Verb atau Kata Kerja Dalam Bahasa Inggris

5 min read

Verb

Kaidah tata bahasa yang baik perlu memperhatikan penggunaan kata sifat, keterangan dan ejaan. Bahkan dalam kaidah penulisan Bahasa Indonesia, pengucapan dan penyampaian informasi semua diatur dalam KBBI. Sedangkan untuk Bahasa Inggris, pemakaian Verb dalam Bahasa Inggris membawa peranan penting.

Apa yang Dimaksud dengan Verb?

Di tingkat pendidikan formal sampai informal Bahasa Inggris memegang peranan penting. Bahkan dalam konteks Ujian Akhir Nasional mata pelajaran ini ikut terlibat dalam penilaian sekaligus penentu kelulusan siswa. Terdapat banyak sub bab pembahasan yang umumnya diajarkan dalam materi Bahasa Inggris.

Salah satu materi yang diajarkan adalah penggunaan kata kerja atau verb. Dalam hal ini dipakai untuk menjelaskan suatu tindakan atau aksi dari subjek. Selain itu juga digunakan dalam memaparkan tentang kejadian atau peristiwa tertentu. Secara umum dibagi menjadi 6 kelompok.

Dalam kelompok tersebut tentu penjelasannya berbeda-beda. Namun bukan berarti materi Bahasa Inggris ini sulit dipelajari selama didukung dengan latihan dan mengerti konsep dasarnya. Sebab penggunaan kerja merupakan bagian penting dalam menjelaskan sesuatu agar lebih mudah dimengerti.

Jenis-jenis Verb dalam bahasa Inggris 

Dalam Bahasa Inggris, kata kerja di bagi dalam beberapa jenis. Hal ini karena terdapat konteks dalam penyebutan verb tersebut. Dapat dikaitkan berdasarkan waktu sekarang, lampau dan kebiasaan sehari-hari. Ada pula menerangkan suatu bentuk aksi nyata dari sebuah subjek ketika melakukan sesuatu.

1. Regular Verb

Kata kerja beraturan merupakan verb yang dapat berubah sesuai dengan keterangan waktu, namun dengan bentuk penulisan masih bersumber dari kata aslinya. Pada penerapannya, akhiran kata diberi huruf “d” atau “ed” untuk bentuk pertama. Regular Verb paling sering dipakai untuk kalimat Past Tense.

Regular Verb juga berlaku pada bentuk ketiga untuk kalimat Past Participle dan tidak memiliki perbedaan dengan bentuk kedua. Inilah mengapa jelas disebut Kata Kerja Beraturan, karena hanya berpengaruh pada penambahan suffix “d” dan “ed” saja. Contohnya adalah kata “Play” menjadi “Played”.

2. Irregular Verb

Jika diketahui terdapat kata kerja beraturan maka dapat pula berlaku sebaliknya. Salah satunya dikenal dengan sebutan Irregular Verb. Bentuknya dapat berubah-ubah tanpa memperhatikan kaidah aturan verb yang normal. Kata Kerja Tak Beraturan ini digunakan untuk kalimat Past Tense dan Past Participle.

Bila ditinjau secara lebih terperinci, Irregular Verb dapat dibagi menjadi tiga jenis. Tipe pertama adalah bentuk kedua dan ketiganya tidak berubah sama sekali dari bentuk pertamanya. Misalnya untuk kata “cut”, “put”, “cost”, hurt dan sebagainya. Kemudian untuk tipe kedua dan ketiganya adalah sebagai berikut:

  • Kata kerja dengan bentuk kedua dan ketiga ditulis serupa namun berbeda dari bentuk pertama. Verb dengan akhiran “-ch”,”-f”,”-k”,”-p”,”-x”,”-sh” dan “-s”. Contohnya kata “buy” menjadi “bought” untuk Verb II dan tetap “bought” pada Verb III.
  • Kata Kerja bentuk pertama sama sekali berbeda dengan bentuk kedua dan ketiga. Contohnya kata “eat” menjadi “ate” untuk Verb II kemudian menjadi “eaten” pada Verb III.
Baca :  Jenis Kata Keterangan Dalam Bahasa Inggris & Contohnya

3. Action Verb / Dynamic Verb

Action verb merupakan kata kerja dalam memberitahukan bahwa terdapat subjek atau seseorang sedang melakukan suatu tindakan maupun aksi. Selain itu juga menjelaskan tentang suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Tahapan proses dari jenis Verb ini antara lain aktivitas, proses dan sifatnya sementara.

