Simple Past Tense: Pengertian, Rumus, dan Contoh Penggunaannya

4 min read

Simple Past Tense

Sebelum lebih mengenal tentang konsep Simple Past Tense, ada baiknya jika anda mengerti dahulu konsep kalimat yang paling dasar. Konsep kalimat dalam bahasa Inggris memang terbilang lebih rumit dibanding dengan bahasa Indonesia.

Jika dalam bahasa Indonesia keterikatan kalimat dengan waktu menjadi tidak terlalu diperhatikan. Sedangkan di dalam bahasa Inggris, kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan.

Secara umum, pembentukan kalimat dalam bahasa Inggris dibagi menjadi tiga berdasarkan keterikatan waktu tersebut. Untuk menggambarkan sebuah kalimat yang masih berlangsung saat ini, maka digunakan present tense.

Sedangkan kedua jenis kalimat lainnya yakni past tense untuk menggambarkan peristiwa di masa lampau dan juga future tense untuk menggambarkan peristiwa yang belum terjadi.

Pengertian Simple Past Tense

Setelah mengerti ketiga konsep dasar dari pembentukan kalimat dalam bahasa Inggris, maka anda baru mulai bisa membicarakan tentang salah satu jenis past tense ini, yakni simple past tense. Dari namanya saja sudah jelas, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat yang satu ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang lampau atau sudah terjadi.

Namun, perlu diperhatikan bahwasanya di sana ada kata “simple” yang tentu mempunyai maksud tertentu. Berbeda dengan past tense yang lain, misalnya past continuous tense, yang berarti sebuah aturan kalimat yang menjelaskan peristiwa yang telah terjadi atau lampau, namun masih terjadi hingga saat ini. Tense ini dimaksudkan untuk menjalankan sebuah peristiwa di masa lampau dan sudah tidak terjadi di masa kini.

Perumusan Simple Past Tense

Setelah mengerti konsepnya, tentu anda perlu memahami tentang rumus dari jenis kalimat yang satu ini. Berikut ini adalah rumus yang bisa anda gunakan:

Subjek + Verb 2 + Objek

Secara umum, perumusan jenis kalimat yang satu ini memang tidak terlalu berbeda dengan kalimat lainnya. Sama seperti namanya, simple past tense juga terasa lebih mudah untuk digunakan.

Baca :  Apa itu IELTS, dan Bagaimana Mempersiapkannya sendiri, Agar Lulus Akademi

Namun tentu anda perlu memahami tentang masing-masing bagian dalam rumus tersebut. Yang pertama yakni subjek. Subjek adalah satu kata penyusun kalimat yang menandakan pihak yang terlibat dalam suatu kejadian.

Subjek bisa memuat satu atau banyak orang, benda, hewan dan lain-lainnya. Selanjutnya ialah verb atau kata kerja.

Ada hal yang perlu anda ingat dalam pembentukan kalimat utamanya dalam bahasa Inggris. Hal tersebut ialah kata kerja yang digunakan akan berbeda karena ikatan waktu yang sebelumnya sudah dibahas.

Berikut ini adalah contoh perubahan kata kerja dari verb 1 ke verb 2 untuk kata irregular yang mungkin kerap anda gunakan ketika menggunakan jenis kalimat simple past tense.

Verb 1Verb 2Arti
EatAteMakan
GoWentPergi
DrinkDrankMakan
SingSangBernyanyi
RunRanLari

Sedangkan berikut ini merupakan perubahan verb 1 menjadi verb 2 untuk kata regular.

Verb 1Verb 2Arti
WalkWalkedBerjalan
PlayPlayedBermain
TouchTouchedMenyentuh
KickKickedMenendang
KillKilledMembunuh

Selain regular dan irregular verb, ada juga beberapa kata yang memiliki verb 1 dan verb 2 yang sama. Kata-kata seperti put, set, cut, dan kata-kata lainnya termasuk dalam kelompok ini dan anda tidak perlu repot-repot mengubahnya menjadi verb 2.

Tentu selain kata-kata yang kami jadikan contoh, masih banyak kata lainnya. Oleh karena itu, anda perlu memahami perubahan verb ini karena sangat penting dalam pembentukan kalimat dalam bahasa Inggris, bukan hanya simple past tense saja.

Contoh Penggunaan Kalimat

Agar semakin memberikan kejelasan terhadap tense ini, maka berikut kami berikan beberapa contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat.

Contoh Kalimat Positif

Setelah mengetahui konsep dan juga rumusnya, kini anda sudah bisa untuk membuat sebuah jenis kalimat ini dengan benar. Sebagai pembukaan, kami akan memberikan beberapa contoh kalimat simple past tense positif.

