Pengertian Omzet, Studi Kasus Perhitungan Omzet, dan Keuntungannya

pengertian omzet

Penulis Visitpare kali ini akan membahas pengertian Omzet secara umum, menurut para ahli, perbedaan Omzet dan Pendapatan, contoh kasus sederhana cara menghitung omzet, dan cara menghitung keuntungan. Kami akan menjelaskan semuanya dengan detail dan lengkap, jadi perhatikan setiap penjelasan dari kami supaya lebih mudah dipahami. 

Tujuan artikel ini dibuat adalah untuk memberikan gambaran kepada kamu para pemula di dunia bisnis mengenai Omzet (revenue). Jadi pastikan kamu tidak salah lagi dengan yang namanya Omzet ya. 

pengertian omzet

Pengertian Omzet

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan Omzet. Namun banyak orang yang bingung, mengira bahwasannya Omzet itu adalah keuntungan. Padahal tidak sesederhana itu. Berikut pengertian Omzet secara umum dan menurut para ahli.

Pengertian Omzet Secara Umum

Pengertian Omzet adalah sejumlah nilai total dari penjualan produk dalam periode tertentu. Bisa dibilang Omzet adalah pendapatan kotor, yaitu pendapatan yang belum dikurangi dengan harga barang, gaji karyawan, pengeluaran tetap, dan lain sebagainya. 

Omzet menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah perusahaan itu berkembang atau tidak. Tidak setiap kenaikan Omzet pasti menghasilkan keuntungan yang lebih juga. Tergantung banyak hal untuk membuat Omzet menjadi pendapatan bersih.

Pengertian Omzet Menurut Para Ahli

Menurut Jurnal Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Omset penjualan adalah jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual. Omset/omzet adalah nilai transaksi yang terjadi dalam hitungan waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, bulanan, tahunan.

Menurut Jurnal Universitas Diponegoro, Swastha (1993) memberikan pengertian omzet penjualan adalah akumulasi dari kegiatan penjualan suatu produk barang barang dan jasa yang dihitung secara keseluruhan selama kurun waktu tertentu secara terus menerus atau dalam satu proses akuntansi.

Menurut Jurnal UIN Banten, Omzet adalah jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama masa jual.

Menurut UIN Suska, Omzet merupakan serapan dari bahasa belanda, yang memiliki arti jumlah total penjualan dari sebuah perusahaan (organisasi, hukum) dalam periode tertentu dan terdiri dari dua komponen, harga dan kuantitas dijual.

Perbedaan Antara Omset dan Pendapatan

Meskipun keduanya sering digunakan secara bergantian, ada perbedaan mendasar antara omset dan pendapatan:

  1. Omset mengacu pada jumlah total penjualan atau penerimaan tanpa mengurangkan biaya apapun, sedangkan pendapatan adalah jumlah yang diterima setelah dikurangi dengan potongan, retur, dan diskon.
  2. Omset memberikan gambaran tentang aktivitas penjualan, sementara pendapatan memberikan gambaran tentang keuntungan bruto.
  3. Omset sering digunakan untuk mengukur efisiensi penjualan atau aktivitas bisnis, sedangkan pendapatan digunakan untuk mengukur profitabilitas.

Cara Menghitung Omset dan Contoh Studi Kasusnya Omzet Rocket Chicken

Sebenarnya untuk menentukan besaran omset sangatlah mudah. Kamu hanya perlu menghitung semua penjualan dalam periode tertentu. Kamu tidak usah kaget jika Omzet yang didapatkan sangatlah besar. Berikut ini adalah bagaimana cara menghitung omzet.

pengertian omzet

A. Rumus Dasar Menghitung Omzet

Dalam bisnis, omset mengacu pada total pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa dalam periode tertentu. Rumus dasarnya adalah:

Omset=Jumlah Unit Terjual×Harga Per Unit

Omset=Jumlah Unit Terjual×Harga Per Unit

B. Komponen dalam Perhitungan Omzet

  1. Jumlah Unit Terjual merupakan total unit produk atau jasa yang berhasil dijual selama periode tertentu.
  2. Harga Per Unit adalah harga jual dari masing-masing produk atau jasa.