Dynamic Verb mempunyai bentuk continuous atau progressive. Sedangkan dalam kaidah Tenses dapat diterapkan pada bentuk Simple Tense dan Perfect Tense. Beberapa contoh kata yang dapat dikategorikan sebagai Action Verb adalah play (aktivitas), grow (proses) dan jump (bersifat sementara).

4. Stative Verb / Non-Action

Jenis kata kerja berikut ini merupakan bentuk statis atau tanpa ada tindakan sama sekali. Penerapan Stative Verb lebih kepada kalimat persepsi atau bersifat pemikiran, kesepakatan, keinginan dan sebagainya. Contoh kalimatnya: “I love Cake”. ( Saya suka kue) tanpa harus disertai tindakan makan kue.

Non-Action Verb juga dapat menyatakan relasi atau deskripsi suatu topik yang memiliki hubungan dengan beberapa hal lainnya. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut: “I prefer juice than milk” ( Aku lebih suka jus daripada susu). Kedua minuman tersebut memiliki keterkaitan sebagai produk pangan.

5. Finite Verb

Finite Verb merupakan kata kerja utama dalam kaidah penulisan Bahasa Inggris. Auxiliary Verb sama sekali tidak mengubah bentuknya atau tidak dapat diubah dengan tambahan akhiran “ing”. Hal terpenting ketika menggunakan jenis kata kerja ini adalah untuk Present Tense dan Past Tense.

Contoh kalimat yang menggunakan Finite Verb dalam bentuk Present Tense adalah “My Uncle Speaks Javanese clearly” (Pamanku berbahasa Jawa dengan jelas). Sedangkan untuk Past Tense adalah sebagai berikut, “You bought a pack of snack” (Kamu membeli satu pak makanan ringan).

6. Non-Finite Verb

Kebalikan dari Finite Verb adalah Non-Finite Verb. Kaidah penulisannya dapat diubah menjadi bentuk kata kerja untuk kalimat Gerund, Participle, Kata Sifat, Kata Keterangan dan Infinitive. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut: “He is promoting his bicycle” (Dia sedang mempromosikan sepedanya).

Contoh kalimat lainnya juga dapat berupa permohonan atau permintaan seperti “Mother asked you to clean this floor” (Ibu meminta padamu agar membersihkan lantai ini). Sedangkan dalam bentuk Kalimat Modals misalnya: “I will go to school this afternoon” (Aku akan pergi ke sekolah siang ini).

Baca :  Ingin Pintar? Belajar Bahasa Inggris Online Yuk!

verb

7. Linking Verb / Kata Kerja Penghubung

Jenis kata kerja berikut ini dapat digunakan untuk menghubungkan subjek dengan kalimat pelengkap yang menerangkannya, dapat berupa keterangan kata sifat maupun kata benda. Selain itu dapat pula dipakai untuk mengganti to be dan memiliki keterkaitan dengan panca indera manusia atau hewan.

Misalnya seperti sound, feel, smell, taste dan look. Sedangkan untuk menjelaskan keadaan dapat diketahui dari penggunaan kata seem, grow, become, prove, turn, remain, appear, go dan stay. Dalam contoh kalimat utuh dapat ditulis sebagai berikut: “This song sounds good”. (Lagu ini terdengar merdu).

8. Causative Verb

Jenis kata kerja berikut ini digunakan dalam menjelaskan bahwa subjek tidak bertanggung jawab dengan langsung langsung mengenai tindakan yang terjadi. Dalam hal ini terdapat orang lain terlibat dan melakukan aksi tersebut. Contoh kalimatnya seperti : “I had my ear pierced”. (Telingaku sedang ditindik).

Pada kalimat tersebut subjek yang menjelaskan tidak melakukan “tindik telinga” secara langsung melainkan dilakukan oleh seseorang. Pada umumnya kata kerja dalam kategori ini antara lain get, let, make dan have. Masing-masing dapat dipakai untuk kalimat pasif maupun aktif.

8. Phrasal Verb

Kata Kerja Frasa merupakan frasa yang berasal dari preposisi, kata keterangan dan verb. Maka dari itu akan muncul bentuk Verb baru dengan arti berbeda dengan kata kerja tanpa imbuhan (infinitive). Pada umumnya Pharasal Verb digunakan dalam pembicaraan, penulisan kalimat dan bentuk ajakan.

