Linking Verb: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kalimat

Memahami bahasa Inggris tidak cukup jika hanya memahami materi dasarnya, seperti kata kerja (verb), kata benda (noun), kata sifat (adjective), dan lain-lain. Karena, jika dikulik lebih dalam, jenis kata tersebut memiliki turunan yang fungsinya lebih spesifik. Salah satunya linking verb, pernah dengar?

Ya, materi ini merupakan salah satu dari beberapa jenis verb. Pada materi kali ini, kalian akan mempelajari pengertiannya, jenisnya, dan perbedaannya dengan helping verb. Silahkan disimak dan dipahami, ya!

Pengertian Linking Verb

Linking verb adalah jenis kata kerja penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan subjek dengan informasi pelengkapnya (complement). Informasi pelengkap di sini bisa berupa kata benda (noun), kata ganti (pronoun), atau kata sifat (adjective). Kata kerja penghubung ini juga merupakan intransitive verb karena tidak memiliki objek langsung (direct object).

Type of Linking Verb

Ada tiga jenis kata kerja penghubung, diantaranya yaitu:

1. Verb of Sensation

Verb of sensation adalah kata kerja penghubung yang berkaitan dengan panca indera. Linking verb list dari verb of sensation misalnya yaitu:

  • Feel (merasa)

I feel sad because my cat died.

(Aku merasa sedih karena kucingku mati.)

  • Look (terlihat/kelihatannya)

Mommy looks happy after receiving flowers from Daddy.

(Ibu terlihat senang setelah menerima bunga dari ayah.)

  • Sound (terdengar/kedengarannya)

Your joke sounds funny.

(Candaanmu terdengar lucu.)

  • Smell (baunya)
Baca Juga :
Modal Verb: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contoh Kalimat

His new perfume smells good.

(Parfum barunya baunya harum.)

  • Taste (rasanya)

Grandma’s fried chicken tastes too salty.

(Ayam goreng buatan nenek rasanya terlalu asin,)

  • Seem (tampaknya)

Nando seems angry after hearing the truth.

(Nando tampaknya marah setelah mendengar kebenarannya)

  • Appear (tampak/kelihatannya)

She appears quite when she meets her crush.

(Dia tampak diam saat bertemu dengan pujaan hatinya.)

 

2.  Verb of Being

Kata kerja penghubung jenis ini menyatakan adanya perubahan pada keadaan subjek. Linking verb examples dengan verb of being:

  • Become (menjadi) berubah menjadi became.

He became an entrepreneur now.

(Dia menjadi seorang pengusaha sekarang.)

  • Grow (tumbuh)

My spinach grows so slow.

(Bayamku tumbuh sangat lambat.)

  • Turn (berubah)

When it’s winter, this city turns into white because of snow.

(Saat musim dingin, kota ini menjadi putih karena salju.)

  • Go (menjadi)

This life makes me go crazy.

(Hidup ini membuatku menjadi gila.)

  • Get (berubah)

She is getting better after the accident.

(Dia berubah lebih baik setelah kecelakaan itu.)

3. Linking Verb Be

Linking verb be digunakan untuk menyatakan keadaan subjek, menunjukkan keberadaan subjek, dan menjelaskan subjek. Berikut ini penjelasan dan contohnya:

1. Present Tense

  • Am

I am very hungry.

(Aku sangat lapar.)

  • Is

He is my favourite friend in this class.

(Dia adalah teman favoritku di kelas ini.)

  • Are

You are beautiful wearing that dress.

(Kamu cantik memakai gaun itu.)

2. Past Tense

  • Were

They were my friends in elementary school.

(Mereka adalah temanku saat di SD.)

  • Was

Deni was so calm but now he is a little bit talkative.

(Deni dulu kalem tapi sekarang dia sedikit lebih cerewet.)

Baca Juga :
Belajar Bahasa Inggris Dasar Untuk Pemula

Perbedaan Linking Verb dan Helping Verb

Jika kata kerja penghubung berfungsi menghubungkan subjek dengan kata benda atau kata sifat, maka helping verb adalah penghubung subjek dengan kata kerja. Helping verb juga disebut dengan auxiliary verb atau kata kerja bantu.

Helping verb meliputi to be, to do, to have, dan modal verb. Berikut ini jenis dan contoh kalimat helping verb.

1. To be

1. Present Continuous Tense

  • Am

I am writing a letter for you.

(Saya sedang menulis surat untukmu.)

  • Is

Your dog is sleeping in the stairs.

(Anjingmu sedang tidur di tangga.)

  • Are

Children are playing and running in this playground.

(Anak-anak sedang bermain dan berlari di taman bermain ini.)

2. Past Continuous Tense

  • Was

Seli was cooking when you came.

(Seli sedang memasak saat kamu datang.)

  • Were

We were studying together.

(Kita sedang belajar Bersama.)

2. To Do

1. Present Tense

  • Do

I do believe in your words.

(Saya percaya pada kata-katamu.)

  • Does

Mila does not talk about her problem.

(Mila tidak bercerita tentang masalahnya.)

2. Past Tense

  • Did

They did walk from school to the house.

(Mereka berjalan dari sekolah ke rumah.)

3. To Have

1. Present Perfect Tense

  • Have

I have learnt the material for the final exam.

(Saya telah mempelajari materi untuk ujian akhir.)

  • Has

He has moved to his new apartment.

(Dia telah pindah ke apartemen barunya.)

2. Past Perfect Tense

  • Had

Tina had borrowed my pen before she omitted it.

(Tina telah meminjam bolpoinku sebelum dia menghilangkannya.)

4. Modal Verb

  • Will

She will be here for you.

(Dia akan berada di sini untukmu.)

  • Would
Baca Juga :
Possessive Pronoun dalam Bahasa Inggris Secara Rinci, Berikut Penjelasannya!

I believe that you would go through the problem.

(Saya percaya kamu akan melewati masalahmu.)

  • Can

Math can be fun if we understand it.

(Matematika dapat mengasyikkan jika kita memahaminya.)

  • Could

People who give effort could survive better.

(Orang yang berusaha dapat bertahan dengan lebih baik.)

  • May

He may be sick because stay up all night.

(Dia mungkin sakit karena terjaga sepanjang malam.)

  • Might

Raisa might have a chance to duet with IU.

(Raisa mungkin memiliki kesempatan duet Bersama IU.)

  • Must

Beni must go now if he doesn’t want to be late.

(Beni harus berangkat sekarang jika dia tidak ingin terlambat.)

  • Ought to

You ought to study because the test will be held in a week.

(Kamu harus belajar karena tes akan diadakan seminggu lagi.)

  • Shall

Your staff shall obey the rules if you don’t want to get in trouble.

(Karyawan anda harus mematuhi peraturan jika anda tidak ingin mendapat masalah.)

  • Should

You should meet her and talk about what happened.

Kamu harus menemuinya dan berbicara apa yang terjadi.

Non Linking Verb

Jika linking verb menjelaskan informasi subjek, maka non linking verb menjelaskan aksi yang dilakukan subjek. Jenis verb ini diikuti oleh kata keterangan (adverb). Berikut contoh kalimatnya.

  1. My daughter grows beautifully.

(Anak perempuan saya tumbuh dengan cantik.)

  1. He turns rapidly.

(Dia berubah dengan cepat.)

Setelah memahami materi di atas, kalian menjadi lebih paham kan apa itu linking verb dan perbedaannya dengan helping verb maupun non linking verb? Jangan lupa juga untuk mencatat jenis-jenisnya juga, ya! Baca juga : Verb Phrase

Menarik Untuk Anda

3 Cara Mudah Belajar Vocab Bahasa Inggris Dijamin Tidak Bikin Bosan!

Bagikan di WA Telegram Facebook Kirim di FB Copy Link“Nggak bisa bahasa inggris?” Tahun lalu …