Memahami Karakter & Budaya Wisatawan Mancanegara

Memahami Karakter & Budaya Wisatawan Mancanegara

Sebagai wawasan tambahan dalam Belajar Bahasa Inggris, Memahami Karakter & Budaya Wisatawan Mancanegara sangatlah penting ketika kita bertemu dan berinteraksi dengan Native Speaker/bule saat berwisata (hunting tourist ke Bali, Yogyakarta, Lombok atau tempat lainnya). Tidak hanya itu, pemahaman budaya dan karakter juga bermanfaat sebagai bekal untuk Job Interview, kerja dengan expatriat, dan sebagainya. Sobat-sobat pastinya pernah pergi ke suatu tempat dan menjumpai para bule? jawabannya pasti pernah. Dan bagi yang belum pernah supaya bersiap-siap, karena kesempatan itu akan datang, khususnya jika sobat-sobat kursus di Kampung Inggris Kediri dan ikut program test speaking ke suatu daerah wisata tempat ngumpulnya para wisman.

Kampung InggrisApa saja pikiran yang terlintas di benak para sobat ketika bertemu mereka? Pasti bermacam-macam dan tentunya canggung bertemu dengan orang yang belum kita kenal apalagi orang asing dari luar negeri. Sobat-sobat sebagai calon penduduk Internasional yang bisa saja tinggal di luar negeri dalam rangka melanjutkan sekolah, kerja di kapal pesiar, kapal-kapal asing, menjadi duta besar, atau alasan lainnya yang hanya sementara atau permanen. Lain ladang lain belalang. Lain lubuk lain ikannya. Begitulah pepatah mengatakan. Biar pergaulan lebih asyik dan lebih terasa hidup, pahamilah Karakter dan Budaya mereka dahulu.

Baiklah, kita langsung saja ke pokok judul artikel ini yaitu Memahami Karakter & Budaya Wisatawan Mancanegara.

Berikut adalah karakter dari masing-masing mereka yang liburan ke Indonesia yang dapat dijadikan acuan pendekatan.

Memahami Karakter Wisatawan : Cina/Taiwan/Korea

  • Pentingkan nilai dan prinsip.
  • Menyukai harga murah dan tidak terlalu mementingkan fasilitas dan pelayanan.
  • Banyak bicara/cerewet/ramah sekali dan perbincangan perlu ada timbal balik.
  • Sembarang tindakan lebih dikedepankan.
  • Menonjolkan peran dan kesan budaya cina.
  • Orang cina tergolong tidak sabaran dan gampang marah bila  tidak cepat bertindak.
  • Lebih menyukai bahasa sendiri daripada Bahasa inggris.
  • Suka bergerombol dalam satu kelompok ramai-ramai.
  • Selalu berpikir ekonomis.
  • Orang cina sifatnya tertutup, kecuali kepada yang sudah dikenal dan dipercaya.

Memahami Karakter Wisatawan : Perancis

  • Tertarik pada kebudayaan tradisional, pranata sosial, tarian drama, musik, seni, upacara adat dan keagamaan serta nuansa pedesaan.
  • Tertarik belajar dan berkunjung ke atraksi wisata yang spesifik khususnya tempat-tempat arkeologi, candi-candi kuno dan tempat-tempat yang dikomersilkan.
  • Suka mencoba pengalaman dan aktivitas baru serat cenderung berpetualang.
  • Suka belanja kerajinan tangan  dan barang-barang antik.
  • Tidak mau tergesa-gesa atau ceroboh,selalu berpikir panjang, dan teliti.
  • Bersahabat, disiplin, memiliki tingkah laku yang baik, sopan dan patuh pada peraturan tetapi mudah kecewa apabila tidak menyukai sesuatu.
  • Suka berbicara dengan bahasa Perancis walaupun dapat berbahasa inggris.
  • Cenderung berpakaian sesuai dengan situasinya, bisa rapi sekali/modis, berparfum dan juga terkadang cara berpakaian sangat ekstrim saat dipantai.
  • Sangat romantis, kalem, walaupun tradisional tetapi intelektualnya kuat.
  • Saat makan ingin menikmati dengan berlama-lama dalam suasana romantis.

Memahami Karakter Wisatawan : Jerman

  • Sopan, terbuka, memiliki tingkah laku yang baik, mengomentari langsung setiap pengalaman mereka.
  • Suka belanja souvenir dari batu dan kayu.
  • Toleransi pada fasilitas dan pelayanan yang berbeda.
  • Keingintahuannya tinggi terhadap sesuatu, bahkan sampai mendetail.
  • Suka daerah yang apa adanya, murni dan ingin mengetahui atraksi hingga tuntas.
  • Tertarik pada kebudayaan tradisional,upacara keagamaan, tarian,tempat sejarah,pemandangan yang indah dan suka membandingkan kebudayaan tradisional satu dengan yang lainnya.
  • Menyukai perjalanan sesama bangsanya, terkadang kurang bisa bergabung dengan bangsa lain.
  • Disiplin, teliti, mempunyai organisasi yang baik, komitmen, dan intelek.

Memahami Karakter Wisatawan : Inggris

  • Disiplin, egois, menjaga prestigious atau citra, secara psikologis melayani orang dengan bersahabat tetapi juga mempunyai kepribadian ingin dilayani dengan baik.
  • Teliti dalam pengeluaran uang, rapi dan komitmennya tinggi.
  • Individualistis dan mandiri, tidak menyukai perjalanan berkelompok atau grup,lebih menyukai perjalanan sendiri.
  • Hangat, Sopan, mempunyai tingkah laku yang baik dan menjaga hubungan persahabatan.
  • Kurang terbuka seperti orang eropa lainnya dan mempunyai kepribadian yang kuat.
  • Tertarik budaya tradisional dan karakteristiknya menyukai pantai serta alam yang indah.
  • Tidak suka privasinya diganggu.

Karakter: Italia

  • Terbuka, komunikatif, romantis, ekspresif, agak cerewet khususnya jika sudah kenal.
  • Kurang disiplin dan sulit ditangani tetapi mereka mudah beradaptasi dengan keadaan setempat artinya terbuka dan bersahabat.
  • Menyukai tempat-tempat mewah tetapi sedapat mungkin harganya murah, bisa ditawar untuk hemat.
  • Menyukai kebudayaan tradisional dan seni serta pemandangan alam yang romantis seperti palm beach.

Karakter: Belanda

  • Perhatian sekali terhadap kesehatan dan sanitasi, khususnya makanan dan minuman.
  • Hubungan sejarah yang kuat, suka mengunjungi tempat-tempat bernostalgia seperti keluarga yang dahulu tinggal dan bekerja di perkebunan ataupun makam nenek moyangnya. Semua ini informasinya didapat dari sejarah yang dia pelajari dari skolahnya.
  • Suka informasi yang spesifik dan akurat, tapi kecewa apabila informasi tersebut tidak benar.
  • Disiplin, taat peraturan, bersahabat, suka humor tetapi tidak selalu terbuka, terus terang dalam memberikan komentar dan reaksi.
  • Sangat tertarik dengan bentuk-bentuk kebudayaan dan pemandangan alam yang indah serta perkembangan-perkembangan yang terjadi.
  • Suka melihat bangunan-bangunan bersejarah tentang masa lalu Belanda di Indonesia.

Karakter: Amerika

  • Menyukai fasilitas dan pelayanan standar kualitas tinggi
  • Menyukai aspek kebudayaan tradisional seperti tarian, upacara adat dan upacara keagamaan
  • Menyukai pemandangan alam yang indah, termasuk pantai dan tertarik dengan bentuk perkembangan yang terjadi
  • Tidak menyukai perjalanan kaki jauh suka perjalanan dekat dan berpindah-pindah
  • Bersahabat, sopan, bertingkah laku baik, sedikit formal, jujur, terbuka langsung dalam mengekspresikan pendapat dan reaksi tentang apa saja tanpa memandang perbedaan status
  • Suka pengalaman baru, bentuk informasi terbaru dan akurat, bersahabat, toleran, mudah beradaptasi, humoris, terbuka sedikit kasar, serta suka bersosialisasi dengan penduduk setempat walaupun terkadang juga banyak yang egois maupun individualistis
  • Menerima dan menyukai fasilitas dan pelayanan yang sederhana, murah meriah, seadanya dan sering pindah-pindah dengan melakukan perjalanan sendiri
  • Menyukai kebudayaan desa dan aktivitas pantai yang tradisional serta aktivitas dunia malam seperti diskotik

Karakter: Australia

  • Terbuka, arogan, egois, dan terkadang sulit ditangani tetapi terkadang mereka juga bersahabat
  • Tidak terlalu suka dengan banyak aturan  (lebih menyukai kebebasan)
  • Menyukai harga murah meriah dan tidak terlalu mementingkan kemewahan fasilitas dan pelayanan
  • Ceroboh dan sembarang tindakan lebih dikedepankan dan cara berpakaian terkadang sangat ekstrim
  • Menyukai pantai dan kebudayaan tradisional
  • Menyukai perjalanan secara individu (backpacker) dan kurang menyukai berkelompok
  • Pemuda Australia sangat menyukai kehidupan malam seperti club.

Karakter: Jepang

  • Melakukan perjalanan kelompok dan sangat takut kalau lepas dari grupnya.
  • Disiplin, komitment terhadap janji dan jadwal, orang Jepang tertutup dia tidak mudah percaya dengan orang yang belum dia pahami, bila sekali saja tidak dapat kepercayaan maka susah untuk percaya lagi.
  • Menyukai masakan Jepang dan Eropa.
  • Suka belanja kerajinan tangan, barang tradisional.
  • Tertarik pada sesuatu yang unik dan suka difoto serta suka kehidupan malam.
  • Suka fasilitas dan pelayanan standar tinggi yang ditangani langsung oleh orang-orang Jepang sendiri, atau paling tidak ada karyawan yang mau menggunakan bahasa Jepang.
  • Tidak pernah langsung mengemukakan kekecewaan atau kemarahan selalu mengikuti saja, namun kekecawaan dilampiaskan lewat tulisan setelah kembali ke negaranya.

Karakter: Singapura

  • Karakter orang Singapura seperti karakter orang Cina modern.
  • Disiplin, walaupun orangnya kecil tetapi tegas dan berkomitment tinggi.
  • Suka judi, club, dan suka belanja.
  • Menyukai fasilitas dan pelayanan sederhana, sangat tertarik dengan atraksi alam, dan keunikan modernisasi.

Karakter: Malasya

  • Daya belinya termasuk rendah dan tidak terlalu tertarik untuk belanja.
  • Mudah ditangani dalam perjalanan, tetapi harus disiplin, lebih banyak persamaanya dengan orang Indonesia sesama Melayu dan kedekatan kesamaan agamanya.
  • Fasilitas dan akomodasi cukup sederhana, makanan padang termasuk favoritnya.
  • Sangat tertarik akan keindahan alam, termasuk pantai.

Karakter: Orang Bali

Jika kamu pergi ke BALI (Tambahan)

  • Kebanyakan orang Bali mempunyai bakat seni yang tinggi.
  • Perempuan Bali rajin, giat bekerja dan ramah.
  • Orang Bali tidak bisa berjalan melewati hal-hal yang diatasnya ada pakaian dalaman seperti celana dalam, kalau melanggar dia akan pusing dan sakit-sakitan.
  • Persatuan orang Bali tergolong sangat kuat karena adat dan agama yang mengikatnya.
  • Masih melekat atas tradisi awig-awig (gotong royong).
  • Orang Bali tidak suka dipegang kepalanya.
  • Orang Bali sangat mencintai budayanya, mereka selalu mengedepankan kearifan lokal meski penetraasi nilai-nilai modern sulit dibendung.
  • Orang Bali dengan wisatawan lebih disiplin, lebih ramah, dan bersahabat. Tempat persembahan dan peletakan sesajen selain di Pura juga di tempat-tempat keramat seperti pohon-pohon besar yang diyakini sebagai tempat sembahyang. Untuk itu, Anda dilarang kencing atau meludah sembarangan, hormati dan hargai sesama umat beragama.
  • Bila naik kendaraan melewati jembatan, belokan, atau pura harus membunyikan klakson yang diyakini sebagai tanda permisi melewati makluk halus yang menunggu tempat tersebut.
  • Jangan terlalu sering mengosongkan pikiran (bengong) karena Bali nilai mistisnya sangat tinggi, diyakini hal ini akan memudahkan orang dirasuki roh halus.
  • Semua bangunan di Bali maksimal empat lantai, yaitu tingginya tidak boleh melebihi Pura Besakih atau sekitar setinggi pohon kelapa, kecuali Hotel Grand Bali Beach di Sanur.

Untuk karakter-karakter tempat-tempat wisata lainnya di Indonesia, dirasakan hampir sama dengan kita semua dan mirip di Bali secara umum. Yang perlu diperhatikan adalah, di mana bumi itu diinjak, di situ langit dijunjung.

Demikian artikel Memahami Karakter & Budaya Wisatawan Mancanegara Semoga bermanfaat bagi anda semua.

4.5/5 - (94 votes)

5 pemikiran pada “Memahami Karakter & Budaya Wisatawan Mancanegara”

  1. Mau tau juga dong karakter wisatawan dari belgia??

    Balas
  2. Saya mau download teks ini,tapi tak bisa saya mengdownloadnya.bagaimana caranya untk mengdownload

    Balas
  3. Artikel yg sangat membantu mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata, memahami budaya asing. Tks

    Balas
  4. Mengapa wisatawan australia lebih suka kunjungi situs2 sejarah

    Balas

Tinggalkan komentar