Contoh Kata Kerja Frasa adalah drop by (singgah), fall down (terjatuh), hand in (mengumpulkan) dan masih banyak lagi bentuknya. Dalam bentuk kalimat ajakan dapat dicontohkan sebagai berikut: “Come in, I need to show you something”. (Masuklah, saya ingin menunjukkan sesuatu padamu).

9. Auxiliary Verb

Auxiliary verb merupakan kata kerja untuk memadukan dua kata dalam satu kalimat. Selain menyatukannya, fungsi lainnya adalah dipakai dalam mengubah arti kata-kata yang terdapat di dalam kalimat. Penggunaannya juga sebagai penekanan terhadap kalimat perintah atau pernyataan.

Kata Kerja bantu juga menggunakan kata so, neither, either dan too untuk menyatakan perbedaan maupun persamaan. Terdapat empat jenis Auxiliary Verb antara lain do, be, have dan modals. Agar dapat memahami perbedaan dalam penerapannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Be, dalam bahasa Inggris dibagi lagi menjadi am, is, are, been, being, was, were dan to be. Biasanya dipakai untuk menjelaskan kata benda, sifat dan tenses seperti Present Participle. Contoh kalimatnya adalah: “She is crying right now, She can”t stand looking her mom in the emergency room”. ( Dia sedang menangis sekarang, dia tidak tahan melihat ibunya masuk ke ruang UGD).
  • Do, kata ini merupakan bagian dari Auxiliary Verb untuk menjelaskan tentang kata kerja. Bentuknya meliputi does, do, did dan done. Masing-masing digunakan untuk kalimat Present Tense, Past Tense dan Past Perfect Tense. Contoh kalimatnya adalah “You don”t understand what I am talking about”. (Kamu tidak mengerti maksud perkataanku).
  • Have, Penggunaan jenis Kata Kerja Bantu ini hanya terbatas pada Perfect Tense seperti Present Perfect dan Future Perfect sedangkan “has” digunakan hanya untuk Present Perfect saja. Kemudian “had” cukup pada Past Perfect. Contoh kalimatnya adalah “I have tried to call you by phone, but no one answered” (Aku sudah mencoba menghubungimu lewat telepon tapi tak seorangpun menjawab).
  • Modals, Jenis Auxiliary Verb berikut ini memiliki fungsi yang lebih luas. Biasanya digunakan untuk menyatakan rasa mampu, sanggup, memberi izin dan kemungkinan. Kata kerjanya meliputi be able to, may, can, could, shall, might, should, must, will, would dan have to. Contoh kalimatnya adalah “I can help you if you ask me right now” (Aku bisa membantumu jika kamu meminta padaku).

10. Verb Mood / Moods of Verbs

Dalam tata Bahasa Inggris, Verb Mood merupakan cara penulis atau penyampaian lisan merasakan tentang sesuatu yang dikatakannya sendiri. Sedangkan dalam bentuk tekstual lebih mengarah pada menuangkan ide atau pikirannya lewat tulisan pada media tertentu.

Baca :  Kata Sifat Bahasa Inggris Beserta Lawan Katanya, Penting Dipahami!

Mood dari sebuah kalimat atau pengucapan diperlihatkan melalui predikat atau kata kerja di dalam isi kalimat tersebut. Moods of Verbs memiliki 3 macam bentuk yakni sebagai berikut:

  • Indicative Mood, merupakan kata kerja dalam bentuk pernyataan atau mengajukan pertanyaan maupun pendapat seakan-akan opini subjek tersebut benar adanya. Selain itu dapat digunakan untuk memberitahukan mood sebagai kenyataan atau menolak kenyataan. Contoh kalimatnya adalah “This car is stopping”. (sesuai kenyataan bahwa mobil tersebut berhenti).
  • Imperative Mood, bentuk kata kerja dalam memperlihatkan suatu perintah atau permintaan. Contoh kalimatnya adalah “Just submit your task on time” (Kumpulkan tugas kalian tepat pada waktunya).
  • Subjunctive Mood, Jenis kata kerja ini berbentuk hipotesa masih berupa asumsi, probabilitas dan dapat berlawanan dengan keadaan sebenarnya. Contoh kalimatnya: “If I were a teacher, I would never give homework for my students” (Jika aku adalah guru, aku tidak akan pernah memberikan PR kepada murid-muridku). Dalam hal ini subjek bukanlah seorang guru.

Demikianlah pembahasan mengenai Verb terkait jenis-jenisnya, kaidah penggunaannya serta maksud penerapannya sehingga memenuhi ketentuan tata Bahasa Inggris yang baik dan benar. Baca juga materi sebelumnya tentang Noun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *