Subjective Verb Agreement: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Bagi kalian yang baru belajar bahasa Inggris tahap awal, khususnya grammar, pasti akan mempelajari dan mengenali apa itu subjective verb agreement. Seperti halnya dalam bahasa Arab, atau pun bahasa asing lainnya, penggunaan subjek dan kata kerja dalam suatu kalimat memiliki aturan tersendiri.

Dalam subjective verb agreement kata kerja yang digunakan harus menyesuaikan dengan subjek, jika subjek tunggal (singular subject), maka kata kerja yang digunakan harus tunggal (singular verb). Begitu pula sebaliknya apabila subjek jamak (plural subject), maka kata kerja yang digunakan juga harus jamak (plural verb).

Namun terdapat pengecualian pada beberapa subjek, yang diatur dengan beberapa ketentuan. Untuk lebih jelasnya ada pada penjelasan di bawah ini.

Pengertian Subjective Verb Agreement

Berdasarkan tata bahasa, subjective verb agreement terdiri dari tiga suku kata, yaitu subject, verb dan agreement. Subject berarti pelaku yang ada dalam suatu kalimat, verb berarti kata kerja dan agreement bermakna penyesuaian atau persesuaian.

Meninjau makna secara bahasa, maka dapat disimpulkan bahwa subjective verb agreement merupakan penyesuaian antara subjek dan kata kerja yang ada dalam suatu kalimat, dengan aturan-aturan tertentu.

Sebagaimana telah disinggung di awal, bahwa subject yang digunakan dan verb yang dipakai harus seimbang. Subjek di dalamnya dapat berupa nama orang, entah itu tunggal maupun jamak, noun (kata benda) atau bisa juga pronoun (kata ganti).

Subjective-verb Agreement Example

  1. Alia and jihan are in Japan.

(Alia dan Jihan ada di Jepang)

  1. Silver, gold, and other metals are mined in Western Australia.

(perak, emas, dan logam lainnya ditambang di Australia Barat)

  1. The miner and union official agree on pay conditions.
Baca Juga :  Verb Bahasa Inggris: Penjelasan, Fungsi, Jenis, dan Contoh Kalimatnya

(penambang dan pekerja menyetujui ketentuan pembayaran)

  1. Storms that occur during winter cause deep snow drifts.

(Badai yang terjadi selama musim dingin menyebabkan tumpukan salju yang dalam)

  1. Here are the National park camping facilities.

(Berikut adalah fasilitas berkemah di Taman Nasional)

*That is an example for plural subject and plural verb.

  1. The weather in mountainous regions is treacherous during the winter.

(Cuaca di daerah pegunungan berbahaya selama musim dingin)

  1. Heavy snow, together with high winds, makes skiing conditions dangerous.

(salju lebat, bersama dengan angin kencang, membuat kondisi untuk ski berbahaya)

  1. There is a campsite in the National park

(Ada tempat perkemahan di Taman Nasional).

*That is an example for singular subject and singular verb.

Sebagaimana yang telah disebutkan di awal, subjective verb agreement memiliki aturan-aturan dalam penulisan yang harus digunakan dalam suatu kalimat. Aturan-aturan ini dinamai dengan subjective-verb agreement rules.

Subjective-verb Agreement Rules With Example

Berikut aturan-aturan yang harus digunakan dalam penulisan subjective verb agreement:

  1. Subjek tunggal harus diikuti dengan kata kerja tunggal, begitu pula sebaliknya. Seperti dalam simple present tense, dimana subjek tunggal seperti she, he, it, kata kerja yang dipakai harus tunggal, dengan adanya penambahan –s / -es di akhir kata dan memakai to be (is) pada kalimat nominal.

Sedangkan untuk subjek jamak seperti we dan they memakai kata kerja jamak tanpa ada penambahan pada akhir kata dan menggunakan to be (are) pada kalimat nominal. Pengecualian pada subjek (I and you), kedua subjek tersebut mengikuti aturan sebagaimana subjek jamak.

