Greeting Formal dan Informal, Kenali Dahulu Lebih Jauh untuk Prakteknya!

Bertegur sapa menggunakan bahasa manapun pasti memiliki  beberapa penggunaan tata krama. Kali ini kita akan membahas ketika menggunakan bahasa Inggris yang disebut dengan greeting formal dan informal. Penggunaan dua jenis ini tentu saja memiliki waktu dan situasi secara khusus.

Mempelajari bahasa internasional yang satu ini sebenarnya cukup mudah. Asalkan kita memiliki kunci dan memahami beberapa hal pentingnya. Sehingga nantinya akan muncul pemahaman lebih jauh dan mengetahui bahwa memang bahasa tersebut digunakan pada beberapa pembagian khusus seperti juga pada Bahasa Indonesia.

Ungkapan atau greeting formal dan informal menggunakan Bahasa Inggris ini menjadi materi yang cukup mudah sebenarnya. Hanya saja beberapa orang yang tidak membaca perbedaannya jelas akan salah paham. Padahal jelas saja bahwa penggunaannya tentu berbeda. Pada situasi satu dengan lainnya tentu saja memerlukan pertimbangannya.

Pada kondisi formal dan informal kita tentu akan lebih baik memperhatikan pemilihan kata. Sehingga tidak akan menimbulkan kondisi tidak nyaman dan situasi yang kurang kondusif. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda memahaminya dengan benar sebelum benar-benar praktek pada orang lain yang paham.

Greeting Formal dan Informal, Kenali Dahulu Lebih Jauh untuk Prakteknya!
pexels.com

Greeting Formal dan Informal, Kenali Dahulu Lebih Jauh!

Pertama-tama mari kita membahas mengenai greeting itu sendiri lebih dahulu. Dalam Bahasa Inggris, greeting merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menunjuk pada sebuah sapaan atau ucapan pada seseorang atau pihak tertentu. Nah, pemilihan ucapan ini bisa disesuaikan pada pada situasi dan kondisinya tentu saja.

Uluk salam menggunakan berbagai variasi dan bahasa tentu akan menunjukkan kemampuan bersosialisasi dengan baik. Salam seperti ini memiliki penggunaan yang tepat jika  kita mau mempelajarinya. Sehingga tidak akan membuat orang menjadi tidak nyaman atas sapaan tersebut.

Ketika kita ingin memberikan sapaan pada seseorang tertentu jelas memiliki perbedaan bukan. Antara kepada orang yang lebih tua, lebih muda, teman, sahabat, dan kenalan biasa. Situasi ini biasanya disebut dengan formal dan informal pada pembagiannya.

Oleh karena itu, akan lebih baik ketika ingin menyapa untuk sekedar kesopanan atau berbasa-basi kita tidak sembarangan saja. Menunjukkan diri dengan sapaan yang tidak tepat tentu saja akan berakibat tidak baik juga. Beberapa kasus sebutkan ketidaksopanan karena sapaan tersebut memberikan kesan tidak baik.

Mulai saat ini ketika ingin mengucapkannya, akan lebih baik kita berpikir dan memilahnya. Sehingga orang tersebut tidak akan sedih atau justru malah terluka karena ucapan kita tersebut.

Nah, kami akan membahas mengenai greeting formal dan informal ini secara lebih rinci untuk Anda. Jika masih belum mendapatkan gambaran mengenai materi ini lebih baik langsung saja simak selengkapnya khusus untuk Anda.

Formal Greeting Itu yang Bagaimana?

Kita bahas satu persatu mengenai greeting formal dan informal ini untuk memahaminya lebih baik daripada sebelumnya. Pertama mengenai materi greeting yang formal atau resmi. Kita sudah bisa membaca situasi ketika mendengar atau membaca mengenai resmi bukan?

Biasanya pada acara seperti ini jelas akan ada pihak yang memiliki tingkatan lebih tinggi dalam status sosial. Pada acara seperti ini tentu saja akan ada banyak susunan acara dan terlibat dengan berbagai jenis orang. Menempatkan diri dengan baik akan membantu kita berbaur dan saling bersosialisasi dengan baik seperti biasanya.

Attitude atau tata krama akan terlihat dari bagaimana tutur kata seseorang dalam menempatkan dirinya sendiri pada situasi khusus. Ketika kita bisa memilih bahasa dengan bai, maka lawan bicara akan memberikan respon yang positif untuk membalasnya. Maka, membedakan antara greeting formal dan informal sangat diperlukan untuk kita yang sering menghadiri berbagai acara nantinya.

Nah, apakah Anda sudah mendapatkan gambaran situasi yang membutuhkan sapaan resmi seperti ini? Mulai dari rapat bersama rekan kerja, bertemu bos, hingga bertemu orang yang lebih tua dalam situasi khusus. Bahkan pada orang yang tidak kita kenali akan lebih sopan ketika kita memilih jenis sapaan yang sopan dan menjaga etika.

Sehingga orang yang kita sapa tersebut akan mudah dalam menempatkan diri mereka pada situasi tersebut. Dengan demikian Anda memulai membentuk komunikasi yang baik sedari awal. Ketika resmi seperti ini jelas orang akan lebih menghargai lawan bicara tersebut, Anda perlu memperhatikannya.

Contoh Formal Greeting yang Bisa Digunakan

Nah, beberapa contoh berikut ini bisa menjadi perbandingan antara greeting formal dan informal. Jadi simak ketika Anda ingin menggunakan sapaan pada acara resmi tersebut. Pastikan jika perbendaharaan kata Anda mencukupi untuk berbincang singkat pada acara seperti ini untuk kespontanan khususnya.

Sapaan untuk orang yang pertama kali biasanya akan cocok menggunakan: Hello, Good Morning, Good Evening, Good Afternoon, dan Good Night. Sapaan seperti ini cukup mudah bukan untuk Anda ingat dan praktekkan sendiri, meski masih tahap belajar tampaknya ini cukup basic.

Sedangkan untuk menanyakan kabar kepada kenalan lama dan tidak terlalu akrab bisa menggunakan “How are you?”. Sapaan seperti ini memberikan penekanan bahwa perbedaan antara greeting formal dan informal, maka pada saat itu Anda memilih formalnya. Kata lain lainnya seperti” How is your life?” juga bisa Anda gunakan untuk menanyakan kabar seseorang tersebut.

Kalimat lain seperti : How is everything?, Can I help you?, Atau hal sederhana untuk kesopanan yang akan membuat orang nyaman bisa Anda gunakan. Maka dari itu, untuk Anda yang memperhatikan tata krama ketika berbicara pada seseorang bisa menggunakannya. Karena tentu saja sapaan yang resmi akan membuat penegasan pada orang tersebut mengenai ramah tidaknya seseorang tersebut.

Contoh Pengaplikasian Penggunaan Formal Greeting, Saat Apa Saja?

Selanjutnya kami akan membahas mengenai perbedaan penggunaan greeting formal dan informal. Ketika formal, greeting tentu saja akan memiliki penempatan yang berbeda bukan? Maka dari itu, kami ini kami akan membahasnya secara lebih lengkap untuk Anda pahami.

Sebenarnya sapaan ini perlu kita praktekkan langsung untuk bisa memahaminya. Kita sudah sempat singgung bahwa menggunakannya pada kondisi tertentu perlu untuk kita perhatikan bukan? Maka dari itu, berikut ini beberapa percakapan yang memungkinkan penggunaan sapaan resmi, baik pada latar lokasi kantor, rapat atau hal lain yang memungkinkan.

A : Hello, Sir. Good Morning?

B : Hello. Good Morning. (Anda bisa saling melemparkan gerakan fisik agar lebih ramah tamah tentu saja)

A : How are you today Sir ?

B : Emm,  not bad. How about you this morning?

A : I’m fine today, thank you! Could I help you with something?

Pertanyaan seperti ini saling merespon ketika lawan menanyakan kabar dan untuk kesopanan akan lebih baik jika kita kembali bertanya. Setelah itu langsung tanyakan apakah yang bisa Anda bantu pada orang tersebut. Situasi ini akan menunjukan perbedaan antara greeting formal dan informal dengan jelas bukan?

