[SINGKAT] Perbedaan SMA dan SMK Secara Umum

Sekolah merupakan salah satu cara menuntut ilmu agar menjadi manusia yang berpendidikan dan bermartabat tinggi. Selain itu, mereka yang ingin mencari ilmu melalui pendidikan juga diharapkan dapat berguna bagi bangsa dan Negara.

Ada pepatah mengatakan bahwa pilihan Anda, sekolah Anda, adalah masa depan Anda. Walaupun kehidupan sebenarnya adalah setelah sekolah, namun pendidikan menyumbang besar dalam martabat seseorang. Salah satu yang harus dipertimbangkan ketika akan memilih sekolah adalah ketika beranjak dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) menu ke jenjang selanjutnya.

Ada dua pilihan bagi lulusan SMP untuk bisa melanjutkan sekolah yaitu SMA atau SMK. Kedua pilihan tersebut memiliki pengertian dan tujuannya masing-masing. Lalu, apa sebenarnya pengertian SMA dan SMK tersebut, simak ringkasan berikut.

Pengertian SMA dan SMK

Pengertian SMA

SMA adalah adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.

SMA sebagai unit pengajaran sesudah sekolah menengah pertama dan sederajat yang memprioritaskan kekuatan teoritik pelajar. SMA cuman menyiapkan mata pelajaran umum yang didalami secara dalam, maka dari itu lulusan SMA sebetulnya wajib untuk meneruskan ke tingkatan pendidikan yang lebih tinggi  entah itu perguruan tinggi atau pelatihan seperti kursus dll.

Sebagian besar lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi untuk melanjutkan sesuai jurusan atau pun berbeda jurusan agar mendapatkan pengetahuan lebih banyak dan bermanfaat. Dan untuk SMA biasanya dimulai dari kelas 10 hingga 12 dan mayoritas siswanya berusia 16 sampai dengan 18 tahun.

Pengertian SMK

SMK adalah pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan yang berfokus pada kejuruan di jenjang pendidikan menengah setara dengan SMA/MA. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) biasanya diperuntukkan bagi calon murid yang ingin langsung berkerja setelah lulus SMK.

Walaupun sebenarnya anak lulusan SMK bisa juga melanjutkan kejenjang perguruan tinggi, namun harus ekstra bersaing dengan lulusan SMA. Karena mayoritas perguruan tinggi memprioritaskan anak SMA terlebih dahulu.

Yang difokuskan dalam pendidikan SMK adalah tentang praktik kejuruan dan mengedepankan skill daripada pengetahun, Walaupun ada teori yang harus dipelajari terlebih dahulu, namun tidak terlalu fokus pada SMA. Dan lulusannya diharuskan untuk mendapatkan minat sesuai diripribadi entah bekerja, membuka usaha, sekolah lagi, atau melanjutkan untuk lebih menguasai skill mereka.

Perbedaan SMA dan SMK

SMA dan SMK merupakan tuuan setiap murid SMP sebelum mereka lulus, biasanya momen akhir sebelum Ujian Nasional mereka harus segera memutuskan dimana akan melanjutkan.

Jangan sampai salah langkah ketika memiliki untuk melanjutkan antara SMA atau SMK, maka dari itu Anda perlu paham mengenai perbedaan kedua tingkat sekolah tersebut. Baca selengkapnya perbedaan SMA dan SMK secara umum berikut ini.

1. Biaya Sekolah

Ketidaksamaan yang pertama ialah dari sisi biaya, di mana biaya pendidikan di SMA relatif dapat disebutkan lebih murah dibanding dengan SMK. Biaya yang harus dikeluarkan ortu di SMK memang lebih banyak, karena bukan hanya membayar pendidikan di kelas tetapi juga praktik.

Murid SMK akan bertemu dengan praktik saat masuk kelas XI atau di kelas XII. Ini disamakan dengan peraturan dari tiap-tiap sekolah SMK. Hingga sepanjang sekolah yang banyak praktik diperlukan perlengkapan yang memadai yang pasti perlu dibeli secara berdikari oleh murid.

Contohnya ketika seorang siswa SMK mengambil jurusan Tata Busana, mereka mau tidak mau harus memfasilitasi sendiri keperlua mulai dari buku untuk menggambar pola, keperluan menjahit, obras, dan manik-manik sebagai aksesoris busana. Walaupun sebenarnya sekolah telahh memasilitasi sendiri, namun masih ada beberapa yang harus dibeli secara pribadi.