For example:

Singular subject – singular verb

    1. She fries a chicken, (Dia menggoreng ayam)
    2. Roni carries the bag, (Roni membawa tasnya)
    3. He fixes his bike, (Dia memperbaiki tasnya)
    4. He teaches English, (Dia mengajar bahasa Inggris)
    5. Talita buys a book, (Talita membeli sebuah buku)
    6. Daniel stays at home, (Daniel tinggal di rumah)
    7. Ely goes to work, (Ely pergi bekerja).
Baca Juga :  Mengenal Apa Itu Collocation, Rumus, dan Contoh Kalimatnya

Plural subject – plural verb

    1. They are famous badminton players, (Mereka adalah para pemain badminton terkenal),
    2. We are to visit Singapore next week, (Kami akan mengunjungi Singapore minggu depan),
    3. We are watching TV now, (Kami sedang menonton TV sekarang),
    4. We are never to see our father again, (Kami tidak akan pernah melihat ayah kami lagi).

 

  1. Subjective verb agreement juga berlaku pada dua subjek tunggal yang digabungkan dengan kata “and”.

For example:

    1. I and mother cooked in the kitchen, (Aku dan Ibu memasak di dapur),
    2. Rani and Sinta went to market, (Rani and Sinta pergi ke pasar),
    3. Father and mother bought me a new bicycle, (Ayah dan Ibu membelikanku sepeda baru).

 

  1. Apabila ada either yang diikuti dengan “or”, “but” atau neither yang diikuti dengan “nor”, dalam suatu kalimat maka kata kerja yang digunakan mengikuti subjek yang paling dekat.

For example:

    1. Either Bob or his brother walks to the store. (Entah Bob atau saudaranya yang berjalan ke toko)
    2. Not Bob but his brother walks to the store. (Bukan Bob tapi kakaknya berjalan ke toko)

 

  1. Apabila terdapat kata there atau here dan subjek datang setelah kata kerja, maka kata kerja tetap mengikuti jumlah subjek.

For example:

There are many books on the table, (Ada banyak buku di atas meja).

 

  1. Apabila ada prepositional atau verbal phrase yang berada di antara subjek dan kata kerja, maka kata kerja harus jamak.

Contohnya:

The mother duck with all of her little ducklings walks to the store. (Induk bebek dengan semua anak itiknya berjalan ke toko)

Baca Juga :  Apa Perbedaan Antara TOEFL dan IELTS?

 

  1. Aturan pada subjective verb agreement untuk beberapa pronoun (kata ganti) dan noun (kata benda). Jika di dalam kalimat tersebut terdapat kata half, some, all, part, most, atc, maka objek preposisi menentukan bentuk kata kerja.

Contoh kalimat:

    1. Some of the cake is (Beberapa kuenya hilang)
    2. Some of the students are (Beberapa siswa hilang)

 

  1. Apabila ada kata benda seperti group, family, class, atc, yang berperan sebagai subjek, maka kata kerja harus ditambah dengan huruf “s”.

For example:

My family with all my crazy cousins always walks to the story. (Keluarga saya dengan semua sepupu “gila” saya selalu mengikuti jalan cerita)

 

  1. Subjek yang berupa satuan waktu atau timbangan, seperti distance, money, weight, atc, maka menggunakan kata kerja tunggal.

Contoh kalimatnya:

Ten pounds of chocolate is too much to eat at once. (Sepuluh pon coklat terlalu banyak untuk dimakan sekaligus)

 

Subjective-verb Agreement Exercise

Untuk melatih seberapa paham kalian dengan materi ini, cobalah untuk mengerjakan beberapa soal di bawah ini!

  1. Above a cluster of convents (rise / rises) the Cathedral of St. John
  2. There (is / are) a hundred jokes in this comedy
  3. In the room, there (is / are) a boy, a girl, and a box.
  4. John or the girls (is / are) bringing the volleyball and net.
  5. Everybody on the team (is / are) expected to be there.
  6. Neither of the flowers (smell / smells) good.

Sering kali kita kebingungan dalam pemilihan kata kerja yang akan digunakan dalam suatu kalimat, Dengan memahami subjective verb agreement ini kalian akan lebih mudah untuk menyusun suatu kalimat bahasa Inggris dengan benar dan tepat. Baca juga : invinitive verb

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan komentar