Ketahui Arti dan Perbedaan Sarjana dan Pascasarjana yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia Kerja

Berbagai sumber mengatakan bahwa jumlah peminat pendidikan Pascasarjana semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setelah diselidiki lebih lanjut rupanya ini berkaitan dengan peluang kerja dan potensi naik jabatan di dunia kerja. Memangnya apa perbedaan Sarjana dan Pascasarjana? Mengapa efeknya begitu signifikan, termasuk di dunia kerja?

Singkatnya, Sarjana adalah gelar S1 sementara Pascasarjana ialah gelar S2. Tentu saja gelar S2 baru bisa didapatkan setelah berhasil menempuh S1. Artinya, tidak ada mahasiswa Pascasarjana yang bukan seorang Sarjana S1. Ini menimbulkan pertanyaan di banyak orang. Sebenarnya apa perbedaan Sarjana dan Pascasarjana? Simak ulasan berikut untuk mendapatkan jawabannya:

Arti Sarjana

Gelar sarjana diberikan kepada orang yang sudah menamatkan bangku perkuliahan. Jenjang perguruan tinggi diketahui terdiri atas beberapa strata. Pertama ialah S1, kemudian S2, dan terakhir sekaligus yang tertinggi ialah S3. Gelar sarjana secara khusus disematkan untuk seseorang yang sudah menamatkan pendidikan tinggi pada strata 1.

Dengan kata lain Sarjana juga digunakan untuk menyebut gelar S1. Dalam masa pendidikannya, gelar Sarjana bisa didapatkan dengan indeks keberhasilan menempuh beban studi sebanyak 144 sampai 160 SKS. Masa studi yang perlu ditempuh untuk jenjang ini kurang lebih selama delapan semester atau empat tahun.

Pendidikan yang didapatkan di strata ini berfokus pada berbagai teori keilmuan yang masih termasuk dalam cakupan bidang program studi. Program studi yang dipilih dipelajari dalam beberapa cabang ilmu yang dirangkum dalam mata kuliah. Setiap mahasiswa dapat mengambil jumlah mata kuliah yang perlu ditempuh sesuai dengan beban SKS yang perlu dipenuhi setiap semesternya.

Arti Pascasarjana

Dari namanya saja bisa diketahui bahwa gelar ini baru bisa didapatkan usai menamatkan gelar sarjana atau strata 1 terlebih dahulu. Pendidikan Pascasarjana merupakan strata dua dari jenjang pendidikan perguruan tinggi. Seseorang yang berhasil menamatkan jenjang S2 juga diberikan gelar Master. Pascasarjana merupakan pendidikan pengembangan teori dari pendidikan S1 sebelumnya.

Dalam pendidikannya, Pascasarjana juga masih berfokus pada teori-teori keilmuan. Hanya saja, pada tahapan ini mahasiswa diharapkan sudah memiliki bekal ilmu dari strata sebelumnya dan mampu mengembangkan serta menggali teori lebih dalam lagi. Strata 2 ditempuh dengan menyelesaikan total 36 SKS dalam masa studi selama 2 tahun.

Fokus pengembangan teori keilmuan pada tingkat ini mencakup beberapa hal. Di antaranya ialah seperti mengembangkan beberapa penelitian dan menulis karya ilmiah. Pada tahapan ini, mahasiswa bukan hanya mempelajari teori melainkan juga implementasinya pada objek atau bidang tertentu. Di strata ini, teori atau bidang yang dipelajari pun juga lebih spesifik dan fokus.

Perbedaan

Sudah cukup paham dengan masing-masing arti dari Sarjana dan Pascasarjana? Jika sudah sebaiknya pembaca melanjutkan ke ulasan berikut ini untuk mengetahui perbedaan Sarjana dan Pascasarjana. Jangan sampai tertukar atau salah paham. Ketahui juga apa perbedaan kedua strata ini yang membuatnya memiliki pengaruh yang berbeda di dunia kerja. Berikut ulasannya:

1. Perbedaan Umum

Secara umum terdapat perbedaan Sarjana dan Pascasarjana. Program sarjana atau strata 1, menawarkan pendidikan yang bersifat umum. Artinya pendidikan pada program studi yang diberikan merupakan pengetahuan dan pemahaman dasar saja. Konsentrasi dalam program studi juga terbagi atas beberapa mata kuliah yang sifatnya masih luas.

Ini berbeda dengan Pascasarjana. Di tingkat pendidikan magister, mahasiswa akan diarahkan untuk menggali lebih dalam terkait dengan ilmu atau program studi yang dipelajari. Mata kuliahnya pun lebih sedikit sebab materi dipadatkan agar mahasiswa lebih berkonsentrasi pada ilmu program studinya.  Selain mendalami ilmu, di tingkat Pascasarjana mahasiswa juga mulai mempelajari implementasi dari teori.

2. Perbedaan Syarat Masuk

Dari ulasan masing-masing arti sebelumnya, sudah bisa dilihat bahwa terdapat perbedaan Sarjana dan Pascasarjana yang cukup mendasar. Perbedaan yang dimaksud ini terletak pada persyaratan masuknya. Untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa perguruan tinggi strata 1, peserta harus sudah lulus dari jenjang pendidikan SMA/MA.

Berbeda dengan Pascasarjana. Peserta calon mahasiswa program magister haruslah seorang lulusan perguruan strata 1. Artinya, tidak bisa seorang lulusan SMA langsung mendaftar program Pascasarjana. Begitu juga jika siswa Pascasarjana ini mendaftar pendidikan S3. Calon mahasiswa harus menamatkan pendidikan S2 nya terlebih dahulu.

Masing-masing strata pendidikan perguruan tinggi harus ditempuh secara berurutan. Urutannya dimulai dari pendidikan S1, S2, dan S3. Masing-masing strata pendidikan harus ditamatkan terlebih dahulu sebelum menempuh strata pendidikan yang lebih tinggi. Ijazah dari strata pendidikan yang sudah ditempuh juga akan menjadi persyaratan untuk mendaftar pendidikan yang lebih tinggi.

3. Perbedaan Masa Studi

Dengan jumlah beban studi sebanyak 144 sampai 160 SKS, masa studi program sarjana harus ditempuh selama 4 tahun. Bisa juga dipercepat selama 3,5 tahun. Dengan demikian sarjana juga akan mendapatkan gelar cumlaude berkat prestasinya berhasil menamatkan pendidikan S1 dalam waktu yang lebih singkat dan indeks prestasi yang baik.

Sementara itu untuk Pascasarjana bisa ditempuh dalam waktu 2 tahun saja. Tentunya perbedaan masa studi yang signifikan ini dipengaruhi oleh fokus pendidikan yang berbeda. Pada pendidikan Pascasarjana, materi lebih fokus dan dipadatkan sehingga jumlah beban studi pun jauh lebih sedikit dibandingkan dengan program Sarjana.

4. Perbedaan Sistem Belajar

Selain dari beberapa ketentuan dan tujuan pendidikan, perbedaan Sarjana dan Pascasarjana lainnya juga terdapat di sistem pembelajarannya. Pada tingkat pendidikan S1, mahasiswa akan mendapatkan materi dan kegiatan belajar secara rutin di kelas bersama dosen pengampu. Namun, ini tidak berlaku seterusnya untuk program Pascasarjana.

Pada program Pascasarjana, mahasiswa diharapkan jauh lebih aktif dibandingkan mahasiswa pada tingkat S1. Dosen hanya akan bertugas untuk memeriksa pekerjaan dan memantau kegiatan perkuliahan mahasiswa saja. Sementara itu, mahasiswa akan lebih aktif untuk menganalisis dan mengkaji berbagai permasalahan yang ada untuk memberikan solusi alternatif.

5. Perbedaan Penilaian Akhir

Kedua strata ini juga memberlakukan sistem penilaian berupa IP. Namun tentunya dengan jumlah beban studi dan masa pendidikan yang berbeda, perhitungan IP mahasiswa cukup berbeda. Penilaian di akhir masa studi strata 1 ditentukan oleh karya tulis ilmiah yang disebut sebagai skripsi. Karya tulis ini wajib dipresentasikan dan dipertanggung jawabkan keasliannya.

Hampir mirip dengan program Sarjana, namun memiliki nama yang berbeda. Di program magister, mahasiswa diwajibkan untuk membuat karya ilmiah berupa tesis. Sama seperti skripsi, karya tulis ilmiah ini juga harus dipresentasikan untuk dinilai oleh dosen penguji dan dipertanggung jawabkan keaslian ide serta penulisnya.

Meskipun demikian, perbedaan Sarjana dan Pascasarjana  disini penilaian di program magister cenderung berbeda dari program sarjana. Mahasiswa S1 disibukkan dengan ujian, kuis, dan berbagai kegiatan belajar di kelas yang sifatnya teknis, di Pascasarjana justru penilaian lebih banyak diambil dari hasil penelitian. Pada pendidikan S2, penilaian didapatkan dari penelitian yang merupakan implementasi ilmu langsung.

Demikian informasi mengenai arti dan perbedaan Sarjana dan Pascasarjana yang sebaiknya pembaca ketahui. Perbedaan yang cukup mencolok di atas tentu saja memberikan dampak yang signifikan dalam peluang karir di dunia kerja. Strata pendidikan yang lebih tinggi membuat seseorang lebih mudah untuk dipromosikan.

 

Rate this post

Tinggalkan komentar