2. Kegiatan dan Program Pembelajaran

Selanjutnya, dari sisi program atau aktivitas pembelajaran bisa juga ditemui perbedaan SMA dan SMK. Pelajar SMA mayoritas program pembelajaran dilaksanakan di kelas dan sebagian besar sebagai materi yang diberi berbentuk teori.

Dan pelajar SMK memperoleh teori dan juga praktik secara langsung. Hingga bukan hanya ada program belajar dalam kelas atau belajar dalam rumah, tetapi ada juga program magang. Baik itu magang di tempat usaha punya perseorangan, sebuah industri seperti pabrik , atau dalam suatu perusahaan di beberapa sektor atau bengkel.

3. Mata Pembelajaran

Mata pelajaran yang didapat di antara pelajar di SMA dengan pelajar di SMK juga berlainan. Pelajar di SMA akan memperoleh semakin banyak mata pelajaran yang dapat dilihat secara umum. Saat masuk penjurusan juga tetap mendapat mata pelajaran umum dengan sedikit mata pelajaran khusus.

Misalkan saja, saat kelas XI masuk jalur IPS dengan keinginan dapat terlepas dari Matematika. Tetapi sudah pasti pemikiran ini salah, karena pelajar di jalur IPS atau Bahasa masih tetap memperoleh pelajaran Matematika karena termasuk dalam mata pelajaran umum.

Dan mata pelajaran untuk pelajar SMK lebih detil dan spesifik, karena semenjak awal masuk sekolah telah masuk ke jalur yang lebih spesifik. Mata pelajaran yang didapat akan disamakan dengan jalur yang diambil. MIsalnya masuk ke jalur tata baju, karena itu ada mata pelajaran mengenai menjahit pakaian.

Tetapi mata pelajaran ini tidak didapat oleh pelajar SMK yang masuk jalur tata boga, begitupun kebalikannya. Tiap mata pelajaran dibikin detil supaya pelajar di masing-masing jalur dapat memperoleh pengetahuan secara dalam, karena mereka memang disiapkan untuk terjun langsung di ia kerja saat lulus.

4. Tujuan Siswa

Perbedaan yang paling akhir bisa dilihat dari sisi tujuan pelajar, tujuannya ialah sasaran SMA dan SMK ini berlainan. SMA mempunyai tujuan untuk beberapa pelajar yang merencanakan sesudah lulus meneruskan ke tingkatan pendidikan tinggi . Hingga tidak diberi dengan ketrampilan untuk memasuki dunia kerja.

Sementara SMK mempunyai sasaran pelajar yang merencanakan untuk selekasnya adalah bekerja atau berkarier saat lulus dari tingkatan SMK itu. Hingga pihak sekolah mengaplikasikan beberapa program pendidikan yang membantu beberapa pelajar untuk memiliki banyak ketrampilan.

Ketrampilan berikut yang menolong mereka untuk terjun di dunia kerja dengan persiapan yang bagus. Tetapi, pelajar di SMK bisa juga masih tetap meneruskan ke pengajaran tinggi. Hingga pas untuk pelajar dan orang-tua yang belum mempunyai gagasan sesudah lulus.

Karena bila sesudah lulus ingin kuliah, jadi tidak ada sesuatu hal yang merintangi keputusan itu. Kebalikannya, bila sesudah lulus ingin bekerja karena itu telah mendapatkan perbekalan ketrampilan yang cukup buat mengambil keputusan itu. Hingga pelajar SMK mempunyai dua peluang yang dapat diputuskan ketika akan lulus.

Tips Memilih SMA atau SMK

Bagi adik-adik atau orang tua yang memiliki tujuan untuk melanjutkan sekolah setelah lulus SMP, harus paham tentang kemampuan diri mereka masing-masing. Contohnya, bila ketika SMP lebih dominan dalam teori diharuskan untuk melanjutkan ke SMA. Sebaliknya bagi yang lebih baik ketika praktik, dianjurkan untuk masuk SMK.

Namun hal itu kembali lagi pada minat anak dan persetujuan orang tua, jadi tetaplah berdoa dalam menentukan kemana akan melanjutkan setelah lulus SMP nantinya.

Rate this post

Tinggalkan komentar