Predicate Noun: Definisi, Contoh dan Latihan Soal

Sudah pernah dengar istilah predicate noun? Oke, mungkin sebagian dari kalian memang sudah paham, ada juga yang belum pernah dengar sama sekali. Materi ini cukup penting, apalagi jika kalian memang sedang belajar memahami bahasa Inggris lebih detail.

Penggunaan predicate noun biasanya akan mengikuti linking verb. Jika sudah digabung, sebuah kalimat tersebut biasanya akan membicarakan tentang subjek terkait. Entah itu subjek dalam wujud manusia, binatang atau hewan, maupun subjek lainnya.

Definisi Umum

Secara umum predicate atau predikat adalah suatu kata yang menggambarkan kondisi subjek. Bisa berupa kata kerja, atau bisa juga berupa kata benda. Kali ini kalian akan belajar tentang predikat yang berbentuk kata benda (predicate noun).

Predicate noun sering juga dikenal dengan predicate nominative. Biasanya bisa berupa kata benda atau noun, dan kata ganti atau pronoun. Keduanya akan mengikuti kata hubung atau dikenal dengan linking verb.

Linking verb sendiri bisa berupa is, am, are, was, were, be, dan been. Kemudian, kombinasi jenis kata tersebut bertujuan untuk menjelaskan tentang “kondisi” subjek. Kata predicate sendiri tidak hanya sebatas untuk kata benda atau noun.

Bisa juga, predicate bersanding dengan subjek yang berupa kata sifat atau adjective. Jika demikian, maka disebut dengan istilah predicate adjective. Eksistensi predicate ini tidak lepas dari direct object, yaitu sebuah kalimat langsung (aktif) yang tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.

Meski hampir mirip, namun untuk kata predicate ini tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif (passive form). Bingung? Coba perhatikan contoh di bawah ini.

Predicate Noun Example

Berikut adalah contoh kalimat predikat dalam bahasa Inggris:

  1. Eko is my new friend. (Eko adalah teman baru saya.)
  2. The cell phone is broken. (Ponsel itu sudah rusak)
  3. My grandmother has a stomachache. (Nenek saya sedang sakit perut)
  4. The guava juice was stale. (Jus jambu itu sudah basi)
  5. Mother’s cooking is stale. (Masakan Ibu sudah basi)

Berdasarkan 3 contoh di atas, perlu kalian ketahui bahwa kalimat tersebut tidak bisa dibalik atau diubah menjadi kalimat pasif. Inilah yang membedakan predicate noun dengan direct object atau kalimat langsung. Perhatikan contoh kalimat langsung (direct) berikut:

  1. Aktif (langsung): My grandfather fixed a broken bicycle. (Kakek saya memperbaiki sepeda yang rusak)

Pasif: The damaged bicycle was repaired by my grandfather. (Sepeda rusak itu diperbaiki kakek saya)

  1. Aktif: Roni painted red roses. (Roni melukis bunga mawar merah)

Pasif: The red rose has been painted by Roni. (Bunga mawar merah itu telah dilukis oleh Roni)

  1. Aktif: Ardi pedaling a bicycle. (Ardi mengayuh sepeda)

Pasif: The bicycle is pedaled by Ardi. (Sepeda itu dikayuh oleh Ardi)

  1. Aktif: Mother cleans the house. (Ibu membersihkan rumah)

Pasif: House cleaned by mother. (Rumah dibersihkan oleh Ibu)

Sudah bisa membedakan kan? Ya, untuk kalimat langsung atau direct object, susunan kalimatnya bisa dibalik dan masih tetap memiliki makna.

Predicate Noun Berupa Pronoun (Kata Ganti)

Ada kalanya predicate ini difungsikan untuk subjective case. Sekilas predicate jenis ini memang agak sulit diidentifikasi, karena wujudnya hampir sama seperti subjek. Namun jika sudah paham polanya, kalian akan bisa lebih mudah mengenalinya. Coba perhatikan Contoh berikut:

  1. Mother is an angel who is always there for us.

(Ibu adalah malaikat yang selalu ada untuk kita)

  1. Teachers are real heroes.

(Guru adalah pahlawan yang sesungguhnya)

  1. The ring is like a sign of love.

(Cincin itu ibarat tanda cinta)

  1. It’s a pity, Rina became a “scapegoat“.

(Sungguh kasihan, Rina menjadi “kambing hitam”)

  1. Hadi came as the hero who saved us.

(Pak Hadi datang sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan kami.)