  • Roni ate rendang this morning (Roni memakan rendang pada pagi tadi)
  • I went to Gembul house yesterday (Saya pergi ke rumah Gembul kemarin)
  • Boby drank coffee last night (Boby minum kopi tadi malam)
  • Raisa sang her new song last Week (Raisa menyanyikan lagu barunya Minggu lalu)
  • My dog ran this afternoon (Anjingku berlari sore tadi)
  • Bambang walked to my house this morning (Bambang berjalan ke rumah saya pagi tadi)
  • They played football last week (Mereka bermain sepak bola Minggu lalu)
  • I touched that thing yesterday (Saya menyentuh benda itu kemarin)
  • We kicked that ball this morning (Kita menendang bola itu pagi tadi)
  • The murderer killed him yesterday (Pembunuh itu membunuhnya kemarin).
Baca :  Past Future Perfect Continuous: Pengertian, Rumus, Ciri-Ciri dan Fungsi

Contoh Kalimat Negatif

Sama halnya dengan jenis kalimat yang lainnya, jenis kalimat negatif simple past tense juga memiliki perumusan yang berbeda. Berikut ini adalah rumus kalimat negatif yang dapat anda gunakan:

Subjek + did + not + Verb 1

Atau

Subjek + to be (was/were) + not + Verb 1

Berbeda dengan rumus kalimat positifnya, kalimat negatif simple past tense tidak menggunakan verb 2 sebagai kata kerjanya. Selain itu, perbedaan lain yang harus anda ketahui terletak pada penggunaan to be dari kalimat ini.

Meski memiliki arti yang sama, kedua pilihan to be tentu mempunyai fungsi yang berbeda. To be was merupakan to be yang digunakan untuk subjek yang bernilai tunggal. Sedangkan to be were digunakan untuk subjek yang majemuk. Untuk lebih jelasnya, silahkan pahami contoh berikut ini.

  • Roni did not eat this morning. (Roni tidak makan pagi tadi)
  • I did not go to Gembul’s house yesterday. (Saya tidak pergi ke rumah Gembul kemarin)
  • Boby did not drink coffee last night. (Boby tidak minum kopi tadi malam)
  • Raisa did not sing her new song last week. week (Raisa tidak menyanyikan lagu barunya Minggu lalu)
  • My dog di not run this afternoon. (Anjing saya tidak berlari tadi sore)
  • Bambang was not walk to my house this morning (Bambang tidak berjalan ke rumah saya pagi tadi)
  • They were not playing football last week. (Mereka tidak bermain bola Minggu lalu)
  • I have not touched that thing yesterday. (Saya tidak menyentuh benda itu kemarin)
  • We did not kick that ball this morning. (Kami tidak menendang bola itu pagi tadi)
  • The murderer did not kill him yesterday. (Pembunuh itu tidak membunuhnya kemarin)
Baca :  Panduan Definitif untuk Mempersiapkan TOEFL iBT Sendiri

Contoh Kalimat Pertanyaan

Sama halnya dengan kalimat positif dan juga negatif, membuat kalimat pertanyaan simple past tense tentu juga membutuhkan rumus dalam penggunaannya. Berikut ini adalah rumus yang dapat anda gunakan jika ingin membuat kalimat pertanyaan dari jenis kalimat ini:

Did + Subjek + Verb 1

Atau

Was/were + Subjek + Verb 1

Untuk menambah pemahaman anda, berikut ini adalah contoh kalimat pertanyaan simple past tense:

  • Did Roni eat this morning? (Apakah Roni makan pagi tadi?)
  • Did I go to Gembul’s house yesterday? (Apakah saya pergi ke rumah Gembul kemarin?)
  • Did Boby drink coffee last night? (Apakah Boby minum kopi semalam?)
  • Did Raisa sing her new song last week? (Apakah Raisa bernyanyi lagu barunya Minggu lalu?
  • Did my dog run this afternoon? (Apakah anjing saya berlari sore tadi?)
  • Was Bambang walk to my house this morning? (Apakah Bambang berjalan ke rumah saya pagi tadi?)
  • Were they play football last week? (Apakah mereka bermain bola Minggu lalu?)
  • Was I touch that thing yesterday? (Apakah saya menyentuh benda itu kemarin?)
  • Were we kick that ball this morning? (Apakah kami menendang bola itu kemarin?)
  • Was the murderer kill him yesterday? (Apakah pembunuh itu membunuhnya kemarin?)

Itulah tadi penjelasan mengenai simple past tense beserta dengan rumus dan contoh kalimatnya. Pastinya semakin mudah untuk dipelajari bukan? Maka dari itulah, mari semangat belajar bahasa Inggris. Baca materi sebelumnya : Present Perfect Continuous.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *