Tentang Adat Istiadat Negara Swiss dan Sejumlah Keunikan Tradisinya

Tentang Adat Istiadat Negara Swiss dan Sejumlah Keunikan Tradisinya

Mengetahui aneka ragam budaya dan adat istiadat negara Swiss merupakan hal yang penting dilakukan oleh wisatawan, terutama calon mahasiswa. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa merek Swiss sendiri pun juga telah diakui secara internasional.

Tidak hanya memiliki penghasilan besar seperti keju, coklat, pisau tentara, dan jam tangan saja, melainkan banyak universitas di Swiss pula. Selain itu sistem pendidikan tinggi negara ini juga menawarkan banyak kesempatan siswa untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga karir mereka di masa mendatang.

Karena sebagai promotor partisipasi global, maka Swiss juga menjadi salah satu negara pilihan ideal bagi para siswa internasional untuk belajar di luar negeri. Sehingga bagi kamu seorang calon mahasiswa sukses saat ingin kuliah atau belajar di negara tersebut perlu mengetahui bagaimana adat istiadat di sana.

Swiss sendiri juga terkenal akan kualitas hidup yang paling baik, sebab memiliki infrastruktur yang sempurna hingga pandangan yang ramah lingkungan. Sedangkan kunci sukses dan harmoni negara ini terletak pada tingkat keragamanannya, sebab Swiss memiliki 4 bahasa resmi. Menarik bukan?

Tentang Adat Istiadat Negara Swiss dan Sejumlah Keunikan Tradisinya
unsplash.com

Mengenal Tentang Adat Istiadat Negara Swiss yang Penting Kamu Ketahui

Swiss sendiri merupakan salah satu negara yang letaknya berada di tengah-tengah negara Eropa atau berada antara Jerman, Perancis, Austria, dan Liechtenstein. Sementara itu kota terbesar dari negara ini bernama Jenewa dan Zurich.

Tidak hanya itu saja, melainkan Swiss juga terkenal akan hiasan dari pegunungan Alpen yang sangat mempesona dengan produk jam tangan yang elegan dan mewah. Bahkan negara ini menjadi salah satu negara penghasil cokelat terbaik dunia sampai berbagai macam keju khas dari setiap daerah yang ada.

Tepat Waktu

Lalu jika ada orang yang bertanya siapa orang yang paling mampu tepat waktu? Jadi jawaban tepatnya adalah hanya orang-orang Swiss saja. Karena bagi orang Swiss, ketepatan waktu merupakan way of life yang harus mereka penuhi.

Sehingga mereka merasa sangat bangga pada kemampuan mereka sendiri dalam menepati waktu. Sehingga jika kamu berada dalam negara Swiss dan kebetulan tengah membuat janji dengan orang Swiss, pastikan kamu harus datang tepat pada waktunya.

Mengetahui adat istiadat negara Swiss memang merupakan hal yang penting. Bahkan tepat pada waktunya juga berlaku pada jadwal kereta api hingga transportasi lain. Pada intinya jika kamu berleha-leha tanpa mempedulikan waktu, maka bersiap-siaplah saja untuk ketinggalan kereta.

Selanjutnya, walaupun berada di jantung Benua Eropa, maka negara Swiss ini juga bukan merupakan bagian dari Uni Eropa. Kenapa bisa? Pasalnya yang satu ini memang tidak terikat pada peraturan Single European Act dan Swiss akan melakukan kegiatan perekonomiannya dengan Swiss Franc.

Namun jangan khawatir, kamu juga masih dapat menemukan sejumlah toko yang bisa menerima uang Euro jika kamu membelinya. Walaupun sebenarnya kamu juga dapat memperoleh uang Swiss Franc sebagai uang kembaliannya saja.

Bagi kita mungkin saja negara ini bisa masuk ke dalam kategori negara dengan biaya hidup yang sangat tinggi. Bagaimana tidak, pasalnya satu cangkir kopi ini dihargai sebesar 4 CHF atau sekitar IDR 57.275. Namun hal yang paling mengesankan adalah, Swiss berhasil menduduki posisi ke-6 dalam daftar kota yang paling bahagia di dunia.