Dari kelima contoh di atas, apakah kalian sudah paham polanya? Ya, predicate di sini ditulis sebagai kata ganti subjek. Penulisannya juga diawali oleh linking verb yang berbeda-beda sesuai dengan jenis kalimatnya.

Gabungan Predicate Noun dan Predicate Adjective

Nah, kalau sudah paham materi dasarnya, sekarang saatnya kita akan menggabungkan antara predicate sebagai noun dan juga sebagai adjective. Yuk perhatikan contoh di bawah ini.

  1. You are my boyfriend, and you are so precious to my life.

(Kamu adalah pacarku, dan kamu begitu berharga untuk hidupku)

  1. Tiara is my friend, and she is the best.

(Tiara adalah teman saya, dan dia adalah yang terbaik)

  1. For Adi, his father is a hero, his affection is so full.

(Bagi Adi, ayahnya adalah pahlawan, kasih sayangnya begitu penuh.)

  1. She is my mother, for me she is the most beautiful woman in the world.

(Dia adalah ibuku, bagiku dia adalah wanita tercantik di dunia.)

  1. My mother is my home, a place where I can sleep comfortably.

(Ibuku adalah rumahku, tempat dimana aku bisa terlelap dengan nyaman.)

Dalam sebuah kalimat, bisa saja terdapat beberapa jenis kata sekaligus. Entah itu predicate noun, predicate adjective, maupun predicate sebagai pronoun (kata ganti). Asal kalian sudah paham materi dasarnya, maka akan lebih mudah menerapkannya dalam kalimat.

Latihan Soal

Terakhir, agar kemampuan kalian lebih terasah. Mari coba kerjakan latihan soal di bawah ini. Caranya mudah, cukup tentukan kata apa yang merupakan predicate noun, predicate adjective, dan predicate sebagai kata kerja.

  1. The black cat is a crippled cat without one leg.

(Kucing hitam itu adalah kucing cacat tanpa satu kaki)

  1. The jasmine flower has withered since yesterday.

(Bunga melati itu sudah layu sejak kemarin)

  1. Aldi’s leather shoes are the best.

(Sepatu kulit milik Aldi adalah yang terbaik)

  1. Soni’s house is very spacious and magnificent.

(Rumah Soni sangat luas dan megah)

  1. Grandpa is repairing a broken chair.

(Kakek sedang memperbaiki kursi yang rusak)

  1. Nina is looking for her lost toy.

(Nina sedang mencari mainannya yang hilang)

  1. Tono is working on an assignment from his teacher.

(Tono sedang mengerjakan tugas dari gurunya)

  1. For Alya, her mother is an angel without wings.

(Bagi Alya, Ibunya adalah malaikat tanpa sayap)

  1. Ari doesn’t like cats, for him cats are enemies.

(Ari tidak suka kucing, baginya kucing adalah musuh.)

  1. Lisa doesn’t like to drink fruit juice, she said fruit juice is really bad.

(Lisa tidak suka minum jus buah, dia bilang jus buah sangat tidak enak.)

Pembahasan tentang predikat sebenarnya mudah saja. Karena penerapannya selalu berkaitan dengan jenis kata lainnya. Secara umum, kata predikat ini biasanya terletak di belakang subjek dan dihubungkan oleh linking verb.

Biar lebih mahir, kalian harus sering membaca dan menulis kalimat bahasa Inggris ya! Jangan cuma berhenti di artikel ini saja. Jika kalian sudah paham sepenuhnya, maka berbicara atau menulis teks bahasa Inggris secara penuh akan terasa jauh lebih mudah. Baca juga : Noun Suffixes dan Penggunaan Noun Dalam Bahasa Inggris

Tinggalkan Komentar

twenty + 17 =

5 / 5 ( 3 votes )

Matikan adblocker Anda atau whitelist situs ini!