing dan mengunjungi tempat-tempat wisata. Obyek wisata sekitar yang dekat kampung inggris adalah Blitar, Malang, Jombang, Mojokerto, Kota Kediri, Nganjuk, Kertosono dan sekitarnya.

Wisata Candi Panataran terletak Ds.Penataran, Kec.Nglegok Kabupaten Blitar. Wisata Candi Panataran Blitar Dekat Kampung Inggris Candi Panataran atau yang disebut Candi Penataran, merupakan sebuah candi peninggalan kuno tahun 1197-1454 AD. Seperti yang didokumentasikan oleh Dewan Kesenian Blitar, terkait dengan Candi Panataran diantaranya Candi Penuh Cerita, Arsitektur, Seni Batu, Raksasa, Prasasti, Panji, Hanoman, Krishna, Mistik dan Keramat…

Jadi semakin penasaran tentang Candi satu ini ya? hehehe.

Berikut perihal Candi Panataran Blitar.

SEJARAH CANDI PANATARAN

Candi Panataran mulai dibangun sekitar 900 tahun yang lalu. Dalam prasasti tahun 1275 disebut bahwa Srengga, raja Kediri, mendirikan candi di “Palah”, yaitu Panataran. Kemudian raja-raja Singosari dan Majapahit memperluas kompleks candi sehingga menjadi candi yang terbesar di Jawa Timur.

Sebagian besar bangunan dibangun pada era pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1385), raja Majapahit ke-IV. Menurut teks Nagarakertagama (1375) Hayam Wuruk beberapa kali mengunjungi Candi Panataran yang dianggap sebagai Candi Kenegaraan. Bahkan berdasarkan legenda yang dipercaya masyarakat, di Panataran-lah Maha Patih Gajah Mada meng-ikrar-kan Sumpah Palapa demi menyatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Candi Panataran difungsikan sebagai:

  • Tempat pemujaan Dewa Syiwa, Dewa tertinggi dalam Agama Hindhu;
  • Sebagai tempat pentasbihan para Raja;
  • Sebagai tempat peziarahan;
  • Sebagai tempat pengajaran spiritual. 

Dengan demikian, Candi Panataran dianggap sebagai tempat yang sangat suci dan keramat.

 

SUSUNAN BANGUNAN CANDI PANATARAN

Denah Susunan Candi PanataranAnda bisa menemukan sebuah pentirtaan (tirta: berarti air, jawa) yang berada di pinggir jalan, di bawah jembatan sungai, yaitu sekitar 300 meter sebelum kompleks percandian. Area ini dimaksudkan bagi para peziarah untuk membersihkan diri, baik secara fisik dan spiritual. Setelah itu barulah peziarah bisa dilanjutkan ke candi.

Pada pintu masuk candi ada dua arca berbentuk raksasa yang disebut Dwarapala (Dwarapala: penjaga pintu). Arca ini menyimbolisasikan penolakan terhadap pengaruh-pengaruh jahat.

Ada beberapa bangunan yang bisa anda jumpai di halaman pertama. Teras Pendopo (1375 M) berhiaskan relief-relief, yang diperkirakan dulu berfungsi untuk mempersiapkan aneka sesaji. Kemudian Candi Angka Tahun (1369 M) dengan konstruksi khas Jawa Timuran, yaitu langsing mirip Candi Kidal di Tumpang-Malang. Di dalam Candi ini terdapat arca Ganesha, sehingga bisa diperkirakan bahwa candi ini berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap Dewa Ganesha.

Di halaman kedua ada beberapa puing dan bangunan cantik yang di sebut Candi Naga. Penamaan “Naga” berdasar pada pahatan ular naga yang melingkari bagian atas candinya. Kemungkinan pahatan tersebut merupakan simbol pada Kisah Samudramanthana, yang bercerita tentang Gunung Semeru yang diputar di dalam laut dengan bantuan ular naga sehingga menghasilkan Amerta, yaitu air suci.

Halaman ketiga adalah bagian yang dianggap paling suci: Candi Induk (1347 M) adalah candi terbesar. Arsitekturnya berteras, dihiasi dengan berbagai jenis relief. Puing-puing bangunan yang terletak di sebelah utaranya, dulu berfungsi sebagai bagian atas candinya. Pendopo kecil yang terletak di sebelah selatan candi induk berfungsi untuk persiapan terakhir. Setelah itu peziarah bisa menaiki Candi Induk untuk memuja para dewa dan raja. Struktur berteras pada bangunan ini dan seluruh kompleks Panataran merupakan simbolisasi Gunung Semeru yang dipercayai sebagai tempat kediaman para dewa. Simbol ini sangat khas pada candi-candi di Jawa Timur.

Turun tangga di sebelah timur ada Petirtaan Dalam (1415 M) yang berhiaskan relief-relief. Petirtaan ini adalah tempat amerta dan paling keramat di Panataran. Semakin dalam kita memasuki bagian demi bagian percandian, bermakna: “Semakin terbebas dair beban keduniawian dan pada akhirnya bisa memasuki dunia para Dewa.”

 

RELIEF-RELIEF CANDI PANATARAN

Relief-relief yang terdapat di Candi Panataran mengkisahkan cerita Panji, Sri Tanjung, Sang Satyawan, serta Bubhuksah dan Gagang Aking.

Cerita Panji menceritakan tentang Raden Panji dari Jenggala (Kahuripan) yang bertunangan dengan Putri CandraKirana dari Dhaha (Kediri). Mereka terpisah dan sekian lama saling mencari. Diceritakan bahwa Panji kemudian terjun ke medan perang, namun pada akhirnya dua kekasih ini  bertemu lagi dan menikah. Figur Panji selalu digambarkan mengenakan topi model tekes, sementara kekasihnya digambarkan dengan rambut terurai.

Dari relief-relief yang terpahat bisa didapatkan beberapa informasi:

  1. Kemesraan Panji dan CandraKirana.
  2. Panji merindukan kekasih
  3. CandraKirana merindukan kekasih
  4. Orang yang menyebrangi sungai, simbolisasi perjuangan menuju kepada tingkat spiritual yang lebih tinggi
  5. Seorang pertapa yang mengajarkan nilai-nilai spiritual.

Cerita Sri Tanjung (sebelah barat paling kanan) dan Sang Satyawan (sebelah timur paling kiri) memiliki kemiripan dengan cerita Panji, terletak pada dinding barat di bagian paling kanan. Pada dinding timur persis di tengahnya ada Bubhuksah yang gemuk dan adiknya Gagak Aking yang kurus, mereka bertapa untuk mencapai moksha dan pada akhirnya keduanya diperbolehkan masuk surga dengan menaiki macan.

 

RELIEF-RELIEF PADA HALAMAN KETIGA CANDI PANATARAN

Pendopo Induk dihias dengan empat relief naratif: dua panel yang menggambarkan seorang ber-tekes bersama wanita, satu panel dengan seorang ber-tekes bersama ikan, dan dalam panel keempat orang tersebut sedang menyembah dewa. Kemungkinan tokoh ini adalah Panji.

Candi Induk dihias relief kisah Ramayana pada lantai bawah dan Krishnayana pada lantai atas. Keduanya berdasarkan pada kakawin, yaitu puisi Jawa Kuno.

Relief Ramayana <106 panel yang dibaca dari kiri ke kanan (prasawya)> menceritakan kepahlawanan Hanoman, yang membantu Sri Rama dalam membebaskan istrinya yang diculik oleh Rahwana. Hanoman bertemu Shinta yang ditahan Rahwana di Alengka (utara bagian kanan), dan kemudian bertarung dengan para raksasa (barat dan selatan). Dengan balatentara kera-nya, Hanoman membuat jembatan menuju Alengka (timur), kemudian pasukan kera dan prajurit Sri Rama dapat memasuki negeri Alengka. Relief terakhir di sebelah utara menggambarkan gugurnya Kumbakarna, adik dari Rahwana. relief ini lebih mengangkat tentang kepahlawanan Hanoman ketimbang Sri Rama, sehingga kisah relief ini dinamakan “Anoman Obong” atau “Hanoman Duta”.

Relief Kresnayana –dari kanan ke kiri (pradakshina)– menceritakan kisah perjalanan Sri Kresna yang mencari istrinya, Rukmini, yang diculik oleh kerajaan Cedi. Setelah terlibat peperangan (di sebelah barat), kemudian Sri Kresna menemui petapa dan melakukan ritual pemujaan terhadap Dewa Wisnu (di sebelah timur), kemudian kembali berperang (di sebelah selatan), dan pada akhirnya bertemu Rukmini di tepi danau (di sebelah barat).

 

PETIRTAAN DALAM CANDI PANATARAN

Dapat ditemui di bagian belakang ketiga setelah menuruni tangga. Di sinilah para peziarah mencapai puncak perjalanan spiritualnya, sehingga dianggap sebagai tempat paling sakral dari seluruh kompleks Panataran. Beberapa gambar binatang dari cerita Tantri menyimbolkan nilai-nilai kebijakan. Dari relief yang menggambarkan empat orang yang kakinya direndam ke dalam air mengisyaratkan bahwa para peziarah pun boleh merendam kakinya ke dalam air.

Peziarah: Sebutan pengunjung Candi Panataran pada zaman dahulu, rohaniawan Hindhu.

Sumber artikel:

  • Dewan Kesenian Kab.Blitar.
  • Pemapar Artikel Utama Candi Panataran: Dr.Lydia Kieven, Universitas Frankfurt Jerman; editor oleh Wima Brahmantya S.Si.

Candi Panataran BlitarCandi Panataran terletak di pinggir jalur Kediri-Blitar. Yuk, mampir kesini juga untuk menambah wawasan anda tentang situs peninggalan sejarah Nuswantara. Indonesia sarat Bhinneka (bermacam-macam) Candi ber-Sejarah. :D.

Demikian artikel Wisata Candi Panataran Blitar Dekat Kampung Inggris

Wisata Candi Panataran Blitar Dekat Kampung Inggris

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Masukkan nama anda di sini