Budaya Masyarakat Swiss

Orang Swiss sebenarnya memiliki reputasi sebagai orang yang paling ramah dan memiliki adat istiadat negara Swiss yang baik. Pasalnya mereka akan selalu menggunakan ungkapan seperti “terima kasih”, “tolong” dan “izinkan saya” dalam kehidupan keseharian mereka.

Namun secara umum, mereka juga ada yang pendiam, berbeda dengan negara lain, sebab mereka tidak berinisiatif untuk melakukan sosialisasi. Meski demikian berlawanan dengan kepercayaan populer, sebab orang negara Swiss ini juga sangat ramah serta mempunyai reputasi sebagai orang yang sombong, namun ini hanyalah mitos.

Bahkan meminta izin sebelum akan menyalakan rokok juga merupakan salah satu tindakan yang sopan. Karena sebagian besar yang sering menyarankan para tamu yang merokok agar merokok di area terbuka, seperti taman dan balkon.

Sementara itu En Swiss juga banyak dari adat istiadat asli yang mulai hilang, terutama pada daerah perkotaan layaknya di Zurich. Meski demikian juga masih memungkinkan untuk ikut berpartisipasi dalam festival besar seperti pameran ternak.

Tradisi Cows Parade

Di dunia ini memang ada banyak karnaval, parade, maupun tradisi budaya yang akan melibatkan berbagai macam hewan sapi. Semua acara seperti ini tentunya juga memiliki keunikan tersendiri dan mempunyai konsep pelaksanaan yang bervariasi pula.

Salah satu adat istiadat negara Swiss yang khas dan tergolong cukup unik adalah memiliki tradisi Swiss Cows Parade dari Desa Alpen, Switzerland. Parade ini juga lebih berfokus terhadap budaya serta tradisi pegunungan Alpen yang istimewa.

Nah, dalam perayaan parade ini, maka para turis dapat melihat secara langsung warna dan suara kegembiraan dari masyarakat Aplen ketika menyusuri desa Alpen. Parade tersebut bernama Alpafahrt atau Almabtrieb yang akan berlangsung ketika musim gugur tiba.

Dalam acara ini, maka ada sebanyak 350.000 ekor sapi untuk menggelar perjalanan turun gunung setelah merampungkan musim panas panjang. Kemudian para peternak akan langsung turun dari pegunungan bersama dengan sapi-sapi mereka untuk melakukan perayaan tersebut.

Parade Tradisi Tahunan

Adat istiadat negara Swiss parade ini maka sapi-sapi tersebut akan langsung menyusuri desa Aplen dengan menggunakan lonceng besar dan mahkota bunga di leher dan kepala mereka. Lalu warga masyarakat serta para turis akan memadai jalanan guna melihat sapi-sapi yang cantik itu untuk menyusuri pegunungan.

Nah, parade ini adalah salah satu tradisi tahunan di kawasan desa Alpen, dan adanya tradisi ini maka para turis dapat mengenal suasana negara tersebut. Biasanya parade sapi ini juga akan dilakukan mulai dari bulan September sampai dengan November.

Tradisi ini juga akan membawa semua turis untuk melalui jantung pegunungan Alpen hingga membuka banyak pengalaman yang unik. Akan dipandu oleh pemandu gunung serta fotografer dan menjadi salah satu juru potret perjalanan terbaik di negara ini.

Bahkan tur ini rupanya juga bisa menampilkan pengetahuan lokal yang tak tertandingi oleh pemandu lokal yang lebih memahami Swiss. Tidak hanya ada sapi-sapi yang cantik, namun tradisi ini juga akan menampilkan tarian tradisional hingga permainan alat musik tradisional pula.

Berenang di Sungai Aare

Ternyata sungai Aare di kota Bern, Swiss, ini memang sangat bermanfaat sebagai tempat berenang orang-orang lokal. Selain itu sungai ini juga menjadi salah satu adat istiadat negara Swiss atau tradisi di negara tersebut.

Selanjutnya sungai sepanjang 288 km itu menjadi sebuah kolam renang dan merupakan salah satu sungai yang paling terkenal di negara tersebut. Bahkan nama sungai yang satu ini juga menjadi viral setelah hilangnya sosok Emmeril Khan Mumtadz, anak dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Sungai Aare ini juga menjadi salah satu lokasi berbagai macam aktivitas wisata air bagi semua warga lokal pada umumnya. Akan ada banyak aktivitas di sungai itu, seperti arung jeram, berenang, sampai berselancar sekalipun.

Faktanya telah menyebutkan, bahwa berenang di sungai ini ternyata sudah menjadi tradisi negara Swiss yang masuk UNESCO. Jadi melakukan renang ini menjadi aktivitas otentik oleh Bern, baik untuk penduduknya sendiri maupun para wisatawan lain.

Pusat Keramaian Musim Panas

Saat musim panas sungai Aare ini juga menjadi puncak keramaian, sebab banyak orang yang memanfaatkan cuaca cerah untuk bermain air. Banyak dari mereka yang melakukan berenang di sungai ini sembari menyusuri indahnya pemandangan Bern.

Adat istiadat negara Swiss di sungai Aare ini, banyak orang-orang Bern yang memiliki hubungan cinta istimewa terhadap sungai tersebut. Jadi tidak perlu merasa heran jika melintasi sungai Aare akan menjumpai banyak orang-orang yang hanya menggunakan pakaian terbuka.

Karena ini sebagai pertanda bahwa kegiatan di sungai Aare ini telah menjadi bagian dari kehidupan warga Swiss dan penduduk Bern. Meski demikian, ternyata aktivitas berenang di sungai ini juga hanya untuk mereka saja yang sudah handal dalam berenang.

Sebab situs tersebut telah menegaskan bahwa para perenang harus membiarkan tubuh mereka untuk menyesuaikan diri dengan suhu air yang tak biasa. Sedangkan untuk bisa masuk ke sungai, maka para perenang bisa melompat dari titik keluar dan masuk dengan tanda tiang berwarna merah. Selain itu, mereka juga bisa menggunakan tangga, namun harus hati-hati.

Tidak Boleh Burqa dan Niqab?

Kabarnya negara Swiss sendiri telah mengesahkan tentang kebijakan larangan penggunaan burqa dan niqab bagi kaum perempuan. Bahkan referendum ini juga telah didukung lebih dari 51% pemilih Swiss.

Terkait adat istiadat negara Swiss, maka pemilihan ini juga memberi suara guna mendukung inisiatif yang melarang orang menutupi wajah mereka sepenuhnya di ruang publik. Meski demikian penggunaan cadar wajah masih boleh, namun hanya di tempat ibadah dan sebagai keperluan adat istiadat saja.

Pasalnya penutup wajah yang mereka kenakan hanya karena alasan keselamatan dan kesehatan. Itu artinya, bahwa masker yang dikenakan hanya karena pandemi tak akan terpengaruh oleh UU baru itu.

Karena parlemen Swiss dan 7 anggota dewan eksekutif yang juga merupakan pemerintah federal negara itu telah menantang proposal itu. Mereka berpendapat bahwa cada wajah penuh mewakili sebuah fenomena pinggiran.

Hasil dari referendum berarti negara Swiss bakal mengikuti Perancis yang melarang penggunaan cadar di depan umum. Larangan penuh penutup wajah di depan umum ini juga diberlakukan di Belgia, Austria, Belanda, Denmark, hingga Bulgaria.

Memiliki Empat Bahasa

Adat istiadat negara Swiss ini memang tergolong sangat menarik, pasalnya negara ini juga memiliki empat bahasa sekaligus. Apa saja? Nah bahasa-bahasa tersebut adalah Perancis, Italia, Romansh, dan Jerman.

Pada kebanyakan negara, bahasa sendiri yang dikembangkan sebagai sebuah alat untuk menyatukan populasi di sekitaran identitas nasional. Contohnya adalah Catalonia dan Spanyol yang selama bertahun-tahun Catalonia berulang kali ditekankan oleh pemerintah untuk membatalkannya.

Akan tetapi di Swiss, maka ini tak akan terjadi, sebab tak seperti negara Eropa yang lain dan tak mengikuti kursus yang serupa. Sebaliknya, bahwa Swiss merupakan Willensnation atau merupakan negara kehendak, sebab semua negara bagian berdasarkan pada cantons negara 26.

Dalam pengertian itu, maka Swiss merupakan federasi dan bukanlah sebuah bangsa. Wilayah-wilayah ini juga merupakan negara yang berdaulat penuh dan masing-masing dengan perbatasan hingga adat istiadat mereka sendiri.

Terlepas dari adat istiadat negara Swiss dari Republik Helvetik yang gagal, maka tak akan ada pemerintahan pusat yang kuat di negara tersebut. Itu artinya, mereka bisa terus berbicara dalam berbagai macam bahasa tanpa memaksakan satu bahasa saja.

Guna menjaga perdamaian, maka setiap masing-masing canton mempunyai kemampuan untuk memutuskan bahasa resminya sendiri. Bahasa-bahasa tertentu yang mereka ucapkan juga akan mempresentasikan batas budaya dan geografis Swiss.

Selanjutnya menuju ke bagian selatan dan melintasi Alpen Perancis bagian barat, maka bahasa Italia ini yang digunakan. Sedangkan bahasa Jermannya digunakan di bagian tengah dan timur Swiss. Sementara itu Romnash sebagian besar akan diucapkan oleh wilayah barat daya Graubunden.

Garis tak kasat mata yang memisahkan bagian dari Swiss dan Jerman yang sama-sama berbahasa Jerman. Ini terkenal sebagai kedua sisi sebagai Rostigraben atau secara harfiah adalah Rosti hidangan kentang.

Multibahasa Swiss Sebagai Keuntungan

Terkait adat istiadat negara Swiss dan empat bahasa itu, maka sebagai siswa internasional, kamu bisa menggunakan multi bahasa Swiss. Nah, sebagai permulaan, maka akan ada banyak perusahaan, bank, hingga organisasi politik Swiss yang mencari orang fasik dalam satu bahasa resmi.

Jika kamu lebih suka dan nyaman berbahasa Inggris, maka negara Swiss adalah pilihannya, sebab orang-orang negara ini diajarkan untuk menjadi multibahasa. Selain itu, kebanyakan dari mereka juga sudah fasih dalam berbahasa Inggris.

Kamu pun juga tak hanya bisa memilih program dalam berbagai bahasa dari sejumlah universitas bergengsi Swiss. Jika kamu tersesat dalam perjalanan, terutama di pegunungan Alpen, maka jangan langsung panik.

Kemungkinan akan ada seseorang yang akan membantumu dalam bahasa yang bisa kamu pahami sendiri. Jika alam yang fantastis ini dan sejumlah fakta bahasa bukan masalah sudah menempatkan Swiss pada daftar tujuan sekolah kamu.

Ada juga hal penting lain untuk kamu sebagai calon siswa yang mempertimbangkan pengalaman belajar di luar negeri tentang reputasi universitas. Pasalnya negara ini juga menawarkan lingkungan yang lebih inovatif bagi para mahasiswa hingga peneliti untuk mengekspresikan otonomi mereka.

Cara Mendapat Paspor

Sebenarnya ada banyak sekali adat istiadat negara Swiss yang penting kamu ketahui sebelum ke sana. Jika di Indonesia syarat untuk memperoleh pastor hanya dengan bawa berkas penting, maka berbeda dengan negara ini.

Pasalnya di negara Swiss untuk bisa mendapat paspor setidaknya sudah harus 10 tahun menetap bahkan tinggal di kota yang sama selama 3 tahun terakhir. Selain itu untuk bisa memperoleh paspor, maka para penduduk Swiss juga sudah harus lulus ujian dengan otoritas setempat.

Sementara, adapun ujian itu adalah dengan cara menjawab pertanyaan, seperti mengenai hubungan dengan tetangga sekitar. Namun apabila kurang harmonis, sebaiknya jangan berharap bisa memiliki paspor.

Hampir 25% dari populasi siswa di negara Swiss ini terdiri dari siswa internasional. Sehingga ini menjadi sebuah berita yang sangat bagus untuk para siswa yang baru saja tiba di negara tersebut.

Sebab mereka bisa bertemu dengan siswa internasional lain dan akan jadi cara tercepat untuk memperoleh teman hingga mengembangkan jaringan sosial. Ini juga menjadi salah satu cara yang paling sempurna untuk membuka pikiranmu terhadap kebiasan hingga adat istiadat negara Swiss sampai belajar bahasa baru pula. Bagaimana, menarik bukan belajar pengetahuan bersama VisitPare.com kali ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.