Kami memberikan pertanyaan singkat pada orang yang biasanya bekerja dalam pelayanan publik. Sedangkan untuk orang yang sudah lama tidak bertemu dalam ruang resmi khususnya rekan bisnis. Bisa menggunakan pertanyaan How’s life?, pertanyaan seperti ini akan membantu mengembalikan keakraban setelah sekian lama tidak bertemu.

Anda bisa memperhatikan hal kecil seperti ini untuk memulai berinteraksi pada ruang publik yang resmi. Karena percaya atau tidak, orang akan saling menghargai ketika lawan bicaranya memiliki tutur kata yang sopan dan baik. Kesan seperti ini perlu Anda bangun untuk menunjukkan kredibilitas pada jangka panjang di masa depan nantinya. Oleh karena it,u jangan sampai Anda ragu untuk mempelajari sapaan seperti ini dan menggunakannya pada ruang resmi nantinya.

Lalu Informal Greeting Itu yang Bagaimana?

Setelah mengetahui greeting yang formal kita perlu mengetahui yang informal untuk mengetahui perbedaan antara greeting formal dan informal ini. Nah langsung saja, sapaan jenis yang satu ini biasanya digunakan untuk tegur sapa yang jelas pada situasi santai dan casual. Menempatkan diri pada situasi dan orang yang sama-sama sudah akrab lama untuk tidak menimbulkan rasa tidak sopan.

Sapaan seperti ini biasanya dilontarkan antar teman dan kawan sejawat yang sebaya. Kita bisa menggunakan sapaan seperti ini karena memang situasinya mendukung dan tepat. Orang tidak akan saling menahan diri dan memilih perkataan yang berkesan untuk saling menjaga jarak.

Obrolan seperti ini sangat luwes atau santai untuk dibangun. Karena orang yang terlibat memang memiliki ikatan keakraban, berbeda penggunaan antara greeting formal dan informal tadi yang sudah kita bahas sebelumnya. Karena jelas saja etika secara otomatis harus digunakan dengan tepat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan nantinya.

Berangkat dari keresahan memilih sapaan tadi kita sudah memiliki bekal untuk jenis yang resmi. Maka pastikan jika Anda tidak melewatkan pembahasan untuk yang casual. Sehingga ketika sedang nongkrong dan ingin menggunakan sapaan santai khas anak jaksel atau Jakarta selatan tidak akan ketinggalan.

Fenomena penggunaan bahasa Inggris pada kawula muda belakangan meningkat. Khususnya penggunaan kata serapan atau bahkan slang. Kesan masa kini akan otomatis tersemat pada mereka yang menggunakan perkataan bahasa Inggris seperti ini.

Inilah Contoh Informal Greeting yang Wajib Anda Ketahui

Membedakan antara greeting formal dan informal kita perlu membahas mengenai beberapa kata-kata kunci. Kami akan membahas kata yang paling banyak orang gunakan untuk saling berinteraksi dengan mudah ketika bertemu. Jadi, jika Anda ingin ikut menggunakannya akan lebih baik menghafalkannya dan pengucapan yang benar untuk menghindari salah arti.

Pertama orang sering menggunakan kata Whats Up!, ucapan ini untuk saling sapa ketika sedang ada di jalan dan bertemu teman. Selain itu penambahan kata “eyy yo whatsapp!” sering anak muda gunakan untuk saling menanyakan kabar sesamanya. Slang atau bahasa gaul seperti ini sangat membedakan antara greeting formal dan informal bukan?

Untuk memberikan ucapan sesuai situasi bisa menggunakan night, afternoon, ataupun morning. Memang tanpa memberikan imbuhan “Good” seperti biasanya “good night”, ketika tanpa memberikan imbuhan tersebut akan membuat situasi lebih santai. Selain itu untuk ungkapkan terima kasih kita bisa mengganti dengan “thanks”, singkatan yang santai.

Potongan kata-kata santai tersebut bisa menjadi pilihan untuk Anda yang ingin memberikan kesan lebih informal. Daripada pada diskusi formal pada ruang publik yang kita bahas sebelumnya membedakan dengan jelas penggunaan greeting formal dan informal.

Contoh Penggunaan Informal Greeting untuk Anda Praktekan

Nah, kali ini kami akan membahas contoh penggunaan sapaan untuk bertegur sama satu sama lain. Situasinya yang santai dan tidak melibatkan orang yang tidak seharusnya seperti misalnya dosen, guru, atau bahkan orang tua. Karena tentu tidak sesuai dengan penggunaan bahasa yang sopan, oleh karena itu simak selengkapnya untuk Anda pelajari lebih baik lagi.

Latar tempat, Bertemu di Lorong Kampus :

Niki : hey yo whatsup mann!!

Ruel : eyyy yo whatzzup whatzzupp!!!

(biasanya sambil bertukar salaman, high five atau sentuhan badan untuk sapaan santai satu sama lain).

Niki : Great day are you?

Ruel : Sure, so fine. Everything is fine right?

Niki : as usual, in control.

(Percakapan ini biasanya untuk menanyakan kabar belakangan karena tidak saling bertemu. Sedangkan satu orang lain merespon dengan pertanyaan sama positifnya berharap bahwa temannya dalam kondisi yang sama baiknya).

Nah, Anda bisa membedakan dari sini antara greeting formal dan informal bukan. Ketika saling tidak bertemu mereka kan memberikan pertanyaan sama baik dan positifnya terlebih dahulu. Gesture tubuh juga digunakan pada sapaan kasual seperti ini apalagi pada orang yang sudah akrab.

Ketika ingin berpisah :

Niki : hope you are doing fine man. Then see you later!

Ruel : sure hope good to you too, see you!

Arti dari kalimat tersebut adalah harapan semoga semua berjalan lancar sampai mereka bertemu kembali. Sedangkan lawan bicaranya memberikan harapan serupa padanya. Lalu keduanya bisa lanjut berjalan setelah sapaan singkat tersebut. Seperti saling update kehidupan secara singkat pada teman akrab dan sebaya untuk tetap menjalin hubungan pertemanan meski saling sibuk.

Kesimpulan Perbedaan Greeting Formal dan Informal

Secara keseluruhan kita sudah membahas mengenai greeting formal dan informal secara lengkap. Nah, Anda bisa menggunakannya untuk referensi dan mendalami sebelum mempraktekkannya. Seperti yang kita ketahui bahwa sebenarnya sapaan seperti ini memiliki penggunaan yang berbeda.

Bisa menyesuaikan pada situasi dan kondisi ketika sedang berbicara. Maka dari itu, akan lebih baik mulai sekarang kita lebih memperhatikan penggunaannya. Sehingga nantinya tidak akan membuat kondisi atau seseorang salah memahami atau mengartikan maksud dan tujuan kita tersebut.

Kebanyakan orang takut saling berinteraksi menggunakan bahasa yang baru karena tidak memahami dengan baik. Namun pada materi kali ini mengupas secara tuntas bukan? Anda tinggal menggunakan tambahan kosakata yang lebih luas lagi saja untuk memperkaya perbendaharaan bercakap-cakap.

Memperhatikan Situasi dan Kondisi

Kunci dari penggunaan greeting formal dan informal tentu terletak pada situasi dan kondisinya. Kepada siapa kita akan saling bertukar sapaan tersebut. Pada saat apa dan kondisi tersebut kemungkinan tidak untuk saling bertukar sapaan. Sebab tidak hanya karena kenal dan bertemu saat itu juga bisa saling bertukar sapaan, beberapa kejadian ketika lawan bicara sedang berbicara dengan orang lain lebih baik tidak mengganggunya apalagi dalam formal.

Selain itu, kondisi tertentu akan menentukan berhasil tidaknya menggunakan sapaan tersebut. Maka dari itu, selalu perhatikan dan baca situasi dengan tepat. Semakin kita mengantisipasi hal ini tentu akan terjadi hal yang lebih aman.

Pembahasan greeting formal dan informal ini cukup mudah untuk Anda pahami bukan? Anda mulai bisa mempraktekkannya secara langsung. Oleh karena itu, silahkan ikuti contoh tadi untuk mempraktekkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.