6 Legenda dari Kalimantan Timur Paling Populer

Sebagai pulau paling besar di Indonesia, Pulau Kalimantan menyimpan beragam kisah dan legenda yang menarik. Salah satunya, legenda dari Kalimantan Timur yang memiliki banyak kisah mengenai berbagai hal yang ada di Provinsi ini.

Kalimantan Timur menyimpan banyak legenda menarik, mulai dari legenda mengenai asal usul nama tempat, legenda mengenai budaya, atau legenda mengenai suku tertentu. Legenda-legenda ini tidak hanya menjadi kepercayaan lokal saja.

6 Legenda dari Kalimantan Timur Paling Populer dan Penuh Pelajaran

Namun, menjadi cerita yang paling populer dan banyak di ceritakan kembali. Berikut adalah berbagai legenda dari Kalimantan Timur yang paling populer dan sangat di kenal.

1. Terbentuknya Anak Sungai Mahakam

Kalimantan memiliki sungai-sungai terbesar yang ada di Indonesia, Sungai Mahakam yang ada di Kalimantan Timur adalah salah satunya. Sungai satu ini tidak hanya besar secara ukuran, namun menyebar rata di penjuru provinsi ini.

Karena Sungai Mahakam memiliki aliran-aliran kecil yang menjadi cabang dari sungai ini. Aliran-aliran ini disebut sebagai anak sungai Mahakam. Ternyata ada legenda yang melatari terbentuknya aliran sungai anak ini.

Kisah ini bermula dengan tiga bersaudara yang tinggal di pinggiran Sungai Mahakam utama. Mereka bernama Siluq, Ayus, dan juga Ongo. Ketiganya adalah gadis yang cantik dan taat adat. Sayangnya, Ayus dan Ongo sempat tidak menyukai Siluq dan melanggar pantangan adat.

Padahal, Siluq adalah gadis yang sangat taat pada ritual adat. Karena kecewa, Siluq memutuskan untuk keluar dari rumah. Ayus sangat menyesal dengan kepergian kakaknya, sehingga melempar batu-batu besar agar membendung aliran Sungai Mahakam.

Namun, hal ini di cegah oleh Siluq caranya dengan membentuk aliran baru. Jadi, terbentuklah aliran dari anak Sungai Mahakam.

Baca Juga: Cerita Legenda dari Bali yang Paling Populer

2. Latar Belakang Nama Balikpapan

balikpapan

 

Balikpapan adalah kota dengan nama yang sangat unik dan menarik perhatian di Kalimantan Timur. Namun, ternyata nama Balikpapan memiliki kisah legenda dari Kalimantan Timur di baliknya yang menjadi latar belakang penamaannya.

Kisahnya pada saat daerah Balikpapan masih menjadi daerah Tanah Pasir. Daerah ini di pimpin oleh seorang perempuan bernama Aji Tatin. Aji Tatin adalah putri dari pemimpin sebelumnya yaitu Aji Muhammad.

Aji Tatin meminta panglimanya yaitu Panglima Sendong untuk mengambil upeti berupa papan pada rakyat. Panglima Sendong membawa upeti-upeti tersebut melewati sebuah teluk menuju Tanah Pasir.

Sayangnya, kapal Panglima Sendol di cegat oleh hujan badai. Kapalnya pun di hempas gelombang besar sampai tidak ada yang bersisa dan tidak ada yang selamat. Padahal, kapal Panglima Sendong sangat dekat dengan teluk.

Untuk mengenang musibah besar tersebut, akhirnya Aji Tatin merupakan nama daratan dekat teluk tersebut sebagai Balikpapan. Karena papan dan kapal yang terbalik di teluknya.

3. Asal Nama Danau Lipan

Danau Lipan

 

Walaupun nama tempatnya adalah Danau Lipan, namun tidak akan di temukan danau pada tempat ini. Danau Lipan adalah sebuah daratan yang ada di Kalimantan Timur, dulunya daratan ini berdekatan dengan laut.

Danau ini di beri nama pada masa kepemimpinan ratu bernama Ratu Aji Bedarah Putih. Ratu ini memiliki hobi mengunyah sirih dan memiliki kecantikan yang luar biasa. Hal tersebut, membuat raja dari China tertarik dan datang untuk melamar sang ratu.

Namun, Aji Bedarah Putih menolak walaupun sudah di tawari banyak sekali kekayaan. Hal ini membuat Sang Raja murka dan melakukan penyerangan. Penyerangan besar-besaran terjadi dari arah laut yang membuat banyak pasukan dari pihak Aji Bedarah Putih tewas.

Melihat banyak prajuritnya yang tewas, Aji Bedarah Putih merasa putus asa. Ia pun berdoa pada yang maha kuasa, agar sirih yang di lemparkannya menjadi lipan dan mengalahkan pasukan China.

Ternyata doanya di kabulkan, Sang Ratu melemparkan sirih dan berubah menjadi lipan. Karena itu daratan itu, kini di kenal dengan nama Danau Lipan.

4. Kisah Sungai Kerbau Keramat

Legenda dari Kalimantan Timur satu ini terjadi di masa Kerajaan Kutai Kartanegara. Pada saat ini, Aji Maharaja Sultan memimpin kerajaan dan mengundang dua pemahat dari Jawa dengan tugas mempercantik istana.

Pemahat tersebut pun berhasil membuat istana dengan cantik dan indah. Namun, hal ini malah mengundang iri hati dari pejabat dalam istana. Kedua pemahat tersebut pun di fitnah dan membuat kedua pemahat tersebut di hukum gantung.

Merasa tidak terima dengan ketidakadilan, salah satu pemahat sebelum meninggal memberikan sumpah. Bahwa Kerajaan Kutai Kertanegara akan hancur pada pemerintahan yang ke-10. Kemudian, pada pemerintahan yang ke-11 daratannya akan menjadi hutan.

Mayat kedua pemahat tersebut di buang ke Sungai Kerbau yang ada di Kutai Kartanegara. Namun, mayat tersebut tidak bisa hanyut terbawa arus dan malah mengapung di sungai. Karena itu tidak bisa hanyut maka di buatlah kuburan untuk menutupinya.

5. Kisah Pesut Mahakam

Seperti yang di ketahui bahwa di Sungai Mahakam hidup ikan-ikan pesut yang menjadi ikon sungai ini. Ternyata, keberadaan Ikan Pesut ini memiliki kisahnya sendiri yang cukup tersohor di Kalimantan Timur.

Kisah ini berawal dari sebuah keluarga dengan dua anak perempuan dan laki-laki. Mereka tengah berduka karena di tinggalkan oleh ibu kandung mereka. Namun, tidak lama setelah itu ayah mereka membawa ibu tiri baru yang cantik.

Ibu tiri ini di temui oleh ayah mereka di sebuah pertunjukkan. Namun, ternyata ibu tiri ini memiliki watak yang jahat. Bahkan, mereka menghasut sang ayah untuk meninggalkan dua anak tersebut di pinggiran Sungai Mahakam.

Kedua anak tersebut menjadi orang tua mereka hingga sampai di sebuah gubuk. Di dalam gubuk yang kosong itu, ada bubur yang sedang di masak dan masih panas. Karena kelaparan keduanya pun melahap nya.

Namun, karena kepanasan keduanya menceburkan diri ke sungai. Gubuk tersebut memang miliki orang tua mereka dan ayah mereka yang memasak bubur tersebut. Si ayah menyadari bahwa anak-anaknya telah masuk ke dalam sungai.

Mereka berubah menjadi ikan yang bisa menyemburkan air. Sedangkan, istri yang di nikahinya menghilang entah ke mana. Sang ayahpun menyesali perbuatannya karena telah mengabaikan anak-anaknya.

6. Latar Belakang Suku Tunjung

Suku Tunjung

 

Suku Tunjung adalah suku yang di yakini merupakan keturunan raja dan kahyangan di Kalimantan Utara. Tersebutlah Aji Julur Dijangkat dan Mak Bundar yang memiliki 4 putra. Suatu hari, Aji Julur Dijangkat sudah sakit parah dan ingin memberikan tahtanya.

Ia memberikan sayembara pada anak-anaknya, untuk menyebarangi sungai dengan membawa gong sebanyak 7 kali. Ternyata pemenang dari Sayembara itu adalah anak bungsunya yaitu Puncak Karna.

Aji Dulur Dijangkat pun diberi petunjuk dari mimpi bahwa Puncak Karna tidak boleh menjadi raja dan perlu menikahi putri raja Kutai. Akhirnya, Puncak Karna pun di nikahkan dengan seorang putri dari Raja Kutai. Dan tinggal di Negeri Kutai.

Keduanya, hidup Bahagia hingga tua dan di karuniai banyak anak. Anak-anak mereka inilah yang menjadi cikal bakal Suku Tunjung dan di kenal sebagai keturunan raja yang sah.

Itulah legenda dari Kalimantan Timur yang paling populer, banyak orang yang mungkin pernah mendengar kisah-kisah ini. Karena memang, kisah ini banyak di ceritakan kembali.

Tinggalkan komentar