Pengertian Oposisi, Fungsi dan Macam-Macamnya

Pengertian Oposisi

Dalam dunia politik bernegara tentu tidak terlepas dari lawan atau kawan atau sering juga ada istilah oposisi. Pengertian oposisi ini umumnya dikaitkan dengan pihak lawan atau yang berseberangan. 

Oposisi ini juga terdiri dari beberapa macam mulai dari seremonial, ideologis dan yang lainnya. Selain jenis, oposisi juga terdiri dari beberapa fungsi penting dan ini juga perlu dipahami secara menyeluruh. Untuk penjelasan selengkapnya, artikel ini akan membahasnya secara tuntas. 

pengertian oposisi

Pengertian Oposisi

Oposisi secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu opponere yang artinya menolak atau menentang pribadi atau kelompok. Sedangkan secara istilah, oposisi adalah setiap perbuatan atau ucapan yang meluruskan kesalahan dan menyokong sesuatu yang sudah benar. 

Lalu menurut ilmu politik, oposisi adalah partai yang memiliki pendirian dan bertentangan dengan kebijakan dari kelompok yang mendukung pemerintah. 

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, oposisi adalah partai penentang yang ada di dewan perwakilan dan menentang serta mengkritik kebijakan pemerintah. Dengan kata lain, oposisi ini merupakan mereka yang bertentangan dengan pemerintah. 

Pihak yang menjadi oposisi ini bisa satu atau gabungan dari beberapa partai yang posisinya di luar koalisi pemerintah. Umumnya partai yang menolak ini selalu menolak atau bertentangan dengan seluruh kebijakan pemerintah. 

Dengan demikian partai ini umumnya memiliki tugas mengontrol dan mengawasi setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Jika dinilai memberatkan rakyat maka partai ini akan menentang semua kebijakan atau aturan tersebut. 

Pengertian Oposisi Menurut Para Ahli

Ada beberapa ahli yang berpendapat terkait pengertian oposisi ini dan berikut ulasannya:

Kamil

Oposisi adalah pemihakan yang sifatnya rasional dan sekaligus konsekuensi dari kelembagaan. Tujuannya dari proses ini sebagai bentuk dari kontrol pada kekuasaan pemerintah. 

Rooney

Menurut pakar satu ini, oposisi adalah suatu bentuk perlawanan akan sesuatu kebijakan. 

Robert A. Dahl

Oposisi adalah suatu yang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan menjadi pondasi. Dengan demikian oposisi ini sebagai bentuk partisipasi di dalam pemerintahan yang bernuansa demokrasi. 

Shapiro

Oposisi menurut pakar ini adalah bentuk konsekuensi sekaligus partisipasi rakyat di dalam suatu pemerintahan. 

Eep Saifullah Fatah

Oposisi adalah suatu proses berupa perbuatan dan ucapan untuk meluruskan sesuatu yang salah. Proses ini juga sambil menyokong setiap sesuatu yang sudah benar adanya. Dengan demikian oposisi termasuk bentuk pengawasan akan kekuasan politik yang bisa saja salah dan benar. 

Macam-Macam Oposisi

Oposisi ini terbagi menjadi beberapa bagian penting di dunia politik dan berikut ulasannya:

Oposisi Seremonial

Secara harfiah, seremonial ini lebih banyak dimaknai sesuatu yang formal atau bersifat resmi. Namun seremonial dalam bidang oposisi ini dapat diartikan sebagai sesuatu yang formalitas atau sekedar tipu-tipu saja. 

Oposisi Destruktif Oportunis

Jenis oposisi satu ini termasuk pertentangan yang konsepnya merusak citra dari pemerintah. Sebab mereka yang bergerak umumnya akan melakukan berbagai cara untuk menentang setiap kebijakan. 

Jadi pihak ini akan mencari titik kesalahan lalu mengkritik setiap kebijakan dari pemerintah. Kebijakan yang dikritik tidak memandang apapun termasuk jika itu aturan itu baik untuk rakyat. 

Kelemahan dari oposisi ini nantinya mampu merusak wibawa dari penguasa dan pihak ini akan melakukan kudeta. Tujuan mereka melakukan itu tidak lain untuk menjatuhkan pengusaha secara cepat lalu mengambil alih kekuasaannya. 

Fundamental Ideologis

Untuk oposisi satu ini hampir sama dengan yang sebelumnya dimana tujuan utamanya untuk menjatuhkan penguasa. Hanya saja pada oposisi ini ada perbedaan dari sisi ideologi yang dibawa oleh pihak tersebut. 

Jika sebelumnya hanya ingin menggantikan penguasa dan dari sisi ideologinya tetap. Namun di oposisi ini ingin merupakan ideologi atau dasar dari suatu negara karena dinilai tidak tepat. Maka dari itu pihak dari oposisi ini menyarankan dasar negara yang dianggap lebih baik. 

Konstruktif Demokratis

Dari oposisi yang lain, konstruktif demokratis ini tergolong yang paling baik dan benar. Sebab jenis pertentangan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum secara keseluruhan. 

Konsep yang diusung oleh oposisi ini adalah ingin menciptakan keseimbangan yang sejatinya. Hal ini tentu berbeda dengan oposisi sebelumnya dimana ingin menggantikan otoritas lama dengan yang baru. 

Jadi di oposisi ini umumnya akan memantau atau mengawasi setiap kebijakan dari pemerintah kepada rakyat. Dari kebijakan yang ada umumnya kelompok ini akan menilai dari sisi positif yang dilakukan pemerintah sehingga rakyat akan menilai secara seimbang. 

Fungsi Oposisi

Selain memiliki pengertian dan jenis-jenisnya, oposisi juga punya beberapa fungsi penting diantaranya:

Penyeimbang Kekuasaan

Ketika kebijakan itu dikeluarkan lalu ada oposisi tentu ini akan menjadi penyeimbang kekuasaan. Dengan adanya oposisi ini tentu pemerintah akan mempunyai opsi pikiran serta sikap untuk mengganti atau tidaknya kebijakan yang ada. 

Jadi oposisi ini makna lainnya sebagai bentuk mengingatkan pemerintah yang telah terpilih secara demokratis. Hadirnya oposisi ini karena kebijakan yang diambil terkadang bertentangan dengan keinginan rakyat secara keseluruhan. 

Alternatif Kebijakan

Setiap ada oposisi umumnya akan memberikan kebijakan lain yang dinilai lebih baik dari aturan sebelumnya. Dengan demikian dengan oposisi ini tentu akan muncul banyak kebijakan bagi pemerintah.

Dari setiap kebijakan ini tinggal ditentukan saja oleh pemerintah apakah ingin diambil atau tidak. Dengan demikian oposisi bisa menjadi penyempurna dari setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. 

Stimulus Persaingan Sehat

Ketika ada kebijakan yang tidak ada pertentangan maka pemerintahan tersebut umumnya akan mengalami kemunduran. Hal ini lantaran tidak ada yang menyuarakan kepada pemerintah terkait kebijakan yang diambil. 

Namun dengan adanya oposisi otomatis akan ada stimulus yang sehat kepada pemerintah. Dengan cara ini otomatis pemerintah bisa berpikir ulang dan menentukan kebijakan yang benar-benar rekomendasi untuk masyarakat luas. 

Perbedaan Oposisi dan Koalisi

Oposisi ini memiliki lawan kata berupa koalisi dan berikut penjelasan selengkapnya: 

Dunia Politik

Koalisi merupakan gabungan dari beberapa partai yang sudah memiliki tujuan politik yang sama. Misalnya koalisi untuk mencalonkan salah satu kandidat untuk menjadi presiden atau kepala daerah. Dari proses ini maka pihak partai akan bekerjasama selama periode pemerintahan tersebut. 

Sedangkan oposisi gabungan partai yang posisinya berada di luar koalisi pemerintah untuk periode tertentu. Dengan demikian perbedaan keduanya ini tentu berdasarkan pada ideologi dan visi dari setiap partai. 

Keuntungan dan Kerugian

Bentuk keuntungan dari koalisi ini ada pada terlihat lebih jauh dan mampu mempengaruhi setiap kebijakan. Sedangkan kerugiannya itu ada keterbatasan ketika akan mengkritik kebijakan karena posisinya sebagai pendukung pemerintah. 

Lalu oposisi memiliki kerugian juga berupa tidak bisa secara langsung mempengaruhi setiap kebijakan. Sedangkan keuntungannya memiliki kemampuan yang lebih objektif untuk mengkritisi dan mengawasi kebijakan dari pemerintah. 

Jadi pengertian oposisi adalah suatu kelompok yang memiliki sikap bertentangan dengan setiap kebijakan yang ditentukan. Jenis dari oposisi ini cukup beragam namun yang rekomendasi adalah oposisi konstruktif demokratis. 

Dari pengertian ini, fungsi dari oposisi adalah sebagai penyeimbang dari kekuasaan pemerintah. Selain itu bisa juga sebagai stimulus yang sifatnya sehat serta memunculkan beberapa alternatif kebijakan.