C. Contoh Perhitungan Sederhana Rocket Chicken Restaurant

Rocket Chicken adalah restoran yang menawarkan 9 paket makanan dengan variasi harga mulai dari Rp 9.000 sampai Rp 15.000. Mari kita ambil tiga paket makanan sebagai contoh:

  • Rocket 1: Harga Rp 9.000 dengan 50 unit terjual
  • Rocket 5: Harga Rp 12.000 dengan 30 unit terjual
  • Rocket 9: Harga Rp 15.000 dengan 20 unit terjual

Dengan menggunakan rumus dasar, kita bisa menghitung omset dari ketiga paket makanan ini:

  1. Omset Rocket 1 = 50 unit x Rp 9.000 = Rp 450.000
  2. Omset Rocket 5 = 30 unit x Rp 12.000 = Rp 360.000
  3. Omset Rocket 9 = 20 unit x Rp 15.000 = Rp 300.000

Jika dijumlahkan, total omset dari ketiga paket tersebut adalah:

Total Omset = Rp450.000 + Rp360.000 + Rp300.000 = Rp1.110.000

Dengan demikian, dari penjualan ketiga paket makanan tersebut saja, Rocket Chicken mendapatkan omset sebesar Rp 1.110.000 dalam periode yang dihitung. Tentu saja, untuk mendapatkan total omset keseluruhan, kita perlu menambahkan omset dari paket makanan lainnya yang dijual oleh Rocket Chicken. 

Omset ini akan memberikan gambaran mengenai performa penjualan restoran dan membantu dalam pengambilan keputusan bisnis di masa mendatang.

Cara Menghitung Keuntungan Bersih dari Omzet

Untuk menghitung keuntungan bersih, kita perlu mempertimbangkan semua pendapatan (omset) dan semua biaya yang dikeluarkan oleh bisnis. Keuntungan bersih diperoleh dengan mengurangkan total biaya dari omset.

pengertian omzet

Rumus Keuntungan Bersih

Keuntungan Bersih = Omset − Total Biaya

Dalam contoh Rocket Chicken yang kita punya sebelumnya, kita hanya tahu omset dari tiga paket makanan, yang totalnya Rp 1.110.000. Namun, kita belum mengetahui biaya produksi, operasional, dan lainnya.

Mari kita asumsikan beberapa biaya sebagai berikut untuk ilustrasi:

1. Biaya Produksi (termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan lainnya):

  • Rocket 1: Rp 5.000 per unit
  • Rocket 5: Rp 8.000 per unit
  • Rocket 9: Rp 10.000 per unit

2. Biaya Operasional (sewa tempat, listrik, gaji pegawai, dll.): Rp 300.000

Dengan asumsi di atas, kita dapat menghitung total biaya produksi:

  1. Biaya Produksi Rocket 1 = 50 unit x Rp 5.000 = Rp 250.000
  2. Biaya Produksi Rocket 5 = 30 unit x Rp 8.000 = Rp 240.000
  3. Biaya Produksi Rocket 9 = 20 unit x Rp 10.000 = Rp 200.000

Total Biaya Produksi = Rp 250.000 + Rp 240.000 + Rp 200.000 = Rp 690.000

Sekarang, mari tambahkan biaya operasional:

Total Biaya Keseluruhan = Total Biaya Produksi + Biaya Operasional Total 

Total Biaya Keseluruhan = Rp690.000 + Rp300.000 = Rp990.000

Dengan demikian, keuntungan bersihnya adalah:

Keuntungan Bersih = Omset − Total Biaya Keseluruhan

Keuntungan Bersih = Rp1.110.000 − Rp990.000 =  Rp120.000

Dengan perhitungan ini, Rocket Chicken mengalami keuntungan sebesar Rp 120.000 untuk penjualan ketiga paket makanan tersebut dalam periode yang dihitung.

Kesimpulan

Itulah penjelasan singkat dan padat mengenai pengertian omzet secara umum, menurut para ahli, perbedaan omzet dengan pendapatan bagaimana cara menghitung omzet, dan cara menghitung pendapatan bersih. Buat kamu yang ingin membuka usaha, pastikan semua pendapatan dan pengeluaran bisnis harus tercatat dengan baik sehingga kita bisa mengontrol bisnis kita sepenuhnya.

Omzet sangat penting untuk mengambil keputusan bisnis dikemudian hari. Jadi pastikan kamu dengan cermat menghitung omzet ya. Supaya keputusan bisnis scale up ataupun scale down bisnis bisa lancar.